Sementara itu Arga dan Lemayung baru selesai makan siang dengan sangat romantis layaknya muda mudi yang sedang kasmaran. Kebahagiaan terpancar di wajah kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara.
Setelah selesai membayar bill dan tak lupa memberi tips kepada pelayan , mereka pun bergegas meninggalkan cafe itu dengan perasaan bahagia . Arga menenteng semua belanjaan untuk lembayung dan Lembayung nampak sangat bahagia dengan menggandeng lengan Arga manja.
" Mas , Bayung rasa belanjaan ini terlalu berlebihan deh , terlalu banyak dan terlalu mahal " ucap lembayung melihat berkantong kantong belanjaannya yang di tenteng Arga dan beberapa pelayan maal yang membantu membawa ke mobil
" Tidak sayang , untuk sayang apa yang gak mas berikan , jangankan harta , nyawa pun akan mas beri jika sayang minta "jawab Arga dengan rayuan gombalnya . Dan hal itu membuat lembayung semakin tersipu bahagia .
Sesampainya di tempat parkir Arga di bantu oleh para pelayang toko menyusun barang barang belanjaan di jok mobil belakang , dan setelah selesai Arga pun memberi tips kepada para pelayan toko yang membantunya tadi. Tentu saja hal itu membuat para pelayan toko sangat gembira mendaoat rejeki nomplok.
Keduanya memasuki mobil dan meninggalkan pelataran maal mewah tersebut. Di sepanjang jalan mereka mengobrol di iringi tawa bahagia. Sesekali nampak Arga memcium mesra tangan lembayung , sembari menggengamnya erat erat.
Tak terasa mobil pun sampai di pelataran rumah lembayung . Dari dalam rumah ibu tersenyum melihat kedatangan mereka. Arga membuka pintu mobil untuk lembayung dan kemudian membuka jok mobil serta mengeluarkan barang barang belanjaan , eni , ila dan sukma juga ikut membantu membawa semua barang barang belanjaan lembayung
" Eni, Ila, enak ya jadi pacar orang kaya , lihat nie , sekali belanja satu toko di borong semua, semoga aja ada orang kaya yang naksir dan mau sama aku , ya allah dunia milik ku sendiri ..he....he..he..." ucap Sukma kepada Eni dan Ila
" Memangnya siapa yang mau sama kita sukma, secara kita ini berwajah pas pasan , sekolah cuma tamatan smp, anak seorang kuli pasar , kerja sebagai pelayan rumah makan , mana ada orang kaya yang mau sama kita , bedah dengan mbak lembayung , cantik , putih , tinggi, cerdas dan berpendidikan , sangat berbeda jauh dengan kita ....dasar pemimpi ....ha...ha..ha.. " ucap Eni seraya menepuk jidat Sukma di iringi tawa ke tiganya .
" eehhh kali aja ada yang mau , jodoh kan tidak ada yang tau " ucap Sukma tidak mau kalah.
" sudah .... sudahh ayook kita angkat semua barang barang ini . Tuuuuhh. Sudah di tunggu mbak lembayung di dalam " ujar illa menghentikan canda ke dua sahabatnya itu. Mereka pun membawa semua barang barang itu kedalam kamar lembayung
" Waduuuhh banyak sekali nak belanjaannya ." Ucap ibu Dewi
"Aaahhh....tidak bu , itu hanya sedikit buat dek Bayung , untuk persiapan nanti malam . Oyaa buat ibu juga ada kok. " Ucap Arga
"Waaaduuuh... jadi merepotkan nak Arga, terimakasih ya nak . Jawab ibu . Ibu juga merasakan kebahagiaan yang di rasakan mereka . Hanya saja ada sedikit kekhawatiran di hati ibu , takut kalau saja keluarga pak permana kusuma. Tidak bisa menerima Lembayung karna starus yang berbeda.
"Bu, arga permisi ya mau kembali ke kantor masih ada yang mau di kerjakan . Oya sayang nanti jam 7 malam mas jemput ya. " ucap arga sembari berpamitan kepada ibu dan lembayung.
" iya mas " jawab lembayung "
Hati hati di jalan ya nak Srga , jangan ngebut bawa mobilnya. " ucap ibu
Iya bu , asalamualaikum" jawab arga sembari mengundurkan diri kembali ke kantor.
" waalaikum salam " jawab ibu dan lembayung bersamaan
Sepeninggal Arga , ibu dan lembayung membuka semuah belanjaan , ibu sangat takjub dengan barang barang yang di belikan Arga untuk lembayung semua barang mahal dan branded dengan harga ratusan juta rupiah . Tapi betapa terkejutnya ibu dan lembayung ketika melihat harga di sertifikat perhiasan berlian yang di belikan Arga . Untuk 3 set perhiasan nampak angka di sertifikat 2.5 M .Seumur hidup mereka tidak pernah terpikir memiliki berlian semahal itu.
"Shubhanallah nak , ini beneran angkah nya , " ujar ibu tak percaya.
"Iya bu , itu bener 2.5 M bu. " jawab lembayung yang juga tak menyangka perhiasan yang di belikan arga sampai berharga milyaran . Mereka berdua pun bengong , serasa tak percaya atas apa yang mereka lihat semua bagaikan mimipi manis.
"Ya sudah lah bu ini mungkin rejeki dari Allah , atas semua doa doa ibu untukku " ucap lembayung kepada ibunya. Bu dewi tersenyum haru sembari mencium kepala putri kesayangannya itu dan memeluknya erat erat.
"Iya nak ibu selalu berdoa untuk kebahagiaan mu nak , ibu sangat menyayangimu . Di dunia ini hanya kamu lah yang ibu miliki nak . " ucap ibu
" Ya sudah nak , hari sudah sore , cepatlah bersiap siap dan berdandan supaya nampak cantik di hadapan calon mertuamu nanti. " ucap ibu lagi seraya melepaskan pelukannya . Dan ibu pun pergi dari kamar lembayung kembali ke kedai nasinya .
Sementara itu lembayung menyusun barang barang belanjaannya di tempatnya masing masing . Dan dia memilih gaun panjang biru mudah yang di belikan arga tadi untuk di kenakannya nanti malam .
Sementara itu di rumah arga nampak para pelayan sibuk menata meja makan untuk menyambut Dinda dan tamu yang akan di perkenalkan oleh arga . Mereka menyangka kalau tamu arga adalah relasi bisnis nya.
Tiba tiba terdengal bunyi bel dari luar. Mama shofi pun langsung membuka pintu . Dan benar saja Dinda sudah sampai di depan pintu , dengan mengenakan rok pendek dan atasan tenktop hitam serta perhiasan berlian simple yan nampak semakin membuat penampilannya nampak elegan.
Sayaang , kamu sudah sampai ya , mari .. mari.. masuk sayang. Menantu mama ini memang cantik sekali. Arga pasti jatuh cinta kalau melihatmu. Oya , mama sudah suruh pelayan siapkan makanan kesukaan kamu ." Sapa mama shofi dengan sangat ramah.
" iya ma , terimakasih ya ma. Oh iya ma, mas arganya mana , ? papa juga tidak nampak ma ? Tanya dinda tanpa basa basi.
" Arga sedang menjemput temannya , mungkin bentar lagi sampai , dan papa mendadak harus pergi keluar kota mengurus cabang perusahaan di sana bersama papamu , ada proyek yang mereka kerjakam , mungkin selama 1 minggu . " jawab mama
" Jadi gimana ma, bagai mana dengan mas Arga ? . Dinda sudah tidak bisa menunggu lagi maa ? dinda sangat mencintai mas Arga sejak kecil . Apakah mas arga sudah setuju dengan perhikahan kami ma ?, jujur ma dinda tidak bisa hidup tanpa mas arga ma . Tolong bantu dinda maa" rengek dinda kepada mama shofie
"Tenang aja sayang , Arga pasti jadi milik kamu, hanya kamu yang pantas menjadi menantu keluarga kusuma . Lagi pula arga itu tidak punya pacar , pasti dia mau . Lagian siapa yangbmau menolak gadis secantik kamu. Malam ini mama akan putuskan pertunangan kalian . Ucap mama sembari membelai rambut dinda yang bersandar di pundak mama shofie.
Ya sejak kecil dinda memang sangat di manja oleh mama shofie seperti anak nya sendiri. Dinda juga anak perempuan satu satunya keluarga Johan raharjo.Yang tentu saja akan mewarisi perusaan keluarganya. Dan jika kedua perusahaan bersatu maka akan menjadi perusahaan terbesar yang meraih kesuksesan .
Tak lama kemudian ayu pun turun dari lantai atas dan langsung menyerbu dinda
" kak diiinnda, kakak bawa oleh oleh apa buat ayu " tanya ayu manja dan langsung duduk di sebelah dinda sembari memeluk lengan dinda.
"Hari ini kakak gk bawa oleh oleh yu , bagaimana kalau besok kita berbelanja nanti kak dinda yang bayari semua belanjaan ayu , gimana " jawab ayu
Asiiik , janji ya kak , kak dinda memang yang terbaik ucap dinda sembari mengacungkan jempolnya untuk dinda. Di sertai senyuman dan anggukan dari dinda
Sementara mama Shofie tersenyum melihat tingkah Ayu kepada Dinda. Dinda memang sangat memanjakan ayu dengan sering memberikan hadiah barang barang brand . Hal itu juga dilakukan Dinda untuk mendapakkan dukungan dari ayu untuk mendekati Arga. Hal itu tentu saja sangat di sukai ayu sebab ayu memang paling hobby berbelanja . Itulah cara dinda untuk menarik simpati keluarga kusuma .
Mereka pun terus mengobrol di ruang makan dengan memakan cemilan yang di buatkan oleh pelayan sembari menunggu arga datang.
Sementara itu Arga sudah sampai di rumah lembayung dan di sambut oleh ibu .
"Tok..tok..tok...Asalamualaikum "
" Waalaikum salam .. eehhh nak Arga , mari masuk nak ."jawab bu dewi
" iya bu , lembayung mana bu "tanya Arga
" bentar ya nak biar ibu panggil di kamar. " ucap bu dewi sembari meninggalkan arga menuju kamar lembayung .
" Tok..tokk...tok...bayung , nak arga sudah datang , ayook cepat turun " ucap bu dewi dari luar .
"" iya bu , bayung sudah siap bentar lagi turun ." Jawab lembayung . Ibu pun langsung turun kembali menemui arga sembari membuatkan secangkir teh .
Tak berapa lama pun lembayung turun dari lantai atas . Dia mengenakan gaun biru mudah yang di pilihkan Arga tadi siang. Sangat anggun tubuhnya yang langsing berbalut gaun panjang yang sangat indah dengan pernak pernik permata di bagian d**a , nampak sangat serasi melekat di kulit putih bersih lembayung , di tambah sepasang anting anting berlian yang berkilau indah di bawah pantulan cahaya , semakin menambah indah dan menawan wajah rupawan itu.
Arga pun terpelongoh melihat sosok cantik yang menuruni tangga dengan menyincing gaun indahnya . Bebar benar seperti bidadari yang turun dari langit.
"Eheeemmmm..eheeeemmmm" deheman bu dewi membuat arga tersentak.
"Shubhanallah , lembayung kamu benar cantik sayang . Tak salah aku memilihmu. Kecantikan yang luar biasa , dari luar dan dari dalam ." Ucap arga terpesona sembari menggengam tangan lembayung. Dan lembayung pun hanya tersipu malu mendengar pujian dari arga.
"Sudah sana cepat berangkat , gak enak kalau membuat bu Shofie dan pak Permana lama menunggu " ucap bu dewi
"Iii...iyaaa bu , kami berangkat dulu ya bu." Ucap arga sembari mencium tangan lembayung.
" iya hati hati di jalan ya nak arga, ibu titip lembayung ." Ucap ibu sembari mengantarkan mereka kedepan rumah
" iya bu , aku akan jaga si cantik ini dengan nyawaku sendiri " jawab arga sembari memandang lembut lembayung . Yang disambut senyum manis sembayung.
Arga membukakan pintu mobil dan membantu lembayung masuk ke dalam . Kemudian arga pun masuk ke mobil , setelah melambaikan tangan ke ibu , mobil pun pelan pelan bergerak meninggalkan kediaman bu dewi menuju rumah Arga.
"