Uang Puluhan Juta di Tas Dara

1240 Words

Daffa menghela napasnya dengan pelan, menatap Dara dengan sorot mata yang mengandung lautan makna. "Kalau nanti kita sudah menikah, apa kita bisa tidur dalam satu ranjang?" suaranya lembut, nyaris seperti bisikan angin malam yang menyentuh permukaan kulit dengan kehangatan yang samar. "Haah? Ma-maksud Mas Daffa?" tanyanya dengan gugup, hatinya berdegup cepat seperti irama hujan pertama yang jatuh setelah kemarau panjang. "Lupakan. Kamu masih saja terlihat takut kalau bahas hal itu. Aku dan kamu pisah kamar aja dulu." Daffa mengulas senyum kecil, ada ketenangan di sana yang selalu menenangkan Dara. "Mas. Kalau pisah kamar, kapan bisa terbiasanya?" suaranya terdengar pelan, nyaris tenggelam dalam keheningan yang menyelimuti mereka. Daffa tersenyum, matanya menatap Dara dengan kelembuta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD