"Kamu beneran?" tanya Laras sembari menggenggam erat tangan Saka, bibir Laras terangkat, membuat sudut diantara kedua bibirnya. Tampak jelas raut wajah bahagia terukir di paras cantik Laras. Laras tidak menyangka, jika Saka akan memberikan kabar gembira sore ini, sore dimana Laras dan Saka menghabiskan waktu untuk minum teh bersama. "Iya Bu," jawab Saka sembari menatap netra sang Ibu. Jawaban Saka tidak membuat Laras berpuas diri. Laras enggan untuk menerima semua ini dengan mudah, Laras ingin Saka dan Arsen bahagia. Jangan sampai ada unsur paksaan di dalam komitmen yang akan mereka bangun nantinya. "Kenapa kamu tiba tiba ingin membangun komitmen dengan Luna?" tanya Laras. Saka terdiam. Saka mencoba merangkai kata kata untuk bisa meluluhkan Laras. Laras meraih tangan Saka, kemudia

