Sementara dari kejahuan tanpa di sadari keduanya Dokter Badai sedang mengawasi mereka, perasaan nya di liputi rasa cemburu melihat Lembayung yang sedang ngobrol dan berjalan berdua dengan lelaki yang tidak ia kenal. Terlebih lelaki muda itu nampak gagah dan tampan, penampilan nya juga mencerminkan berasal dari kelas atas dengan memakai jas mahal yang di kenakan. Hal itu semakin membuat dokter badai merasa tidak senang dan takut ter saingi. Melihat Lembayung pergi meninggalkan pemuda itu hati Dokter Badai agak lega, dan ia pun bergegas kembali ke tempatnya.
Sesampainya di meja lembayung duduk sembari menebar senyum manisnya memandang Dokter Badai yang sedang berusaha menyembunyikan wajah kesal nya.
" Siapa laki laki tadi Dek, hati hati dengan orang yang tidak di kenal penjahat sekarang berwajah tampan dan nampak orang baik untuk menyamarkan kejahatannya tak tahu nya dia seorang psikopat sadis " cerca Dokter Badai menakut nakuti Lembayung
" Ohh itu, namanya Arga Permana Kusuma Mas , kami pernah bertemu secara kebetulan di kampus , dan tidak sengaja kami tadi bertemu lagi di depan toilet" jawab lembayung.
" Apa Arga Permana Kusuma, itukan nama pemilik kampus tempat kita kuliah Yung ceo pemilik beberapa hotel bintang lima di kota Medan ini! waahhh mau dong di kenali Yung ," selah Ambar yg sejak tadi asik bermain game.
"Sudah, sudah! apa bagusnya dia. Mau itu ceo, presdir atau apapun, intinya siapa pun dia harus berhati hati dengan orang yg baru di kenal titik !" pungkas Dokter Badai kesal. Pemuda itu terlihat semakin kurang suka saat mengetahui laki - laki yg bersama lembayung barusan adalah pengusaha muda yang sukses putra salah satu orang berpengaruh di kota itu
.
" Idiiihhh ada yang cemburu nie ya " goda Ambar kepada kakaknya.
"Ambar apa -apaan sih ! " hardik lembayung dengan suara tertahan sembari mencubit lengan Ambar.
"Sudah lah, yuk kita pergi ! katanya kalian mau shoping hari ini biar Kak Badai yang bayar " ajak Badai yang memang sengaja mengajak mereka pergi karna melihat Arga dari jauh selalu memandangi Lembayung.
"Aasiiiik... Kakak memang yg terbaik " seru Ambar tertawa girang sembari berdiri dan menarik tangan Lembayung di ikuti Dokter Badai yang sudah selesai membayar bil.
"Dek Lembayung, nanti ambil saja apa yang Adek mau biar Mas yg bayar " ujar Dokter Badai sembari mendekati Lembayung. Sesekali tangannya nampak ingin menggandeng tangan lembayung namun selalu di urung kan. Aahhh dokter badai memang payah.
Sesampainya di tokoh baju mereka memilih dan membeli beberapa potong baju kemudian tak lupa membeli oleh oleh untuk Bu Dewi. Dan setelah selesai mereka pun segera kembali pulang kerumah mengingat hari mulai gelap.
Sementara Anton yang sejak tadi melihat sahabatnya itu senyum - senyum sendiri sembari memegang ponselnya dengan erat
" Gaa , kamu gak kesambet setan kamar mandi kan? karna dari tadi kulihat kamu nampak kayak orang gak waras gitu, senyum senyum sendiri gak jelas dengan memandang meja di seberang sana ! " tegas Anton membuyarkan lamunan Arga.
" Tau gak luu , gue ketemu siapa tadi, coba tebak !" gumam Arga menatap lekat ponselnya.
"Nenek gayung "jawab anton sekena nya
"Kampret luh ! nenek gayung pula " protes Arga kesal , karna sejak tadi sahabatnya itu terus menggoda diri nya.
" Habis nya siapa dong, kamu kan baru keluar dari kamar mandi, lagian ku lihat dari tadi kamu kayak orang kesambet gitu ! yaa, kali aja ketemu nenek gayung di kamar mandi " selah anton sembari tertawa
"Sialan luh! gue tuh ketemu dengan peri cantik gue, tau gak luh ketemu nya juga gak sengaja, kami bertabrakan lagi kayak tempoh hari, keren kan! kayak cerita di sinetron gitu , ha..ha...ha.. yang hebatnya lagi gue sudah dapat nomor hp itu peri cantik " ucap Arga sumringa sembari mengecup gawai nya sendiri. Anton hanya bisa geleng - geleng kepala mendapati tingkah sahabatnya itu.
" Heeemmm nampaknya kamu benar benar sudah jatuh cinta sama gadis itu Ga, tapi bagaimana dengan bu Shofie Ga? dan bagaimana dengan perjodohanmu dengan Dinda yang akan segera di gelar, secara kita tau ibumu sangat pilih pilih menantu dari bibit bebet dan bobotnya. Mana mungkin Bu Shofi mau menerima gadis sederhana dati kelas bawah seperti Lembayung, kamu harus pikirkan itu juga Ga" ujar Anton sembari menasehati.
"Aku gak perduli Ton, apa pun yang terjadi aku harus mendapatkan Lembayung sebagai istriku atau aku tidak akan menikah sama sekali " ujar Arga.
" Waah gawat nie! itu maah namanya cinta buta, tapi apakah Lembayung juga mencintaimu Ga "tanya Anton ragu.
"Aku tidak perduli Ton, bagaimana pun caranya dan dengan apa pun aku harus mendapatkan dia " tegas Arga.
Anton hanya menghela nafas panjang sembari menghabiskan rokok yang ia hisap. Anton tahu benar sifat Pak Bos nya yang sangat keras kepala. Selain itu Anton juga tidak habis pikir kenapa sahabatnya itu bisa berubah seperti ini. Selama ini ia tidak pernah tertarik dengan wanita manapun juga. Semua wanita yang ia kenal hanya untuk permainan dan teman bersenang - senang untuk semalam saja. Namun sejak bertemu dengan gadisi misterius ini, Arga berubah. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia menginginkan seseorang untuk di jadikan pendamping hidup.
Sejak kecil apapun yg ia inginkan harus ia dapatkan dan apapun yg dia katakan akan dia laksanakan.
"Sudahlah yook kembali kekantor ada beberapa dokumen penting yg harus kamu tanda tangani " ujar Anton kalut. pemuda itu menyerah dan pasrah atas apapun keputusan sahabat nya, dan yang pasti ia akan tetap mendukung sepenuh nya. Setia sampai akhir itu semboyan persahabatan mereka. Keduanya pun meranjak pergi setelah membayar bil dan kembali ke kantor.
**********
Malam harinya setelah sholat Isya Lembayung rebahan di atas tempat tidur sembari menatap langit - langit plafon berwarna putih. Malam ini gadis itu tinggal sendirian di rumah di karenakan Bu Dewi sedang ikut pengajian mingguan yang di adakan setiap selasa malam.
Untuk menghilangkan bosan sembari menunggu Bu Dewi pulang ia pun membuka gawai nya dan mulai berselancar di dunia maya. Lembayung membuka aplikasi birunya dan mulai mengelike beberapa poto yang di anggap bagus yang di upload beberapa temannya, namun entah mengapa pikirannya terus menerawang teringat pemuda yg dua kali di jumpainya secara tidak sengaja.
Pemuda yang setiap berjumpa mampu membuat hatinya berdebar - debar kencang, pemuda yang mampu membuat seorang Lembayung senyum - senyum sendiri jika membayangkan wajah tampannya. Berkali - kali gadis itu menatap layar ponselnya berharap ada panggilan masuk dari nomor tidak di kenal. Karena siamg tadi Arga sempat meminta nomor kontaknya.
" Aahhh mungkin aku sudah tidak waras kali ya, mana mungkin seorang ceo yang kaya raya mau berteman dengan gadis sederhana kayak aku. Aahhh .... tapi menghayal saja sudah membuatku bahagia kok ... hi..hi..hi..."celoteh lembayung dalam hati sembari tersenyum sendiri. Gadis itu meletakkan gawai nya di samping sembari mata kembali menerawang langit - langit kamar.
Tiba tiba Lembayung di kejutkan dengan bunyi suara handpone nya yang membuat semua hayalannya pun ber terbangan. Dengan malas gadis itu meraih ponsel seluler di samping nya tanpa melihat siapa yang melakukan panggilan kepadanya.
" Haloo, Asalamualaikum" sapa Lembayung dengan pandangan tetap ke atas langit - langit melihat kipas yang terus berputar berlahan sembari pikiran melayang tidak fokus dengan sang penelpon tidak di kenal.
"Haloo, waalaikum salam cantik ! How are you, Do you still remember me? " terdengar suara ngebas dari seberang sana menyapa dengan lembut. Lembayung terperanjat seketika saat mendengar suara itu. Rasanya suara itu tidak asing di telinga Lembayung, suara ngebas yang begitu berwibawa dan nyaring terdengar telinga.
" I am fine , Who is this?, Do we know each other? "Jawab lembayung dengan dengan menatap tajam ponselnya. Sebuah nomor tidak di kenal benar - benar muncul di depan layar sesuai dengan harapannya. Suara itu secara spontan membuat jantungnya berdebar - debar kencang berpacu sangat cepat. Sebuah suara yang sangat ingin selalu dia dengar akhir - akhir ini, ternyata kini benar - benar nyata.
"Wah, baru berjumpa siang tadi masak sih sudah lupa "ucap suara dari seberang sana sembari terus menggoda lembayung , Lembayung semakin hampir di buat tidak percaya dengan kenyataan kalau itu benar - benar Arga yang sedang menelponnya. Ya benar itu memang benar Arga, laki laki yang baru saja dia pikirkan
" Apakah ini beneran Mas Arga ?" lirih Lembayung memastikan, sembari terduduk dengan perasaan nervous dan hampir tidak percaya
" Yes! this is me Arga , do you miss me baby , karna aku sangat merindukan mu " goda Arga lagi, yang membuat Lembayung semakin tersipu.
"Ya tuhan, apakah ini mimpi. Kenapa aku begitu bahagia mendengar suara rayuan nya? kalau laki laki lain yang menggoda aku seperti ini, jangan kan ku balas pasti langsung aku matikan sambungan seluler nya. Bahkan tak jarang dari mereka ku hadiahi sebuah tamparan keras yang mendarat di pipi. Namun kini semua berbalik. Bukannya marah aku justru bahagia dan tersipu malu, rasanya seperti baru pertama kali di telpon pacar. " celoteh Lembayung di dalam hati
" Aku tidak, eee anu Mass, maksud ku ada keperluan apa ya Mas nelpon saya "ucap lembayung berkilah untuk menyembunyikan rasa gugup dan perasaan nya yg tak menentu.
" Cuma mau pastikan aja nomor yang adek berikan siang tadi beneran aktif atau tidak, takutnya nomor yg di beri nomor palsu lagi " ujar Arga sekenanya seraya menggoda dan basa basi untuk menjalin ke akrapan
" Ah, tentu saja tidak mengganggu Mas, dan ini beneran nomor saya kok, gak mungkin lah saya bagi nomor palsu buat Mas " desis lembayung sembari mengulas senyum .
" Ya kirain aja alamat palsu kayak lagunya Ayu ting ting yg firal itu loh, si alamat palsu ha... ha... ha... " canda Arga di iringi tawa renyah sehingga menghilangkan segala kecanggungan antara kedua insan itu.
Ngomong - ngomong kalau untuk mencairkan suasana memang Arga jagonya. lama kelamaan Lembayung terbawa suasana menjadi nyaman dan rilex. Malam itu Mereka pun ngobrol dan saling tukar pengalaman di iringi canda dan tawa hingga tidak terasa beberapa jam sudah berlalu. Tiba tiba terdengar suara pintu rumah di ketuk di iringi suara Ibu Dewi yang mengucapkan salam berkali - kali dengan keras. Tanpa di sadari keduanya ternyata Ibu sudah pulang dari pengajian sedari tadi, memanggil - manggil Lembayung namun tiada jawaban dari putri sewata wayang nya itu. Awalnya Bu Dewi mengira Lembayung telah tertidur, hingga berencana menelpon anaknya itu. namun saat telpon terhubung nomor yang di tuju sedang sibuk dengan nomor lain.
"Ehh Mas, sepertinya Ibu sudah pulang deh !sudah dulu ya ngobrol nya Mas. Assalamualaikum "tutup Lembayung mengakhiri obrolan mereka.
"ohh iya, cepat buka pintunya gii, kasihan Ibu kelamaan nunggu di luar, besok kita sambung lagi ya hany, waalaikum salam my love "tutup arga sembari mematikan teleponnya.
"Deeg " jantung lembayung terasa berhenti. " Apa aku salah dengar kali ya, my love, my love, . Beneran yang aku dengar tadi? Mas Arga barusan bilang my love? Ohhh my good benar benar membuatku gila perasaan ini " gumam Lembayung di dalam hati dengan berjalan gontai sembari membuka pintu.
" Krreeek.. kreek ..Waalaikum salam, eeh ibu sudah pulang? maafkan saya ya Bu lambat membuka pintu, lain kali tidak akan terulang lagi " sergap lembayung sambil membuka pintu dan menjawab salam sembari mencium punggung tangan Ibunya.
"Sudah sejak tadi nak ibumu ini menunggu di luar, memangnya Bayung ketiduran ya, kok lama sekali membuka pintunya .
"Eee...e.ee..anu Bu tadi ada teman nelpon, jadi Bayung tidak dengar ibu pulang, maafkan Bayung ya bu !"ucap lembayung merasa bersalah telah membuat Ibunya menunggu agak lama di luar, akibat keasikan ngobrol dengan Arga tadi.
"Ya sudah nak tidak apa apa, sudah sana pergi tidur sudah malam, besok supaya tidak bangun kesiangan karna, karna besok kita mendapat tempahan seribu kotak nasi bungkus dari perusahaan Golden Corporation perusahaan mereka sedang berulang tahun dan Alhamdulillah mereka tempah nasi kotaknya sama kita Nak " ujar Ibu Dewi bersemangat
"Waaaaahhh Alhamdulillah ya bu , pasti pemiliknya sangat kaya raya, karyawannya saja ribuan orang " desis lembayung sembari tersenyum bahagia seraya memeluk Bundanya .
" Tentu saja nak, Golden Corporation kan perusahaan raksasa salah satu pemegang saham nya adalah keluarga tuan Permana Kusuma dan pemegang saham terbesar di miliki keluarga Winata, Sudah sana istirahat cah ayu ibu juga mau istirahat capek " titah Ibu
"Iya Bu, ehhh Ibu barusan sebut keluarga Pak Winata kok namanya sama dengan nama belakang Lembayung , jangan - jangan ibu ngefans ya sama keluarga Winata sehingga ibu memberikan nama yg sama kepada Bayung , hayoooo ngaku Bu " canda lembayung yang ssketika membuat Bu Dewi gugup .
" Aaa....eee..iiiitu , Apa apaan si kamu dasar bocah nakal, sudah pergi tidur sana !" selah Bu Dewi dengan gugup sepertinya memang ada yg di rahasiakan Bu Dewi kepada anak gadisnya itu.
"selamat malam Bu ""
" Selamat malam Nak " jawab Bu Dewi akhirnya Bu Dewi dan lembayung pun masuk kamar masing masing .
Namun nampaknya ada orang yg sedang jatuh cinta dan malam ini tak dapat tidur, ya lembayung terus salah tingkah dan rasa tak percaya dengan apa yg baru saja terjadi . Argana permana kusuma laki laki tampan yg membuatnya terpesona itu benar - benar menelpon nya.
" Aaahhh mimpi, ini pasti mimpi " ucapnya sembari mencubit tangannya sendiri
" Aaahhkk sakiitt " ya tentu saja sakit karna ini bukan mimpi. Setelah lelah berkata kata sendiri dalam hati , akhirnya lembayung pun tertidur pulas .
Sementara itu Bu Bewi , dengan cemas dan gelisah terbayang kejadian 22 tahun yg silam . Kejadian yg mengubah alur cerita hidup seseorang .