Chapter. 12

1126 Words
Happy Reading ......... Kini Rexa sudah berada di dalam kamar tamu yang baru saja di sediakan oleh pembantu di mansion besar ini. Sebenarnya Rexa cukup malas bila harus berpura-pura seperti ini namun demi James dia akan melakukannya, apa lagi bila bertemu dengan ibu James Rexa benar-benar merasa muak karena wanita itu selalu saj mengambil perhatian James dari nya entah apa yang membuat seorang Roy Alexander Smith ingin menikahi wanita kampungan seperti Inez. "Aku harus secepatnya menjadi nyonya muda di rumah ini!" Tekad di mata Rexa menyala-nyala dia tidak ingin lagi menjadi model di Swiss dia hanya ingin berada di rumah menikmati uang milik James. Memikirkan kehidupannya yang akan mewah membuat Rexa tersenyum sendiri, harusnya sejak dulu sudah ia rencanakan dengan matang. ........ Di pagi hari di kota bandung, cuaca pagi ini cukup dingin dan langit pun mendung membuat orang-orang malas untuk keluar rumah namun tidak untuk gadis cantik seperti Ayana. Sejak jam empat pagi tadi dia sudah bangun untuk memasak dan membeli beberapa kebutuhan di kosan. Mbak Elva baru tiba jam 3 subuh tadi yang membuat Ayana terkadang kasihan melihat pekerjaan yang membebani Mbak Elva. Namun mau bagaimanpun mereka butuh uang agar bisa melanjutkan hidup. Semua masakan sudah tersedia, Ayana tersenyum. Kemudian dia mengambil handuk untuk mandi sebentar lagi dia akan berangkat ke cafe untuk bekerja. Ayana baru tahu jika Cafe tempatnya bekerja adalah cafe milik James, mengingat nama James membuat Ayana bertanya-tanya sejak kemaren pria itu tidak ada kabar sama sekali padahal mereka saling bertukar nomor handpone beberapa hari lalu. "Apa dia marah karena aku memanggilnya tuan kemarin?" Tanya Ayana kepada dirinya sendiri tapi mana mungkin James marah hanya karena masalah sepele seperti itu. Padahal tanpa Ayana sadari panggilan itulah yang membuat James kepikiran dia tidak tahu jika James menaruh perasaan tehadapnya. Selesai dengan kegiatan pagi nya Ayana langsung berangkat bekerja. "Bagaimana aku bisa bersama dengan James, sedangkan dia cuek seperti itu!" Ucap Rexa kepada dirinya sendiri, dia penasaran dengan gadis yang tengah berkencan dengan James. Apakah dia cantik? memiliki pendidikan yang tinggi? atau kah sebaliknya. Di mansion tersebut semua orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Bella akan berangkat ke sekolah bersama dengan Damian. Sedangkan Roy tengah bersiap-siap seperti kebiasaan nya setiap pagi dia akan selalu merepotkan Inez untuk membantunya mencari dasi maupun kaos kaki miliknya. "Ayolah kenapa wajah mu merengut seperti itu sayang." Tanya Roy sembari memeluk Inez dari belakang. Sejak tadi pagi seperti nya istrinya tersebut sedang tidak mood. "Itu dasi yang kami cari, lain kali kamu harus cari sendiri tempat biasa aku simpan!" Omel Inez, Roy tidak mendengar istrinya dia mencium leher Inez sambil menutup matanya. Sudah lama mereka tidak melakukan nya tapi jika sekarang meminta jatah Roy yakin akan di marahi oleh Inez karena terlambat ke kantor. "Kenapa kamu gak mood sayang?" Tanya Roy pelukan nya sudah ia lepas dan mulai memasang kemeja kantor nya sedang kan Inez mengecek tas kantor milik suaminya. Inez duduk di atas sofa."Bunga ku... kamu tau aku suka bunga itu." Akhirnya dia mengatakan kenapa sejak semalam selalu memasang raut wajah merengut. "Jadi kamu masih marah soal bunga hmm?" Tanya Roy dengan lembut kemudian Inez menganggukkan kepala nya seperti anak kecil. Roy tersenyum dia merasa jika Inez seperti gadis yang ia temui beberapa tahun yang lalu. "Besok aku akan membelinya lagi, aku akan membuat kebun khusus untuk kamu." "Tapi itu bunga mahal, itu juga hadiah dari kamu." "It's okay.... apapun untuk istriku. Sekarang jangan sedih. Ayok kita sarapan." Inez tersenyum dia membawa tas kantor milik suaminya. Di ruang makan "James kamu belum berangkat bekerja?" Tanya Roy melihat anak nya hanya mengenakan baju santai hari ini. "James akan mengajak nenek dan Mommy jalan-jalan hari ini." Jawab James dengan santai membuat Roy memasang wajah waspada. "Tidak! Mommy akan ke kantor bersama Dad!" Ucap Roy dengan tegas membuat Rexa yang ada di sana merasa terabaikan. Inez hanya bisa menggeleng kepala saat melihat Ayah dan anak itu berdebat. Dia kemudian menatap Rexa, semalam Roy bercerita kalau gadis ini datang secara tiba-tiba sebenarnya Inez tak melarang hanya saja mereka tak sedekat ini lagi semenjak kejadian yang pernah Bella Alami dulu. Namun sepertinya Rexa tak ingin memberikan jarak di antara keluarganya walaupun Inez tahu kesalahn yang gadis itu lakukan. "Rexa apa yang akan kamu lakukan hari ini?" Tanya Inez berbasa-basi guna menghentikan perdebatan kedua pria beda usia tersebut. "Mungkin berjalan-jalan bersama James Tante." Jawab Rexa dengan senyum kecil, dia hanya sekilas menatap ke arah Inez lalu setelah itu dia kembali menatap ke arah James dan juga Ayahnya. Reza pikir kedua pria ini sangat tampan yah Walaupun Roy sudah berumur namun ketampanan nya masih saja melekat membuat Rexa iri kepada Inez yang dengan begitu mudahnya mendapatkan cintah dari seorang pria seperti Roy. "Saya banyak pekerjaan dan saya ingin pergi berdua bersama ibu saya!" Ucap James dengan formal membuat Rexa terdiam, dia tahu James akan menolaknya dengan begitu saja. "Tapi apa salah nya jika aku ikut, bukan begitu tante?!" Tanya Rexa sembari meminta pendapat Inez. Inez tidak bisa mengatakan tidak wanita cantik itu hanya menganggukkan kepalanya saja. Rexa tersenyum ke arah James membuat James mendengus kesal. Entah sampai kapan Rexa bisa bertingkah seperti ini di hadapan keluarganya seakan-akan tak merasa bersalah sedikitpun. "Daddy akan berangkat kerja, kamu jaga Mom. Hari ini GrandMa dan GrandPa akan berlibur ke pulau pribadi kita." Ucap Roy, James mengangguk, Dia melupakan kekesalannya terhadap Roy karena pagi ini dia belum bertemu dengan GrandMa dan GrandPanya. Roy Pergi dengan di antar Inez, pria itu tak rela jika James selama berada di bali selalu berada di dekat istrinya. Dia harap James mengerti jika dia sangat mencintai Inez dan tak ingin wanita cantik ini kenapa-kenapa. "Jaga jarak dari James Hmm....Aku tak ingin dia mencari kesempatan saat bersama mu sayang." Jelas Roy ketika melihat INez akan protes, Roy tahu apa yang akan Inez katakan kepadanya. "Aku mencintai mu." Setelah mengatakan hal itu Roy mengecup bibir Inez kemudian dia masuk ke dalam mobil yang sudah lama menunggunya. Inez melambaikkan tangannya, Inez merasa hidupnya sekarang sudah begitu sempurna. Anak-anaknya sudah mulai tumbuh ia hanya menghawatirkan Bella gadis kecilnya itu membuat Inez selalu wanti-wanti bila bertemu dengan seorang pria yang seumuran dengannya. "Mom akan siap-siap....tapi sebelum itu Mom akan mengajak adik-adik mu." James hanya bisa pasrah niatnya hanya ingin quality time bersama dengan Inez namun sepertinya masih banyak penghalang salah satu nya adalah wanita yang ada di depannya ini sekarang. Entah apa yang ia lakukan di mansion keluarga Smith. "Saya harap kamu bisa dengan secepatnya kembali ke Swiss dan tak lagi menganggu waktu saya maupun keluarga saya!!" Kemudian James pergi meninggalkan Rexa yang berdiri mematung di ruang makan. Apakah James sangat membencinya? sehingga James tanpa perasaan mengatakan hal menyakitkan itu kepadanya Rexa merasa jika dirinya adalah benalu di kehidupan James namun Rexa hanya ingin James mengetahui jika dia memiliki perasaan yang lebih terhadap pria keturunan Smith tersebut. ..............
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD