Karena tak tenang memikirkan istrinya yang pastinya bisa ia tebak salah paham. Kean memutuskan untuk menyusul Rea ke rumah Ibu Naima. Meski hari telah sangat malam. Namun ia tak bisa membiarkan masalah ini berlarut-larut. Terlebih lagi jika sampai terdengar oleh Papanya. Akan semakin rumit nantinya. Kean mengetuk rumah Bu Naima dengan pelan. Berharap masih ada yang mau membukakannya pintu. Nico yang memang belum tidur. Segera melihat siapa tamu yang datang ke rumahnya malam-malam seperti ini. “Kean?” gumamnya bingung saat ia melihat dari balik jendela. Lalu Nico tersenyum menyeringai ketika terlintas sebuah ide. Ia segera membuka pintunya dan meminta Kean untuk masuk. “Ngapain Lo ke sini malam-malam? Nggak betah amat di tinggal semalam aja sama istri,” ledek Nico santai. Kean h

