PART 24

1564 Words

Pagi hari. Aku membuka mata, melihat jam dinding di depanku. Pukul sembilan. Deri sudah tak ada. Aku yakin dia sudah berangkat kerja. Setelah menyuapiku, Bunda ijin untuk pergi sebentar ke kantor kami. Ayah juga sedang bekerja dan tidak bisa mengambil cuti mendadak. Aku hargai itu semua. Keadaanku semakin baik. Telapak tanganku sudah bisa bergerak dengan normal. Hanya bagian pangkal yang belum boleh digerakkan dengan sengaja. 'Tok tok tok', pintu diketuk. "Masuk..." Aku melihat sepasang manusia masuk ke ruanganku dengan raut muka khawatir. Sandra dan .... Satya. Apa? Itu Satya? Aku tak percaya melihat mereka datang bersama. "Melaan...maaf baru bisa menjengukmu. Aku sedikit repot dengan Brian yang demam sejak beberapa hari lalu." "Makasih, Sandra. Tapi siapa Brian?", aku bertanya, wa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD