Dara mengerjapkan matanya, sorotnya bertemu dengan tatapan tajam Daffa yang penuh selidik. Alis pria itu berkerut dalam, bibirnya terkatup rapat seolah menahan ketidakpercayaan. Jemari Daffa bergerak perlahan, menggaruk rambutnya yang berantakan, tanda kebingungan yang mulai mencengkeram pikirannya. "Kenapa ada banyak uang di tas kamu, Dara?" Suaranya terdengar lebih berat dari biasanya, penuh kehati-hatian yang terselubung dalam kecurigaan. "Kamu... nggak habis nyuri, kan?" Dara tersentak, matanya membulat, dan kepanikan menyeruak di wajahnya. "Nggak, Mas. Sumpah saya nggak nyuri uang. Nggak berani, Mas," ucapnya terbata, suaranya bergetar seperti angin malam yang menyelinap lewat celah jendela. Daffa mengembuskan napas perlahan, tapi kecurigaan masih menggantung di udara. "Terus...

