Kini semangkuk berisikan berondong jagung tengah berada di dekapan Clara.
Didepannya terdapat laptop yang menampilkan kartun dengan tokoh spons berwarna kuning yang terlihat tengah bermain bersama temannya yang seekor bintang laut berwarna pink konyol.
Episode yang kini Clara tonton adalah ketika spons kuning itu menyuruh si bintang laut merah jambu menjual coklat.
Clara tertawa ketika melihat adegan lucu, saat patrick menjual coklat itu ke salah satu penduduk bikini bottom dengan tersenyum seraya berucap "hai sayang" bahkan tak tanggung-tanggung ia melemparkan popcornnya ke layar laptop.
Disana, diujung sofa kamar Clara terdapat beberapa manusia yang sedang berunding mengenai bagaimana cara melunturkan kemarahan Clara.
Mereka bingung, hanya karena ikan yang Clara tangkap lepas ia menjadi mendiami mereka. Padahal mereka sudah membelikan ikan bakar, bahkan membeli ikan goreng matah alias mujaer sambal matah.
Kurang enak bagaimana?.
"Gimana nih?"
"Gue juga gatau!"
"Gue juga"
Lalu ketiganya menoleh kearah seseorang yang sibuk menghitung jumlah koin dari gamesnya.
Orang itu merasa ditatap, mengerti maksud teman-temannya ia menggeleng "Apalagi gue, malah gak tau lah!"
"Huffff..." helaan nafas ketiganya terdengar bersamaan.
Tiba-tiba Sela, salah satu dari mereka menjentikkan jarinya "Gue ada ide!" serunya.
Semua langsung menoleh, menatap ke arah Sela.
"Lo ke Clara. Tanyain apa maunya," tunjuknya pada Fino, lelaki yang bermain games tadi. "Lo turutin apa mau Clara nanti!" tunjuknya kearah Gea.
"Nah gue sama Hasan disini, nungguin Clara!" lanjutnya seraya menepuk bangga dadanya.
"Yee.. enak di lo sama Hasan. Sekalian pacaran kan, ya, lo berdua!" kesal Gea seraya menimpuk wajah Sela dengan bantal.
Sela hanya nyengir kuda saja.
"Trus gimana?" Tanya Fino, ia menyudahi gamesnya.
Dan Hasan mendongak, menutup buku yang tadi dibaca "Beliin, martabak aja gimana?" sarannya.
Ketiganya langsung menepuk kening masing-masing, kenapa tidak terpikir sama sekali, Clara kan pasti luluh jika ada martabak kesukaannya!
Ah mengapa Hasan tidak bilang daritadi!
"Kenapa gak bilang tadi sih, Lo!" runtuk Fino seraya mengeplak kepala Hasan, "Kita kan, gausah beli mujaer matah, sama ikan bakar! Tekor nih, gue!"
Sela selaku pacar Hasan tak terima dengan perbuatan Fino, al hasil Sela lah yang membalas menoyor kepala Fino dengan bantal. "Apaan sih, No! Main gampol pala orang, kasian lah!" protesnya.
Hasan yang memang sabar hanya mengelus bekas keplak-an Fino. "Gue baru keinget, soalnya adek gue tadi pagi bagi martabak ke gue."
Semua diam. Sibuk dengan pemikiran masing-masing. Hingga mereka berempat saling tatap dan...
"LARA!"
Clara yang hendak menelan popcornnya menjadi tersedak. Keempat temannya langsung berlari kearah Clara dan membantu Clara agar pulih dari tersedaknya.
Setelah selesai, Clara hendak menyerocos panjang lebar tapi dengan cepat dan sigap Hasan berkata, "Ayo, anterin gue beli martabak di depan komplek."
Clara terdiam beberapa saat. Fino, Gea dan Sela masih terbingung, sedangkan Clara sudah berbinar.
Clara menggeleng, pasti teman-temanya ini hendak menghasutnya agar dimaafkan, tidak! Clara tidak akan terhasut!
"Ogah, beli aja sendiri!" tolak Clara.
Hasan mengangguk "Oke," ia menatap Fino, Gea dan Sela "Ayo, anterin gue beli martabak, gue traktir. Lara gamau ikutan. Biarin, dia makan berondong jagung aja." lanjutnya mengajak ketiga temannya.
Clara mendelik, apa-apaan ini! Bukannya seharusnya mereka memohon-mohon pada Clara untuk ikut ya?! Mengapa mereka malah mengabaikannya, apakah mereka tidak mau dimaafkan olehnya?!
Ketiganya masih tidak bergeming, tapi sedetik kemudian mereka beranjak setelah mengerti maksud Hasan.
"Ayo!" seru mereka bersamaan.
Hasan mengangguk, lalu ikut beranjak kemudian keluar dari kamar Clara.
Tapi diambang pintu Hasan berhenti, berkata pada Clara tanpa menoleh kebelakang "Kalo lo, beneran gamau ikut gue traktir, yaudah, silahkan. Itung-itung, gue hemat satu porsi."
Lalu Hasan pun menghilang di balik pintu kamarnya.
Clara berdiri, kini ini sedang panik! Tidak bisa seperti ini! Niatnya marah pada mereka tapi godaan Hasan terlalu berat.
Clara mengigiti kukunya dan mondar-mandir bak setrika. Teman-temanya benar-benar akan keluar membeli martabak telor kesukaannya? Ahhh Clara galau, risau, resah!
Apa yang harus ia lakukan? Godaan Hasan membuatnya kelimpungan. Dan pada akhirnya Clara beranjak meninggalkan berondong jagungnya serta berlari keluar rumah, tanpa membawa dompetnya. Melupakan rencana ngambek pasa keempat temannya.
Karena memang Hasan telah berucap kata 'traktir' dan kalian tahu bukan jika tadi Hasan mengajaknya serta mentraktirnya?
Tak mau tau! Clara harus menuruti godaan Hasan! Hei! Orang bilang, tidak boleh menolak rejeki, pamali.
Clara menapakkan kakinya diteras, ternyata benar-benar mereka akan keluar.
"HASAN!"
Hasan dan yang lainnya berhenti, menoleh penuh ke arah Clara yang sedang semrawutan itu. Nafasnya tersengal-sengal karena lelah berlari.
"Apa?" jawab Hasan.
"CLARA IKUT!"
"Loh katanya gak mau." sahut Fino.
"Clara mau, bener-bener mau. Clara gak mau Hasan hemat satu porsi. Clara mau duit Hasan cepet habis. Pokoknya, Clara mau Hasan traktir, Clara!"
Hasan tersenyum, "Yaudah ayo." ajaknya.
Clara mengangguk lalu melangkah kearah Hasan, kemudian merangkul lengan kanan Hasan, "AYO!" serunya dengan semangat empat lima.
Sela mendelik, pacarnya sedang diambang kehancuran jika berdekatan dengan Clara. Bukan kehancuran bagaimana, tapi pasti Clara akan bermanja ria pada Hasan.
Seperti beberapa hari yang lalu, Clara meminta Hasan bersalaman dengan banci parpatan. Dan karena memang Hasan tipe cowok yang tidak tega melihat perempuan yang sudah memelas, maka Hasan menuruti permintaannya.
Sela saat itu hanya bisa terdiam saat para banci menggoda pacarnya. Bahkan banci-banci yang terlihat seperti ondel-ondel pasar itu tak segan-segan mencolek dan menggoda pacarnya.
Ingin melerai tapi dirinya di tahan oleh Clara. Clara tersenyum puas saat itu. Sungguh Clara adalah teman tersialan yang pernah Sela punyai!
Clara menarik Hasan. Mereka berdua berjalan mendahului Gea, Fino dan Sela. Intinya Clara hanya ingin satu. Cepat makan trakiran Hasan.
Ditempatnya Sela menghentakkan kakinya sebal, "LARA! ITU PACAR GUE! KENAPA LO GONDOL WOI!"
Clara mengangkat tangan ke udara, sambil melambaikkannya "PINJAM SEBENTAR YA." ijinnya tanpa menoleh kebelakang.
Dan benar! Sela langsung mengumpat dengan menyebutkan berbagai jenis nama hewan saat melihat Clara dengan Hasan. Bukan, Sela bukan cemburu. Untuk apa Sela cemburu dengan Clara, ia hanya kesal, ia takut Clara akan mempermalukan Hasannya yang sabar itu.
Menyudahi emosinya, Sela lantas melangkah menuju tempat tujuan bersama Gea dan Fino yang sudah mengelus-elus punggungnya. Dan berucap "Sabar namanya juga bocah."