Malam ini tiba-tiba aku terbangun. Dingin. Lampu tidur di sampingku terlalu redup. Aku mengerjapkan mataku berkali-kali hingga dengan jelas bisa menatap jam dinding di depanku. Pukul Dua pagi ternyata. Pandanganku beralih pada sosok lelaki yang tertidur pulas di sofa. Tadi tiba-tiba dia pergi dan sekarang sudah kembali. Seingatku, aku bersiap tidur saat orangtuaku dan orangtua Deri masih disini, dan dia belum datang. Mungkin mereka menyuruh Deri menjagaku. Aku tak lagi terjerat tali infus sejak sore tadi. Entah karena angin apa, kini tubuhku tak bisa diajak kompromi. Aku bangun, berdiri, lalu mendekat ke arah Deri. Ingin melihat tidurnya dari dekat. Aku terkejut melihat wajahnya bersih. Rambutnya juga tampak baru dirapikan. Apa tadi dia pergi untuk melakukan ini? Aku mengelus wajahnya

