Dengan lahap dan dengan perasaan bahagia Arga menyantap habis masakan yang di bawa lembayung yang memang benar benar lezat .
Masakan yang di santap arga memang lembayung sendiri yang memasaknya. Lembayung memang sangat pandai memasak di sebabkan dari kecil dia sudah membantu ibu memasak di dapur . Dulu sebelum punya karyawan lembayung dan ibu sering bergantian memasak untuk jualan mereka. Sembari mengunyah makanannya pandangan Arga tak lepas menatap Lembayung dengan penuh cinta. Sesekali tatalan mereka beradu. Lembayung yang menyadari tatapan Arga kepadanya hanya tersipu sembari mengalihkan pandangannya.
"Alhamdulillah kenyaang , benar benar lezat masakan adek , nanti kalau kita menikah mas pasti makan di rumah terus " ucap arga kepada lembayung dengan tatapan menggoda
" maas apa apaan sih , ngelantur aja , nanti di dengar orang di sangka beneran baru tau rasa " ucap lembayung tersipu sembari merapikan rantangnya
" tapi adek mau kan jadi istri mas arga " ucap arga sembari memegang tangan lembayung.
Yang tentu saja tangannya langsung di tepis oleh lembayung karna lembayung tidak mau di lecehkan atau tidak mau ada yang bertindak tidak sopan kepadanya , walaupun dia anak dari keluarga sederhana tapi dia tidak gila harta, dan walaupun dalan hatinya juga tertarik dengan Arga namun dia tetap menjaga harga dirinya.
Itu juga yang membuat arga tergila gila padanya selain cantik anggun dan sopan lembayung juga tidak gampangan dan tidak matre.
Tapi Lembayung masih mengira arga bercanda dengannya. Walaupun di hati lembayung ada binar binar cinta yang tersembunyi di sana . Tapi dia sadar diri siapa dia dan siapa arga , bagai punguk yang merindukan bulan .
"Sudahlah mas , stop bercandanya , saya jadi baper loh " ucap lembayung membari membersikan tangannya dengan tisu dan menyembunyikan perasaannya dalam dalam
" lembayung , aku tidak bercanda, aku serius . Aku mencintaimu , aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu " ucap arga sembari memegang tangan lembayung kuat dengan tatapan serius.
" maas, aaaku , aku hanyalah gadis biasa , ini tidak mungkin mas , maas bercandakan . " ucap lembayung lirih sembari merusaha menarik tangannya yang di pegang kuat oleh arga, lembayung masih tak percaya, Arga menyatakan cintanya, semua bagaikan mimpi , mimpi manis.
"Mas serius dek, coba tatap mata mas , apa mas nampak bercanda, Tidak ada yang tidak mungkin dek , jodoh Allah yang mengaturnya , mas serius , jadilah istri mas ya " ucap Arga sembari memohon dengan mata yang sayu penuh harap.
Lembayung tertunduk, diam seribu bahasa tidak tau harus berkata apa, masih tidak percaya akan semua ini. Tentu saja dia sangat bahagia karna dia juga diam diam mencintai Arga sejak pandangan pertama .
" Coba tatap mata mas , apakah adek tidak merasakan perasaan apapun sama mas, apakah adek tidak mencintai mas sedikit saja " ucap Arga memelas dan memohon
Lembayung pun berlahan mengangkat wajahnya dan menatap mata Arga , ya di dalam sana dia melihat cintanya . Dia juga jatuh cinta pada pandangan pertama .
"Jawab mas sayang , apakah lembayung menerima maas sebagai calon suami lembayung ? jawablah sayang , mas mohon " ucap arga memelas tanpa basa basi.
"Tapi mas apa ini terlalu cepat. Aku tidak mau di permainkan mas. Beri aku waktu perlu berpikir " lembayung mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman Arga, namun Arga semakin kuat menariknya hingga Lembayung terhuyung ke dalam pelukan Arga. Mata bereka pun kembali beradu. Binar binar cinta nampak di mata kedua sepasang sejoli itu.
"Lembayung jawablah, apa kamu mencintaiku seperti aku mencintaimu" Arga mendekatkan wajahnya ke wajah Lembayung seraya berbisik lirih
Lembayung masih terdiam hembusan nafas harum Arga menerpa wajah nya membuat jantungnya berdebar kuat tak terkendali. Lwmbayung berusaha mengendalikan perasaannya supaya jangan terhanyut lebih dalam lagi. Dengan wajah menunduk dengan perlahan lembayung menganggukan kepalanya. Serta merta Arga berteriak girang, akhirnya cintanya berbalas. Wanita pujaan hatinya menerimq cintanya. Arga memeluk erat tubuh lembayung dengan perasaan berbunga bunga.
" Alhamdulillah .... ucapkan iya sayang , ucapkan iya dari bibirmu , mas mau dengar langsung " pinta Arga bahagia sembari memeluk lembayung
" iya mas , aku juga mencintai mas Arga sejak kita ketemu " jawab lembayung lirih sembari malu malu.
" Ya allah terimakasih , ayook sayang kita pulang menjumpai ibu , lagian mas juga gak mau lama lama pacaran takut dosa , bukan waktunya lagi mas berpacaran tapi menikah " ucap Arga sembari menarik tangan lembayung
" Tapi mas , apa ini tidak terburu buru , Bayung takut , nanti biar Bayung saja yang ngomong sama ibu ya " ucap lembayung mengikuti langkah Arga yang menariknya keluar ruangan dengan antusias.
Sementara nadia melihatnya dengan tatapan iri dan tidak suka." Ciihh dasar w************n, gembel saja belagu. Lagian pak Arga apa matanya buta sih, ada yang lebih cantik dan seksi di depannya malah tertarik dengan cewek udik kayak gitu.. ciihh..." makinya dalam hati
************
Nadya terus mendumal seraya memaki lembayung dengan tatapan tidak suka. Dia tidak bisa terima kedekatan lembayung dengan atasannya itu. Selama ini Nadya selalu berusaha menggoda Arga dengan berbagai cara namun Arga tidak pernah memandangnya atau mengubrisnya. Bahkan ke orang pintar pun di lakoni Nadya untuk menaklukan hati atasannya itu, namun semua nya sia sia. Arga tetap tidak bergeming tidak nampak sedikitpun ketertarikannya kepada Nadya. Nadya yang selalu berpakaian minim dan seksi dengan mekup glamour dan dengan suara yang di buat buat mendesah malah terkadang membuat Arga tertawa. Dia mempertahankan Nadya debagai sekretarisnya semata mata karna pak Permana papanya yang bersahabat baik dengan papa Nadya.
Sementara itu sesampainya di lobby perusahaan, lembayung yang malu menjadi pusat perhatian menarik tangannya yang terus di pegang oleh arga , seakan akan tak mau lepas .Sementara para karyawan terus berbisik bisik melihat tingkah bosnya itu sembari senyum senyum dengan tatapan penuh arti.
" Mas lepas mas , malu di lihatin orang, lepaass... lagian saya tadi bawa kendaraan "ucap lembayung seraya menghentakkan tanganmya Argar tertepas dari tangan Arga.
Namun tenaga Arga yang lebih kuat tak mampu membuat tangan Lembayung terlepas. Malah semakin kuta menggengamnya, Lembayung pun hanya bisa pasrah dan menuruti Arga dengan wajah meronah merah karna tatapan para karyawan yang berbisik bisik ke arahnya.
"Oh ya sayang , mana kendaraannya ? Tanya arga sembari terus berjalan menuju parkiran .
" itu " jawab lembayung sembari menujuk sebuh mobil pecap coldiesel sederhana dan nampak Eni sedang menunggu di dalam nya, Eni langsung keluar begitu melihat lembayung dan Arga datang.
Arga pun tanpa sadar tertawa
" ha..ha..ha.. mobil coldiesel itu yg adek naiki tadi " ucap arga hampir tak percaya.
Secara jaman sekarang ada seorang gadis cantik mau mengendarai mobil dengan bak belakang terbuka, itu suatu yang luar biasa menurut Arga. Tapi bagi seorang lembayung itu suatu yang biasa. Arga melongo tak mempercayai gadis cantik di hadapannya benar benar apa adanya dan tak jaga imej. Benar benar gadis spesial ujar Arga dalam hati.
"Iya memangnya kenapa mas, apa ada yang lucu " jawab lembayung sewot
" ha..ha..ha.. , aah tidak sayang , ya sudah begini saja , biar pak ilham yg antar Eni dan bawa mobil adek ya , adek biar mas antar saja "ucap arga yang kemudian langsung memanggil pak satpam dan memerintahkan untuk mengantar eni sembari mengeluarkan beberapa lembar uang kertas 100 ribuan kepada pak ilham .
Pak ilham adalah satpam yang membantu lembayung tadi. Seorang lelaki berumur lima puluh tahunnan yang bertanggung jawab pada pekerjaannya dan humoris.
Tentu saja dengan senang hati pak ilham menerimanya uang tips dari bos besarnya itu. Berjumpa dengan lembayung adalah sebuah rejeki untuknya.
"Terimakasih pak Arga , biar neng Eni saya antar , mari neng. " ucap pak Ilham sembari masuk ke mobil di ikuti Eni
" Mbak Bayung , saya duluan ya " ucap Eni sembari membuka pintu mobil
" Iya En , jumpa di rumah ya "jawab lembayung
" Ayok dek , masuk mobil mas kita kerumah adek, mas ingi bertemu ibu adek " ucap Arga sembari membukakan pintu mobilnya untuk lembayung masuk .
" Iya " ucap lembayung singkat sembari masuk mobil .
Mobil mewah itu pun meluncur meninggalkan parkiran Golden Corporation
Di dalam mobil lembayung diam seribu bahasa , masih belum percaya apa yang terjadi . Secepat ini Arga melamarnya .
Sementara Arga tersenyum memandang lembayung dan tangannya meraih tangan lembayung. Lembayung pun gugup sembari terap menbiarkan tangannya di genggang Arga .
"Dek , hari ini adalah hari yang paling membahagiakan buat mas . Akhirnya mas mendapat kan adek , dan ternyata adek juga sayang sama mas "ucap arga bahagia sementara lembayung tetap tersipu malu.
"Memangnya , apa yang membuat mas Arga suka sama lembayung , lembayung itu anak orang miskin mas , sementara mas seorang yang berasal dari keluarga terpandang di kota ini " Ucap lembayung
" Harta tidak menjamin kebahagiaan dek , mas memang jatuh hati sama adek sejak kita berjumpa di kampus, adek itu orangnya bukan cuma cantik , tapi cerdas , lembut , baik , dan yang paling penting tidak gila harta. Wanita yang mas kenal semua rata rata hanya tertarik sama harta mas saja, tapi lembayung berbeda " ucap Arga.
Lembayung hanya terdiam mendengar ucapan Arga. Tidak di pungkiri laki laki yang kini berada sebelahnya itu juga telah merebut hatinya. Tak terasa mobil mereka sudah sampai di rumah pelataran rumah lembayung. Nampak Eni yang sudah sampai dan pak ilham sedang duduk menikmati secangkir teh yang di suguhkan Eni.
Arga pun masuk dan memberi salam kepada bu dewi sembari mencium tangan.
"Asalamualaikum bu "
" waalaikum salam , Aduuhh nak Arga kenapa repot repot pake mengantar lembayung segala , lembayung kan bisa pulang sendiri nak , ayook mari silahkan masuk kedalam " ujar ibu Dewi
" Eni jaga kedai dulu ya minta illa dan sukma ke depan dulu biar mbok darmi yang selesaikan di dapur " perintah bu Dewi
" iya bu , jawab Eni singkat dan dia sudah faham apa yang di perintahkan bu dewi karna Eni memang sudah lima tahun bekerja dengan bu Dewi
" Oya pak ilham, nanti ke kantor bareng saya aja " ucap Arga kepada satpam nya itu
Arga , lembayung dan bu dewi pun masuk kedalam rumah
"Mari nak silahkan duduk seperti inilah rumah kami , sangat sederhana , jauh berbeda dengan rumah nak Arga yang seperti istana " ucap bu Dewi merenda
"Ahhh ibu , biar rumah kecil kalau satu keluarga saling menyayangi maka rumah akan seperti surga bu , tapi walaupun besar tapi satu keluarga cuek dan sibuk dengan urusan masing masing tidak ada kebahagiaan bu " ucap arga nampak sedih
"Begini bu , sebelum nya Arga minta maaf kalau Arga lancang , Arga kemari berniat melamar lembayung bu , Arga sangat mencintai lembayung sejak pertama kali ketemu " ucap arga meyakinkan bu dewi
" Tapi nak apa sudah di pikirkan masak masak, dan apa tidak terlalu tergesa gesa. Kalian kan belum lama saling kenal, lagi pula lembayung itu anak orang tidak punya apa pantas berdampingan dengan nak Arga dan bagaimana dengan keluarga nak Arga , apa nak Arga sudah beritahu mereka dan apa mereka setuju? Tanya bu Dewi
"Mereka belum tau bu rencananya besok malam Arga berencana memperkenalkan lembayung ke papa dan mama bu, Arga benar benar sangat mencintai lembayung , apapun yang terjadi Arga akan tetap menikahi lembayung " jawab Arga sembari menggenggam erat tangan lembayung dengan yakin
"Kamu sendiri ginana Bayung , apa kamu mencintai arga dan siap dengan kosekwensi apapun yang akan terjadi nantinya " tanya ibu kepada lembayung
"Iya bu inshaa allah , Bayung siap bu , Bayung juga mencintai mas Arga, tanpa melihat status mas Arga " jawab lembayung
Bu Dewi menarik nafas panjang , dia tidak bisa berkata apa apalagi , melihat kesungguhan Arga yang tulus mencintai lembayung putrinya.
"Baiklah nak , ibu merestui kalian , Arga bawalah lembayung , perkenalkan dengan keluarga nak Arga dan mintalah doa restu mereka . Lembayung tidak mempunyai siapa siapa di kota ini untuk melindunginya selain ibu , dan sekarang ibu serahkan lembayung kepada nak Arga jagalah dia baik baik nak , jangan sakiti dia "ucap ibu dengan mata berkaca kaca.
"Iya bu , inshaa allah Arga akan menjaga dan membahagiakan lembayung " ucap Arga yakin dan penuh kasih sayang sembari menatap lembayung "
Hari pun menjelang sore , Arga berpamitan kepada ibu , kembali ke kantor bersama pak ilham . Dia tau pasti Anton kalang kabut mencarinya sebab hpnya di non aktifkan dan saat pergi juga tidak memberitahu Anton