Princess Sudjono : 36

2292 Words

Bukan hanya Aden saja yang mematung, Libra juga terkejut. Beruntung Bu Juwita tidak berada di situ. Mungkin kalau beliau ada di situ akan pingsan karena mendadak Linzi mau membatalkan pertunangan. "Kenapa, Nona?" tanya Aden dengan napas tercekat. Seperti tidak percaya karena sang kekasih ingin membatalkan pertunangan mereka. Linzi menundukkan kepala, tidak berani menatap Aden dan sang kakak. Sementara Libra masih diam, mencoba memahami keinginan adiknya. "Aku, aku, tidak mau berhubungan dengan siapapun," lirih Linzi masih menunduk. "Tapi, Nona kenapa? Aah, apa karena Nona merasa kotor makanya mau membatalkan pertunangan kita? Nona---" Aden menjeda ucapannya sebentar. Rasanya ini lebih sakit dari kemarin saat sang kekasih menolak dirinya karena ketakutan. "Sudah aku bilang, bukan? Kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD