DILAMAR

1207 Words

"Aku pulang dulu ya." Pamit Fahri. Fahri tidak berhenti memandangi Niken saat kepergian Amar dari ruangannya. Sementara Niken memalingkan wajahnya menghindari tatapan mata Fahri, dia pura-pura sibuk melihat laporan yang ada di meja Fahri. "Sudah sejak kapan kamu berhubungan dengan Amar ?" Tanya Fahri. "Apa saya harus cerita sama bapak tentang urusan pribadi saya ?" "Di ruangan ini hanya ada saya dan kamu jadi berhentilah berbicara formal seperti itu." "Ini kantor pak. Tetap saja saya harus profesional." "Ini perintah. Saya tidak suka kalau kamu berbicara formal ketika kita sedang berdua." "Taulah terserah ! Urusan saya di kantor untuk kerja." Fahri mulai kesal dengan sikap Niken. Dia merasa Niken sudah lebih berani padanya, sudah tidak seperti dulu selalu menghormatinya. Fah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD