Arga menolak perjodohan

1790 Words
Sementara itu di kediaman keluarga Permana Kusuma tampak keluarga itu sedang menyantap sarapan pagi sambil berbincang bincang. Setiap pagi mereka menyempatkan diri untuk sarapan bersama di sela sela waktu di tengah rutinitas kesibukan masing masing penghuni rumah, dan akan bertemu saat makan malam. "Jadi gimana Gaa kapan keluarga kita akan meminang dinda , jangan lama lama mengambil keputusan Gaa, mama juga pingin menimang cucu . Lagian umur kamu juga sudah tidak mudah lagi , sudah waktunya berkeluarga , keluarga kita harus mendapat pewaris , yaa kan pa ? lagi pula Dinda lah gadis yang cocok untuk keluarga kita. Status sosialnya sepadan dengan kita." Ucap mama sembari menyendokkan sop ke mulutnya. "Betul kata mama mu Arga , lagian papa juga sudah bicara sama pak Johan Raharjo, dia pun ingin agar perjodohan ini cepat terlaksana , sebelum dia kembali ke amerika" jawab pak permana "Maa , paa , pernikahan ini masalah hati , Arga tidak mau menikah dengan wanita yang tidak Arga cintai , rumah tangga kami tidak akan berhasil ma , pa" ucap Arga yang kurang antusias dengan perjodohan ini. Apalagi sejak bertemu dengan Lembayung, di hati Arga hanya ada wajah Lembayung seorang. Suaranya yang lembut dan senyumnya yang menawan bwnar benar membuat Arga mabuk kepayang. " Apa kurangnya Dinda Ga ? dia cantik , pintar , modis , berpendidikan kaya raya dan sempurna akan sangat muda untuk kamu mencintainya, yang paling penting dia dari keluarga terpandang, apalagi papa Dinda dan papa kamu itu bersahabat dan bekerja sama , itu sangat baik untuk kemajuan perusahaan kita, dan hanya Dinda yang pantas menjadi menantu keluarga kusuma " sela mama dengan nada yang agak tinggi menahan amarah kepada anak lelakinya itu "Betul itu kak yang di katakan papa dan mama , hanya kak dinda yang pantas menjadi kakak ipar ayu, lagian kak dinda juga sangat baik dia sering membelanjakan ayu barang barang branded " ujar ayu menimpali kata kata mamanya. Ayu adik Arga yang hidup selalu berkecukupan dan segala yang dia inginkan akan di dapatkan. Sejak kecil mama selalu meninggalkan nya sibuk mengurusi bisnis dan mempercayakan pengasuhan Ayu dengan pembantunya yang juga pengasuh Arga mbok Minah .Kasih sayang yang di dapatkan hanya dari mbok Minah, baginya harta adalah kebahagiaan bahkan dia tidak tau apa itu cinta sejati. "Aaahhh sudahlah , Arga tidak mau dengar , pokoknya Arga menolak perjodohan ini. Titik. Sejak dulu Arga menganggap Dinda itu sebagai adik tidak lebih. Lagi pula Arga sudah punya pilihan sendiri " Arga segera menyelesaikan sarapan dan berlalu mengambil tas kerja di sampingnya. Tidak ingin meneruskan pembicaraan yang ujung ujung nya akan memojokkan dan memaksanya menikahi Dinda sahabat masa kecilnya itu. Arga bergegas meninggalkan keluarga nya yang spontan bengong mendengar ucapan arga "Apaaaa ? maksudmu apa Gaa, kembali Gaa kita belum selesai bicara , mama gak mau ya kamu asal pilih menantu untuk rumah ini " teriak mama "Itulah anak yang selalu mama manjakan , jadi keras kepala kan , kalau perjodohan ini sampai gagal , papa akan sangat malu sama pak Johan Raharjo ma" ucap papa kesal sembari meninggalkan meja makan . Meninggalkan mama dan Ayu yang juga hilang nafsu makan mendengar penolakan Arga. *********** Sementara itu di kedai nasi Lembayung sedang siap siap mengantarkan catering yang di pesan oleh Arga . Dengan menaiki mobil pecap coldiesel hitam yang terbuka bak belakangnya, di temani eni . Mobil itu di siapkan bu Dewi memang spesial untuk mengantarkan pesanan pesanan nasi kotak atau catering yang di pesan oleh konsumen dalam jumlah besar , baik itu acara pernikahan atau jamuan jamuan yang menggunakan jasa kedai nasi bu dewi. "Bu Bayung berangkat dulu ya " ucap lembayung sembari mendekati dan mencium tangan ibunya. "Iya , hati hati di jalan ya nak , jangan ngebut ngebut bawa mobilnya, Eni dimana ? dia ikut kan ?. " iya bu , Eni sudah di mobil , Bayung berangkat bu , asalamualaikum " "waalaikum salam "jawab bu Dewi Lembayung berangkat dengan mengendarai mobil coldiesel nya . Bu dewi melihat anaknya itu dari kejauhan , ada rasa sedih di hatinya. Matanya berkaca kaca menatap kepergian anaknya. Ada rasa sesak dan bersalah menyeruak di lubuk hatinya. " tak seharusnya Bayung hidup susah membantu ibu seperti ini nak , seandainya saja kejadian itu tidak terjadi mungkin Bayung sudah menjadi seorang putri sekarang " gumam bu dewi lirih dengan menyeka lembut buliran air yang membasahi pipi tuanya Sementara itu mobil coldiesel lembayung sudah memasuki pelataran parkir perusahaan Golden Corporation. Eni sibuk menurunkan kotak kotak nasi di bantu satpam yg bertugas di sana. "En , kamu bawa kedalam ya semua kotak makanan ini , titipkan aja ke personalia , saya akan mengantarkan rantang ini ke ruangan pak arga " ucap lembayung kepada eni . "Iya mbak , nanti saya antarkan ke personalia , mbak hati hati ya awas kesasar soalnya kantornya gede banget dan banyak ruangan yang berliku ,hi..hi..hi.." jawab eni seraya nyengir . " iya , kamu tenang aja , nanti saya ingat jalan keluarnya "ucap lembayung sembari tersenyum mendengar ucapan eni. "Oya pak , ruangan pak Arga dimana ya? , kemaren pak Arga minta saya antar langsung makanannya keruangan beliau " tanya lembayung kepada satpam yang bertugas di depan pintu masuk. "Oohhh , mbak terus aja naik ke lantai 5 , setelah sampai di lantai 5 mbak belok kiri nanti ada tulisan ruangan CEO naaahh.... itu dia ruangan pak Arga, di depannya ada ruangan sekretaris pak Arga nanti dia yang membawa mbak masuk menemui pak Arga , oh ya... lif nya ada di samping tangga sebelah kanan ya mbak. Kalau harus jalan kaki bisa bisa nanti mbaknya gak sampe sampe..hi..hi..hi.." terang pak satpam dengan lengkap sembari bercanda. " oohh iya , terimakasih ya pak " ucap lembayung tersenyum. " iya sama sama mbak " jawab pak satpam sembari mengangkat kotak kotak nasi kedalam membantu eni. Lembayung pun pergi mengikuti arah yang di tunjukan pak satpam , dia menaiki lif dan sampai ke lantai 5. Matanya menyapu area sekitar mencari ruangan yang ada plank bertuliskan ruangan RUANGAN CEO. Akhirnya dia melihat ruangan itu tepat di hadapannya , di depan ruangan nampak seorang wanita cantik yg sedang memperhatikan lembayung menuju kearahnya. dengan tatapan tidak suka. Wanita itu adalah sekretaris Arga yang bernama Nadya. Nadya seorang gadis cantik yang sombong dan materialistis. " Permisi mbak , apa benar ini ruangan mas Arga ?" Tanya lembayung dengan sopan " Kamu siapa , dan ada perlu apa mencari pak Arga ? Sudah buat janji " tanya gadis itu jutek "Sudah mbak ,saya mau mengantarkan makanan pesanan mas Arga " jawab lembayung "Oohhhh kurir makanan tooh , belagu amat sini kasikan sama saya biar saya yang antar ke dalam , di sini tidak di ijinkan sembarangan orang masuk apalagi hanya kurir pengantar nasi yang miskin dan dekil. Oh ya lain kali yang sopan panggil pak Arga ya , Pak bukan Mas , ingat sadar diri mbak. Yaaa..tapi orang kampung yang gak makan sekolahan mana mungkin tau etika dan tata krama." ucap sekretaris itu dengan nada menghina "Ohh iya mbak , maaf , ini rantangnya dan saya permisi " ucap lembayung dengan rasa tidak enak hati mendengar ucapan Nadya yang tetang terangan menghina dirinya. Sekretaris itu bernama Nadia, dia pun mengambil rantang dari tangan lembayung dengan menghentak kasar dan dengan tatapan sinis kemudian meninggalkan lembayung yang tertegun sendirian masuk keruangan arga "Took...tokk..took " nadia mengetuk pintu meminta ijin masuk " iya masuk " jawab arga dari dalam yang sedang gelisah menunggu kedatangan lembayung yg tak kunjung datang . Hari ini arga berencana mengungkapkan isi hatinya kepada lembayung . Dia tidak mau terlambat . Apalagi orang tuanya sudah mendesak terus untuk perjodohannya dengan dinda. " ada apa " tanya arga singkat " ini pak tadi ada kurir wanita yang mengantarkan makanan untuk bapak " jawab Nadya dengan nada lemah lembut seraya membuka rantang untuk di santap tanpa menunggu perintah dari Arga. Arga menatap rantang di tangan Nadya dengan seksama dan seketika dia menyadari siapa wanita yang di panggil Nadya dengan sebutan kurir tersebut. Arga spontan berdiri dan menghardik Nadya. " Lembayung!! ..itu pasti Lembayungku..dasar sekretaris bodoh. Cepat kejar dia dan bawa kemari. !! jangan sentuh rantang itu, Bawa Lembayung cepaaattt! " bentak arga yang sudah tidak sabaran mau ketemu pujaan hati yang sejak tadi di nanti nya itu Tubuh Nadya bergetar ketakutan. Dia tidak menyangkah wanita yang baru saja di rendahkannya itu adalah wanita yang dari tadi sedang di tunggu atasannya itu. Terlebih Nadya sudah mengusir lembayung dengan kata kata kasar dan menyakitkan " taapii pak , waa...waanita itu sudah pergi " ucap nadia terbata bata " Apaaa lancang sekali kamu , siapa yang menyuruh dia pergi " bentak arga lagi " aku tidak mau tau , cepat panggil lembayung kemari , atau kamu saya pecaat !" Ancam arga " iiiii...iiya pak , maafkan saya pak " ucap nadia ketakutan sembari membalikkan badan hendak mengejar lembayung. Tapi sebelum keluar secara tiba tiba Anton masuk dan membuka pintu di ruangan itu. KREKK.....Eheeemmm....eheeemmmm " tiba tiba anton masuk dan berdehem seraya memberikan isyarat kepada arga supaya menahan emosinya "Mari masuk " anton pun mempersilahkan wanita itu masuk Dan betapa terkejutnya arga melihat lembayung . Wanita yang sudah meluluh lantakkan hatinya itu sudah ada di hadapannya . Secara spontan rasa marah langsung berubah bahagia seketika Sedangkan nadia keluar dengan menatap lembayung dengan tatapan sinis dan tidak suka.Ternyata Nadya pun berharap menjadi kekasih ceo tampan itu namun Arga tidak pernah memandangnya. " wanita sialan gara gara dia , aku di bentak bentak pak arga, apasih hebatnya wanita buluk itu , iissshh masih kalah jauh penampilannya dengan aku " gerutu Nadya sesampainya di ruangannya sembari meremas kedua tangannya. "Lembayung , marii kesini , mas sudah lama menunggu , lapaaaar " ucap arga senang sembari meraih tangan lembayung untuk duduk di hadapannya . Dan meminta lembayung membuka dan menyiapkan makan siangnya. " ya sudah , aku gak mau jadi nyamuk pengganggu , aku juga sudah lapar dan mau makan masakan bu dewi yang super duper nikmat itu di ruanganku , lembayung kamu hati hati ya , si Arga kalau lapar apapun yang ada di hadapannya akan dia makan , takutnya kamu juga akan disantapnya " ucap Anton sembari bercanda " kampreeet luuh ton , bikin dek lembayung takut aja luuh pergi sana , dasar pengganngu !" Seru arga Anton pun pergi di iringi tawa lucu melihat tingkah temannya yang sedang kasmaran itu. Ya tidak biasanya Arga bersikap demikian dengan wanita wanita yang dekat dengannya , hanya lembayung lah yang mampu membuat arga jatuh cinta sejak pandangan pertama Untung saja tadi anton bertemu di saat lembayumg menunggu lif yang masih di lantai dasar , sedangkan anton berada di dalam lif dan hendak menuju ke ruangannya yang bersebelahan dengan ruangan arga di lantai 5. Kalau tidak benar benar arga pasti murka dengan sekretarisnya itu. Dan bisa di pastikan Nadya akan kehilangan pekerjaannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD