Para anggota yang bekerja di kedai nasi bu Dewi nampak hilir mudik dengan kedibukannya masing masing , dan beliau pun menambah beberapa karyawan cabutan untuk membantu menyiapkan pesanan nasi kotak yg di pesan perusahaan Golden Corporation. Pesanan kali ini bukan main main seribu kotak. Dan demi menjaga Kualitas dan kuantitas masakan bu Dewi benar benar teliti dan tidak ingin mengecewakan pelanggannya.
Sementara itu di kantor perusahaan Golden Corporation tampak Anton yg sedang tergopoh gopoh mendatangi ruangan CEO dengan wajah yang tegang dengan membawa selembar kertas di tangannya.
" Arga kamu sudah gak waras ya? pesan nasi kotak sampai seribu buah buat apa? pake alasan lagi untuk merayakan ulang tahun perusahaan, ulang tahun perusahaan kan sudah lewat tiga bulan lalu dan sudah dirayakan secara besar besaran " protes Anton seraya memberikan laporan dari bagian keuangan perusahaan .
"Haa..haa..ha... itu cuma untuk alasan supaya bisa ketemu Lembayung "jawab Arga enteng sembari tertawa dan memainkan pulpen di atas mejanya dengan santai dan tidak menghiraukan Anton yang tegang seraya meletakkan kertas print uout di depannya
"Dasar bucin gila ! lantas nasi kotak segitu banyaknya mau di kemanain tuanku Arga yang terhormat !!!.... " cerca Anton lagi
"Ya eluuh makan lah , eluuh habisin sana! begitu aja tanya, eluuh bagiin kek sana sama karyawan atau kamu berikan ke panti asuhan kan beres. Gitu aja kok repot " pungkas Arga sekenanya.
" Hadeeehhh dasar bucin. Orang kaya maa bebas, melakukan apapun termasuk melakukan hal - hal yg tak masuk akal sekalipun, ya, namanya orang kaya uangnya kan gak berseri " gerutu Anton dalam hati sembari bersandar di kursi. Menatap Arga sedang yang senyum - senyum sendiri.
" Ha..ha..ha..ha.....sudahlah, sakit otak ku kalau kamu sudah merepet Ton !, ayook kita kesana, kita temui bidadari ku , sembari mau kenalan sama orang tuanya " ajak Arga sembari bangkit dan melemparkan kunci mobilnya ke Anton. Pemuda itu menangkap kunci yang di lempar Arga seraya berdiri mengikuti Arga dari belakang.
" Arga, kamu yakin dengan apa yang kamu lakukan sekarang? jangan bermain api Ga, kalau sampai Bu Shofi dan Dinda tau kan bisa kacau urusannya, sebaiknya kamu pikirkan lagi, tapi kalau hanya untuk bersenang- senang saja seperti biasanya, ya tak mengapa sih " ujar anton yang cemas melihat tingkah sahabatnya ini, karna ia tahu benar saat ini Arga sudah di jodohkan dengan Dinda anak relasi sekaligus sahabat papanya sendiri.
" Aku serius Ton , dan aku hanya menginginkan Lembayung sebagai istriku, lagipula aku tidak mencintai Dinda, aku menganggap Dinda hanya sebagai teman, tidak lebih. Umurku sekarang sudah tiga puluh tahun, sudah bukan waktunya lagi untuk mencari pacar dan bermain - main, tapi mencari istri yang sesuai untuk menjadi ibu dari anak - anakku nanti " jawab Arga serius
Anton pun hanya terdiam dan tidak berkata apa- apa lagi. Apa pun itu keputusan ada di tangan Arga sendiri, sebagai sahabat dia hanya bisa mengingatkan.
"Ya , yang terjadi biarlah terjadi " ujar nya dalam hati sembari mengendarai mobil sport Arga menuju kedai nasi Bu Dewi.
Sementara di kedai nasi Bu Dewi nampak Lembayung masih sibuk merapikan kotak kotak makanan yang semuanya sudah teratur rapi.
"Bu, semuanya sudah selesai genap seribu kotak dan juga sudah di lebihkan dua puluh kotak sebagai bonusnya " ucap lembayung kepada ibunya yg masih nampak sibuk meladeni para pembeli yang lain.
"Ohhh, alhamdulillah akhirnya selesai juga. Ya sudah nak, sekarang sana kamu pergi istirahat dulu! Nanti gantian bantu ibu jaga kedai " perintah Bu Dewi dan di ikuti anggukan patuh Lembayung mengiyakan ucapan ibunya.
Tapi belum sempat lembayung beranjak terdengar suara deru mobil dari pelataran kedai di iringi dua pria yg keluar dari mobil tersebut.
Lembayung pun sangat terkejut melihat salah satu pria yg muncul di hadapannya. Yang begitu sangat dia kenal, karna selama beberapa hari belakangan ini, pria tersebut mampu membuat ia tidak bisa tidur dengan nyenyak di karenakan selalu terbayang wajah nya yang sangat menawan. Dengan mata berbinar Lembayung menunggu Arga masuk kedalam.
"Asalammualaikum Bu " desis Arga dengan sopan menyapa Bu Dewi yang sedang antusias menghitung ulang kotak di hadapannya.
"Waalaikum salam, eehhh Nak Arga sudah datang toh, maaf Ibu gak lihat tadi. Oh iya Nak, nasi kotaknya semua sudah siap di kemas mau di antar kemana ya Nak ? " tanya Bu Dewi seraya menyongsong ke datangan Arga.
"Oohh tidak apa- apa Bu, biar anak buah saya saja yang bawa yang akan membawanya nanti, tidak perlu di antar " jawab Arga sembari melirik Anton dan tentu saja pemuda itu faham atas ucapan bos nya, Anton bergegas menelpon anak buahnya untuk segera datang dan mengambil seluruh pesanan nasi kotak mereka. Sebagian di bawa ke kantor untuk di bagikan ke para karyawan dan sebagian lagi akan di bagikan ke panti asuhan yang ada di kota Medan
Sementara Lembayung yang gugup menyapa Arga dengan malu - malu.
" Ja- jaadi yang memesan seluruh nasi kotak ini adalah Mas Arga ya? " tanya Lembayung dengan gugup yang hanya di balas senyuman serta anggukan oleh Arga. Pemuda itu pun tampak sedang berpura - pura biasa saja, seperti layaknya pelanggan yang lain. Walaupun di dalam hati bergemuruh tidak menentu memandang pesona gadis di hadapannya itu.
"Benar Bayung Nak Arga lah yang memesan seluruh nasi kotak ini. Loh, emangnya kalian sudah saling kenal ya ? " tanya Bu Dewi dengan mata membulat sempurna di iringi senyum.
"Sudah Bu,kami sudah sangat akrab dan saling kenal " pungkas Arga yang menjawab sembari menatap lekat Lembayung yang nampak semakin gugup dengan jawaban Arga.
" Ohhh bagus lah kalau gitu, mari Nak Arga silahkan duduk, sekalian makan siang. Pasti Nak Arga belum makan kan? Nanti biar di siapkan sama Lembayung. Sama temannya itu suruh makan sekalian, Bayung siapkan makan gii cepat! ". Perintah Bu Dewi kepada Lembayung. Gadis cantik itu mengangguk dan bergegas menyiapkan makanan untuk Arga dan Anton.
" Emang gila Gaa, ini mah Dewi yang turun dari langit! pantas saja kamu klepek klepek seperti anak ayam yang di sembeli. gadis nya sungguh sangat rupawan begini!! Aku saja pun tak kuasa menahan pesonanya. Cantik buanget " sergap Anton dengan mata membulat sempurna. Air liurnya terasa penuh dan hampir menetes dengan sendirinya. Tanpa sadar tangannya mencubit lengan Arga untuk memastikan gadis itu nyata dan bukan mimpi.
" Gila luh Ton! sakit bego! Jangan macam - macam luuh ya Ton! ini kakak ipar lu " hardik Arga yang sewot di iringi tawa Anton yang sengaja menggoda sahabatnya itu. tidak berapa lama Lembayung datang dengan membawa beberapa menu hidangan di atas nampan.
" Ayoo Mas silahkan makan, tapi maaf kalau Mas tidak nyaman atau masakan nya tidak sesuai dengan Mas berdua, maklumlah ini cuma warung kecil dan sederhama " cicit Lembayung sembari mempersilahkan makan Arga dan Anton.
"Gak apa apa Dek, biar warung kecil tapi rasa masakannya sangat lezat. Resto besar pun kalah. Terimakasih ya cantik, ayook sini kita makan bareng " Goda Anton sembari melirik sahabatnya yang sedang menggerutukkan gigi di sebelahnya.
"Iya Mas, terimakasih. Saya sudah makan tadi dengan para pekerja Ibu " jawab lembayung yang masih malu - malu.
Arga dan Anton pun tidak mau menyia - nyiakan hidangan di hadapan mereka. Dengan lahap keduanya segera menyantap makanan yang di sediakan Lembayung dengan nikmatnya.
Sembari makan netra Arga terus tertuju kepada gadis cantik di hadapannya itu. Ekor matanya bergerak kesana dan kemari memperhatikan lembayung yang sibuk membantu Ibu melayani para tamu yang ramai. Gadis itu juga terlihat sesekali melirik ke arah Arga sambil tersenyum saat pandangan mereka beradu. Saat itu waktunya jam makan siang, pembeli yang mulai ramai berdatangan mengganggu dua sejoli yang sedang curi curi pandang.
Selesai melayani para tamu yang ingin merasakan nikmatnya masakan Bu Dewi dan sekaligus ingin melihat cantiknya sang bunga desa, Lembayung pun bergegas menghampiri Arga yang saat itu juga sudah selesai makan dan meminta para pekerjanya untuk membersihkan meja.
"Maaf ya Mas, kalau suasananya tidak nyaman, dan rasa masakannya kurang enak, maklumlah, Mas kan terbiasa makan di tempat mewah "ucap lembayung merendah sembari tersenyum manis membersihkan meja dari sisa - sisa hidangan yang tertumpah.
"Enak!, sangat lezat kok, malah mungkin mulai besok saya akan makan disini atau begini saja , mulai besok saya akan catering makan siang dari sini dan harus Adek yang antar bagaimana " tawar Arga serius
"Aahh, Mas Arga ini, pasti Mas sedang bercanda kan ? desis lembayung tidak menghiraukan ucapan pemuda itu.
" Aku tidak bercanda, aku serius! Mulai besok Adek harus mengantarkan makan siang buat Mas ke kantor ya? berapa pun biayanya perbulan akan Mas bayar, okey " ujar Arga dengan antusias.
" Mas serius mau chateringan sama kami? Tapi masalahnya bukan tentang biaya nya Mas, tapi ibu setuju atau tidak. Baiklah aku akan bicara sama ibu dulu ya Mas, nanti aku kabari "jawab lembayung meihat kesungguhan ucapan Arga.
"Oke Mas tunggu ya! kalau Lembayung gak datang mengantarkan makanan ke kantor, Mas pasti kelaparan besok. lagi pula bukan cuma makanannya yang aku tunggu yang paling penting adalah gadis yang yang mengantar makannanya " sela Arga mencari simpati Lembayung.
Lembayung mengangguk dengan wajah meronah menggemaskan, ucapan pemuda itu semakin membuat nya tersipu , tanpa sadar mereka berdua pun berpandangan mata cukup lama, tangan Arga menyentuh tangan lembayung di atas meja, di saksikan Anton yang sejak tadi melihat tingkah bos nya itu yang hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala sembari tersenyum. Hingga Bu Dewi datang dan melihat tingkah dua sejoli ini.
"Eeheemm.. ehemmm...sudah selesai makannya Nak Arga "ucap Bu Dewi sembari mengulum senyum dan melirik tangan mereka yang tak sadar berpegangan sejak tadi.
Secara spontan kedua nya menarik tangan masing - masing dengan gugup.
"Suu...suudah bu ,hi..hi.. masakan Ibu sunggu lezat sekali , terimakasih ya Bu atas traktirannya. Oh Iya Bu, mulai besok rencananya saya mau pesan catering untuk saya dan para karyawan di kantor saya, bisa kan bu ?" mohon Arga gugup karna ketahuan memegang tangan lembayung tanpa sadar.
"Ohhh tentu saja bisa, nanti biar Lembayung yang antar di temani Eni "jawab Ibu dengan senang tentunya karna dapat job baru
"Iya Bu setuju, setuju ! biar Dek Bayung saja yang antar ya bu . Nanti pembayarannya Anton yang akan urus " pekik Arga tertahan karna girang dengan wajah berseri.
Sementara Lembayung berdiri sembari mengapit tangan ibunya dengan manja dan hal itu membuat arga semakin gregetan .
"Ya sudah, Arga mau permisi ya Bu, dan terimakasih atas makanannya, masakan Ibu memang sangat lezat sekali. Arga pamit mau ke kantor lagi, dan kamu Lembayung aku tunggu besok ya! " ucap Arga sembari mengerling kan mata nya sebelah ke lembayung dan hal itu membuat Lembayung semakin tersipu.
"Iya Nak dan terimakasih ya atas pesanannya, semoga tidak mengecewakan " ujar Bu Dewi
"Iya bu sama sama " pungkas Arga sembari mendekati Bu Dewi.
"Kami permisi ya Bu , Assalamualaikum " Arga berpamitan sembari mencium punggung tangan Bu Dewi.
"Waalaikum salam , hati hati di jalan ya Nak Arga "jawab Bu Dewi, dan tentu saja ibu terkesan dengan sikap sopan santun pemuda itu.
Arga berlalu dari rumah Bu Dewi dengan hati berbunga - bunga. Sepanjang jalan pemuda itu bersiul merdu mencerminkan suasana hatinya saat itu dan kembali ke kantor dengan perasaan bahagia penuh semangat seperti baterai yang baru saja di cas penuh. Anton yang menyetir hanya bisa menggelengkan kepalanya tersenyum lebar melihat tingkah sahabatnya tersebut.
" Yung, Ibu kok merasa Nak Arga itu pemuda yang sangat baik dan sopan lagi, ibu maa setuju sekali kalau dia jadi mantu ibu " desis Bu Dewi menggoda anaknya.
"Aaahh ibu, apaan sih ! itu tidak mumgkin terjadi Bu! mana mungkin orang kayak Mas Arga mau samaLlembayung. secara kita kan orang kelas bawa, sementara mereka kelas raja, itu hal yang tidak mungkin "jawab Lembayung dengan wajah tersipu namun tersirat sedih dengan ucapannya sendiri yang tidak percaya diri.
"Siapa bilang Bayung kelas bawa, Bayung itu bahkan di atas mereka. jadi sepadan kok dengan mereka "ucap Bu Dewi tanpa sadar.
"Maksudnya apa Bu? Bayung tidak faham dengan apa yang ibu katakan. " tanya Lembayung bingung dengan ucapan ibunya itu.
"Eeehhh... aaahh..oohhh itu anu maksud Ibu hanya nyeletuk aja kok. Bagi Ibu Kamu itu sangat berharga dan harta yang tidak ternilai di atas mereka. Lagi pula semua manusia di mata allah sama nak. Yakin dan percaya kalau jodoh apapun itu tidak ada yang bisa menghalangi" ucap bu dewi kelagapan dan mencari alasan.
" Sudahlah istirahat gi sana ! nanti gantian dengan ibu jaga kasir " perintah Bu Dewi sembari mengalihkan pembicaraan
"Iya Bu, Bayung permisi ke kamar ya ? " ucap lembayung
Gadis itu pun pergi ke kamar di sertai anggukan Bu Dewi mengiyakan perkataan anaknya