Calon istri cantik sudah tertidur. Nafasnya teratur, wajahnya terlihat tenang, dan pelukannya tadi mulai mengendur. Aku menatapnya beberapa detik, memastikan dia benar-benar sudah terlelap, lalu perlahan menarik diri dari pelukannya dan turun dari ranjang tanpa mengeluarkan suara. Kuraih ponsel yang tergeletak di meja, lalu keluar kamar sebentar—hanya sampai ke ruang keluarga agar tidak mengganggu tidurnya. Aku duduk di sofa dan membuka layar ponsel, mengecek beberapa notifikasi yang masuk. Ada satu pesan yang belum sempat ku balas sejak beberapa jam lalu. Dari grup obrolan yang kami beri nama "Keluarga Rusak"—sebutan bercanda antara aku, Dirga, dan Kak Bima. Pesan terakhir dikirim oleh Kak Bima: 🤖Kak Bima: “Jadi, rencana balas dendam ke Dokter bedah itu berhasil, Mahen?” Aku menarik

