Perkelahian jari tengah Part 2

1129 Words
Juan menatap tajam ponsel pintar yang digeletakanya diatas tempat tidur, sesekali lelaki bermata coklat itu akan menggigit ibu jarinya merasa gelisah menunggu balasan chat dari Nhosa "Kenapa lama sekali?" Gumam Juan kesal pasalnya sudah hampir dua jam menunggu balasan dari akun milik Nhosa namun nihil tak ada respon apapun dari akun itu sejak dia mengirimkan foto pasukan jari tengahnya. "Apa-apaan ini? Apa dia menyerah begitu saja? Biasanya dia sangat gerak cepat membalas chatku." Gerutu Juan kembali seraya memeriksa ponselnya takut-takut ada chat yang tidak dia sadari masuk ke ponselnya tapi itu hanya harapanya belaka nyatanya sampai saat ini tidak ada notif dari akun sosial milik Nhosa Juan membanting ponselnya ke atas tempat tidur "Tunggu dulu," ucapnya seorang diri seoalah ada orang yang akan mendengar keluh kesanya itu "Jika gadis itu tidak membalas chatku itu tandanya aku menang bukan. Seharunya aku senang, tapi kenapa rasanya seperti ada yang kurang, seharusnya gadis itu membalas chatku bertempur denganku sampai titik darah penghabisan, ini belum apa-apa sudah menghilang. Dasar pengecut!.. Lalu untuk apa dia menantang ku tadi?!" Teriak Juan kearah ponselnya diakhir kalimat. Juan beranjak dari duduknya dengan wajah muram dan murung dia mendapatkan kemenangan pertamanya dari perkelahianya dengan akun milik Nhosa tapi dia justru merasa hampa akan kemenangannya itu. Juan berjalan menuju kearah rak buku yang ada di sudut kanan kamarnya yang luas, tanganya kemudian terjulur meraih sebuah buku yang lumayan tebal bersampul hitam, lelaki itu berdiri sejenak di depan rak buku membaca sekilas keterangan buku yang ada di sampul bagian belakang. Berrrtt!.. Bunyi getaran ponsel yang ada diatas tempat tidur spontan membuat Juan berlari kocar kacir menghampiri tempat tidurnya ia bahkan nyaris terjatuh akibat tersandung karpet buluderu berwarna gray yang ada di lantai kamarnya. "Sial!.. Aku nyaris saja mencium lantai karena terjatuh," umpatnya menatap tajam sang karpet di lantai. Juan menarik nafas dalam lalu dihembuskannya berlahan seuntas senyum mulai menghiasi wajahnya yang menawan ia sangat penasaran akan balasan yang dikirim Nhosa padanya. "Kenapa lama sekali membalasnya?" Pikir juan meraih ponsel itu dengan wajah berseri namun senyuman di wajahnya langsung segera hilang saat ia memeriksa ponsel pintarnya itu. "Mike!.." Teriak Juan geram begitu mengetahui bahwa ponsel pintarnya berbunyi bukan karena mendapat balasan chat dari Nhosa melainkan dari sepupunya, Mike. "Lelaki ini bahkan jauh lebih menyebalkan dari pada gadis pemilik akun @Nhosa_Morries itu." Ucap Juan dengan wajah kesal "Lagi pula apa yang membuat gadis itu lama membalas chatku? Membuat ku kesal saja." Lanjutnya. *** Nhosa yang terbaring diatas tempat tidurnya spontan beranjak bangun dalam posisi terduduk "Aaahhh!..." Erangnya frustasi pasalnya sudah hampir dua jam dia memikirkan cara mengalahkan foto pasukan jari tengah milik Juan namun dia tidak menemukan ide apapun. "Masa aku harus kala begitu saja tanpa adanya perlawanan." Gumam Nhosa "Jika kalah begitu saja tanpa perlawanan jatuh harga diriku." Lanjutnya melayangkan protes pada dirinya sendiri. "Tidak!.. Aku tidak boleh kalah, ini tidak bisa terjadi." Nhosa beranjak bangun dari tempat tidurnya lalu berjalan keluar dari kamarnya, menuruni tangga dengan terburu. "Nhosa?!" Panggil Nyonya Linda seketika memberhentikan langkah sang anak. Nhosa membalikan tubuhnya menatap sang Ibu yang saat itu tengah membereskan ruang makan, mengatur meja makan dengan hasil masakanya. "Mau kemana kau Nhosa?" Tanya Nyonya Linda "Aku mau ke rumah Velly sebentar, Ma." jawab Nhosa sembari berlari kecil meninggalkan rumahnya. Nhosa berlari terburu menuju rumah sahabatnya Velly yang hanya berjarak lima belas langkah dari kediamannya. Dengan terburu Nhosa memasuki halaman rumah mini malis itu lalu menerobos masuk "Pagi, siang, sore, malam Om, Tante." Sapa Nhosa sekilas kearah kedua orang tua Velly yang saat itu tengah terduduk di ruang keluarga menikmati acara TV favorite mereka, Nhosa menyapa bahkan tanpa berhenti terlebih dahulu gadis itu hanya terus berjalan terburu menuju kamar Velly yang berada dekat dengan ruang makan. "Apa yang barusan masuk tadi itu Nhosa?" Tanya Tuan Dani sambil memasukan cemilan ke dalam mulutnya sementara matanya terfokus menatap layar TV. "Siapa lagi yang menyapa kita seperti itu kalau bukan Nhosa." Sahut Nyonya Fatimah santai. "VELLY!" Nhosa berteriak sambil menerobos masuk kamar gadis eksotik berambut kriting itu. Langkah Nhosa terhenti ketika mendapati Velly tengah tertidur pulas di balik selimutnya "Setelah membuatku terjebak dalam masalah dia justru enak tidur dengan lelap." Gumam Nhosa kemudian mendudukan tubuhnya di sisi tempat tidur milik Velly. Nhosa mengguncang tubuh Velly sembari berkata "Velly bangun!" Namun gadis berambut keriting itu masih terlelap tidur, kesal Nhosa menyibak selimut di tubuh Velly lalu memukul bok*ng Velly dengan sangat keras membuat Velly tersentak langsung terbangun. "Hhm! Nhosa ada apa?" Tanya Velly dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, mata Velly masih memerah dengan wajah bengkak. "Aku butuh bantuan mu," ucap Nhosa membuat Velly menyerengit bingung "Bantuan apa?" Tanya Velly Nhosa kemudian memukul lengan Velly cukup keras sembari berucap "Ini semua salah mu, kenapa kau menggunakan akun flower friends ku untuk mengirim chat dan meminta pertemanan pada sembarangan orang akhirnya aku terlibat masalah sekarang." Ucap Nhosa dengan nada sedikit merengek "Masalah apa?" Tanya Velly panik ia mengira masalah yang dialami Nhosa cukup besar sampai membuat Nhosa terlihat begitu frustasi sekarang. "Kau membutuhkan bantuan seperti apa?" Tanya Velly dengan cepat Nhosa memperlihatkan isi chatingannya dengan pemilik akun Juan_Pernando Velly tertawa terbahak-bahak saat selsai membaca isi chatingan Nhosa dan musuh yang baru dikenalnya itu "Waah!.. Pertarungan kalian cukup intens juga." Gumam Velly membuat Nhosa langsung menyerengitkan alisnya. "Ini semua tidak akan terjadi jika kau tidak mengiriminya chat lebih dulu dan meminta pertemanan, sekarang tanggung jawab." Keluh Nhosa yang langsung membuat Velly nyengir kuda. "Aku tak sengaja melihat akun bernama Juan_Pernando itu, dari foto profilnya lelaki itu sangat tampan dan kelihatanya kaya raya oleh karena itu aku mengiriminya chat menggunakan akunmu siapa tahu kalian berjodoh." Ucap Velly membuat Nhosa langsung memukulnya lagi. "Aku tidak ingin memiliki jodoh seperti Juan_Pernando itu, dia sangat sombong, kege'eran dan arogan." Ketus Nhosa "Baiklah, baiklah, maafkan aku. Lalu apa yang bisa ku bantu untuk membuatmu memenangkan pertarungan jari tengah ini?" "Bantu aku mengumpulkan warga kompleks untuk berfoto mengangkat jari tengahnya." "Apa?!" Pekik Velly "Apa kau sudah gila?" Lanjutnya. "Aku belum gila dan tidak ingin menjadi gila," balas Nhosa "Untuk menang dari lelaki sinting itu maka mengumpulkan warga kompleks adalah satu-satunya cara." Melihat wajah Nhosa yang memelas membuat Velly luluh, gadis berambut kriting itu dengan segera berpikir keras mencari ide bagaimana cara mengumpulkan warga kompleks mereka. "Ada satu cara," ucap Velly membuat Nhosa langsung tersenyum dengan tatapan penuh antusias kearah Velly. "Bagaimana caranya?" Tanya Nhosa. "Aku tidak bisa menjelaskan bagaimananya, tapi yang jelas nanti sore datanglah ke taman kompleks kita. Aku akan mengatur strateginya di sana." Jawab Velly "Kenapa harus di taman, Vel?" "Karena saat sore hari taman akan menjadi tempat perkumpulan warga kompleks yang strategis. Kau lupa kalau sore hari banyak warga kompleks akan berkumpul di taman untuk olahraga. Nah! Kita akan memanfaatkan moment itu." jelas Velly "Caranya?" Tanya Nhosa penasaran. "Nanti kau juga akan tahu." Balas Velly tanpa menjelaskan rencananya pada Nhosa Bersambung!...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD