Mobil mewah arga berjalan menyusuri lorong lorong kota M. Salah satu kota terbesar di Indonesia. Kerlap kerlip lampu jalanan yang indah semakin menambah keromantisan dua insan yang sedang di mabuk cinta. Tergambar raut wajah keduanya yang penuh dengan kebahagiaan.
Sepanjang jalan menuju rumah, Arga terus menggenggam erat tangan Lembayung yang halus . Sesekali dia menggoda lembayung yang membuat lembayung semakin tersipu. Semburat cinta di mata sayu Lembayung begitu terlihat jelas. Keduanya memang sedang di landa kasmaran sehingga tidak pernah terpikir oleh mereka apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tak terasa mobil mewah itu telah sampai di pelataran parkir rumah keluarga Kusuma. Sebuah rumah yang sangat besar berlantai Empat itu memiliki desain eropa . Dengan taman bunga yang semakin mempercantik tampilan rumah mewah tersebut .
Arga turun membuka pintu mobil dan mempersilahkan istrinya untuk keluar, Dengan lembut Arga meraih tangan Lembayung seraya menggandengnya berjalan. Perlahan keduanya melangkah
masuk mendekati pintu utama. Perasaan gugup dan khawatir tiba tiba datang menyergap, tangan Lembayung gemetar tiba tiba dan tidak bisa di kendalikan. Hal itu di ketahui Arga, pemuda itu menyemangatinya dengan menggenggam erat tangan lembayung meyakinkan bahwa tidak akan terjadi apa apa.
Begitu melihat kedatangan Arga pelayan seketika membukakan pintu rumah seraya takjub melihat kecantikan gadis yang di bawa oleh Arga. Pelayan - pelayan lain di sepanjang jalan menuju ruang tamu juga terus memandangi lembayung sembari memuji kecantikan lembayung seraya berbisik bisik penasaran siapa gadis yang di bawa tuannya itu. Tentu saja lembayung sangat jauh lebih cantik jika di bandingkan dengan kecantikan Dinda yang selalu bermakep tebal dan berpakaian minim. Wajah lembayung Alami cantik , buluh matanya lentik alisnya tebal berbentuk dan bibirnya merah merona .
Di rumah Arga , mereka memiliki 20 pelayan yang mengerjakan tugasnya masing masing .Dan menanggung jawapi setiap pekerjaan sesuai dengan keahliannya.
Sesampainya di ruang tamu nampak Mama Shofie , Ayu dan Dinda saling bercengkrama dengan penuh keakraban tanpa menyadari kedatangan Arga dan Lembayung .
"Asalamualaikum Ma , eehh ada Dinda , Kapan datang " sapa arga mengagetkan Mama , Ayu dan Dinda yang spontan menoleh secara bersamaan melihat ke Arga.
"Waalaikum salam " jawab mereka bertiga hampir bersamaan. Mereka pun terkejut melihat gadis cantik yang di bawa Arga , mereka menatap lembayung penasaran , dengan penuh tanda tanya siapa gadis cantik yang di bawa Arga. Mama dan Ayu masih mengirah Lembayung adalah kolega Arga yang di undang untuk makan malam di rumah.
Melihat penampilan Lembayung yang cantik rupawan dengan baju mahal tentu saja Mama tidak akan mengira kalau lembayung hanya gadis biasa saja. Berbeda dengan Dinda yang menatap Lembayung dengan tatapan cemburu dan tidak suka.
"Maa , kenal kan ini Lembayung, lembayung ini Mamaku dan ini Ayu adik ku serta wanita yang di samping Ayu namanya Dinda, putri relasi papa yang sudah seperti saudara sendiri. Oh iya, saat ini papa sedang tidak berada di rumah, tadi mendadak ada urusan penting dan harus terbang ke Belanda , nanti kalau sudah pulang akan mas kenalkan ya " Ucap Arga memperkenalkan satu persatu anggota keluarganya. Mereka pun saling berjabat tangan , akan tetapi Dinda dengan dingin dan tak bersahabat langsung menarik acuh tangannya yang berjabatan dengan lembayung. Hal ini di lihat oleh semua orang tapi mereka pura pura tak menghiraukan.
Sementara mama dengan ramah mengajak mereka semua ke ruang makan untuk makan malam . Arga duduk di sebelah lembayung sementara Dinda berharap Arga duduk di sebelahnya. Dengan tatapan benci Dinda terus menatap lembayung . Para pelayan pun menyiapkan makanan dengan rapi dan sopan .Selesai para pelayan menyiapkan makanan . Mama Shofie pun mempersilahkan mereka makan. Dan mereka pun makan dengan santai di iringi tawa canda Ayu yang bersifat periang dan manja.
"Ayo Dinda makan yang banyak ya sayang, ini masakan kesukaan kamu loh , mama suruh pelayan tadi menyiapkan spesial untuk kamu. " ucap mama sembari meletakkan sepotong stek daging di piring Dinda.
"Dinda tak selera makan Ma " dengus Dinda seraya melirik ke Lembayung sembari memainkan sendok di tangannya dengan perasaan kesal.
Lembayung tetap berusaha tenang mengendalikan perasaan gugupnya dengan menyantap perlahan hidangan yang ada di piringnya.
Arga meletakkan sepotong stek daging di piring Lembayung di sambut senyuman tanda terimakasih oleh lembayung . Sementara ayu dan mama terus memandang lembayung penuh tanda tanya, siapa gadis rupawan yang di bawa Arga ini dan berasal dari keluarga mana kah dia.Kenapa Arga memperlakukannya dengan begitu mesra.
Akhirnya makan malam pun selesai dan para pelayan membersikan meja . Mereka pun meninggalkan meja makan dan kembali keruang tamu.
Nampak Dinda terus melendot manja ke mama dengan wajah sewot dan cemburu. Hal itu tentu saja mama ketahui dan mama bermaksud berbicara kepada Arga malam ini juga.
"Arga , mama mau bicara . "Ucap mama kepada Arga , dan Dinda pun tersenyum senang karna sebentar lagi wanita yang di bawa Arga akan segera tahu bahwa dia adalah calon tunangan Arga.
" Iya maa, Arga juga mau bicara hal penting kepada mama dan semua " jawab Arga dengan mimik serius dan juga tegang mengingat Dinda juga Ada di sana . Tapi bagus juga Dinda ada , setidaknya supaya dinda tahu bahwa Arga sudah memiliki wanita pilihannya dan tidak mengejar ngejarnya lagi.
" Mau bicara apa arga , jangan buat mama penasaran dong ." Ucap mama penasaran.
" Begini Maa , Ayu , Dinda, Arga harap kalian bisa menghormati keputusan Arga. Sebenarnya Arga dan Lembayung sudah bertunangan dan kami akan segera menikah . " ucap Arga
" Apaaaaa...Bertunangan , Menikah ? "Jawab ke tiganya terkejut dan hampir bersamaan .
"Iya ma, arga dan Lembayung saling mencintai Maa, dan kami minta doa restu Mama.
Hal itu tentu saja membuat Dinda merasa kecewa. Gadis itu menangis memeluk Mama. Hal itu membuat Lembayung tanda tanya kenapa dinda bersikap seperti itu.
" Tidak mungkin mas pernikahan kita sudah di atur sejak lama . Mas tidak boleh membatalkan begitu saja , gara gara wanita sialan itu. " Haiiiii kamu , asal kamu tahu yaa, mas Arga itu sudah lama di jodohkan sama aku. Enak saja kamu mau merebut mas Arga dariku . Itu tidak akan pernah terjadi. " teriak Dinda sembari menunjuk ke Lembayung.
Tentu saja Lembayung terkejut karna ia sama sekali tidak mengetahui kalau ternyata laki laki yang di cintainya itu telah di jodohkan dengan orang lain oleh keluarganya. Karna selama ini Arga tidak pernah cerita. Lembayung menatap tajam Arga dengan penuh tanda tanya minta jawaban dari Arga.
"Apa kamu sudah tidak waras Arga, kenapa kamu mengambil keputusan sendiri. Bagaimana dengan papamu yang sudah mengatur pernikahan kalian " ketus mama marah
" Arga sangat mencintai Lembayung Ma dan tidak bisa hidup tanpa dia . Apapun yang terjadi Arga akan tetap menikah dengan lembayung Ma." pungkas Arga sembari memandang dan menggenggam tangan lembayung. Gadis itu hanya terdiam pasrah mendengar kata kata pujaaan hatinya.
" Tidak ! .tidak boleh Mas ! , Mas Arga hanya milikku dan hanya akan menikah dengan ku." tegas Dinda histeris. Mama berusaha menenangkan dinda dan memintanya untuk tetap sabar.
" Lembayung kamu berasal dari keluarga mana , apa usaha keluargamu dan apa pekerjaanmu " tanya Mama ketus kepada Lembayung, membuat gadis itu semakin gugup
"Saa.. saaya , berasal dari keluarga biasa Maa, Bapak seorang guru honorer dan sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Saya tinggal dengan ibu saja . Saya tidak bekerja ma, hanya membantu ibu mengurus rumah makannya." lirih lembayung jujur.
"Aapaa, hanya yatim yang jualan nasi bungkus toh , Arga gimana sih kamu! Mending kalau dia dari keluarga terpandang juga. Mama masih bisa terima, ini dari kelas bawah dan tidak setara dengan kita! Mana mungkin mama berbesanan dengan gembel. Yang bener aja kamu Arga! Mama tidak sudih dan Mama tidak akan merestui hubungan kalian ...titik !! " tegas Mama dengan nada menghina yang membuat lembayung sedih hingga meneteskan airmata. Lembayung tidak menyangka mama yang tadinya begitu hangat menjadi sangat kasar ketika mengetahui status sosial lembayung.
Sikap Mama yang mencibir Lembayung tentu saja membuat Dinda semakin senang, dengan tatapan puas memandang hina Lembayung.
"Heeee , Lembayung!! sadar diri dong kamu, dasar gembel tidak tahu diri. Berani beraninya kamu menggoda mas Arga ya? , Dasar wanita murahan.! Seru dinda dengan lantang.
" Diam kamu Dinda, kamu tidak berhak menghina calon istri ku.! " Bentak Arga
" Mama tidak seharusnya berkata kasar seperti itu! Arga sangat mencintai Lembayung dan akan tetap menikahi nya dengan atau tanpa persetujuan Mama." tekat Arga dengan tegas seraya menarik tangan Lembayung dan mengajaknya pergi sebelum mendengar penghinaan Mama, Ayu serta Dinda lebih banyak lagi.
Dengan patuh serta mata berkaca - kaca Lembayung menuruti Arga yang menarik tangannya seraya mengikutinya dari belakang. Gadis cantik yang menawan itu sama sekali tidak mengira akan menerima penghinaan sebesar ini.
Arga membawa lembayung pergi ke taman kota mencari tempat duduk yang tenang dan menjelaskan semuanya ke Lembayung.
" Kenapa Mas tidak permah cerita kalau mas telah di jodohkan sama Dinda ? teganya mas....hooogh..houuugh " lirih Lembayung di iringi isak tangis.
" Sayang , tenang lah jangan menangis , bukan mas tidak mau cerita sama lembayung. Mas tidak pernah mencintai Dinda dan mas juga tidak pernah menerima perjodohan ini sayang. Mas hanya mencintai Lembayung seorang . Hanya lembayung lah satu satunya cinta dalam hidup mas " jelas Arga sembari memeluk dan menenangkan lembayung .
"Tapi bagaimana sekarang Mas? Mama Shofie benar, aku hanya gadis miskin yang tidak pantas berdampingan dengan Mas Arga. Sementara Dinda putri dari orang terpandang dan sangat cocok mendampingi mas Arga. Tinggalkan lah aku mas, aku iklas menikahlah dengan Dinda. "desis Lembayung dengan bercucuran airmata.
"Tidak sayang , Mas hanya mencintai Lembayung seorang. Mas tidak menginginkan wanita manapun . Mas akan tetap menikahi Lembayung secepatnya, Walaupun tanpa restu papa dan mama. " ucap Arga dengan yakin .
" Ayook sayang kita pulang dan berjumpa ibu. Besok kita akan mengurus semua surat surat yang di butuhkan untuk menikah. Minggu ini juga kita akan menikah sayang , Lembayung bersedia kan menjadi istri Mas? "tanya Arrga sembari membelai rambut indah Lembayung.
Lembayung mendongakkan kepalanya menarap tajam mata Arga." Apakah mas serius dengan apa yang mas ucapkan barusan ?" tanya Lembayung dengan rasa tidak percaya.
"Tentu sajà sayangku , Mas serius . Kamu mau kan sayang ? Mas sangat mencintaimu dan tidak bisa hidup tanpamu ." Ucap Arga sembari mencium kening lembayung dengan penuh kasih sayang.
Lembayung mengangguk lirih " Iya mas , aku mau menjadi istri m
Mas dan aku juga sangat mencintai Mas Arga . " desis Lembayung sembari memeluk erat Arga . Mereka pun berpelukan dengan rasa bahagia.
Tak berapa lama mereka pun memutuskan pulang kerumah untuk berjumpa dengan ibu Dewi . Sesampainya di rumah Arga langsung mengutarakan niatnya untuk menikahi lembayung secepatnya.
"Bu , Arga mohon ijin dan restu untuk menikahi Lembayung secepatnya bu." mohon Arga sembari bersimpuh di hadapan Bu Dewi.
"Loohh nak, kenapa tiba tiba sekali dan terburu buru. Apa yang terjadi sebenarnya ? " Tanya bu Dewi terkejut.