24.Terganggu

1049 Words

Air hujan membasahi pelataran tempat kerja paruh waktu Luna. Luna yang saat itu sedang membersihkan meja bagian luar Cafe di bagian balkon, memutuskan untuk meletakkan lap kain yang berada di tangannya. Luna berjalan ke arah balkon, Luna mengadahkan tangannya, menikmati aroma air hujan yang menyejukkan hatinya. Luna merasa cukup kacau saat ini, ntah mengapa hari Luna tak ingin bekerja sama dengan logika yang dikeluarkan oleh otaknya. Luna merasa kali ini keputusannya tidak tepat. Bagaimana bisa dibilang tepat? Luna tidak bahagia dengan kabar yang Saka kirimkan via chat. Keluarga Abimana menerima keputusan Luna yang akan bertunangan dengan Saka, putera sulung Abimana. Luna memutuskan untuk meluapkan isi hatinya lewat hujan, berharap ayahnya dapat mendengar keluh kesah Luna, sebuah keperca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD