Chapter. 13

1134 Words
Happy Reading ...... Waktu berjalan begitu saja, menemani hari-hari Ayana. Selama satu bulan ini dia tak lagi melihat James dia merasa ada yang kurang ketika pria itu tak lagi membuntutinya seperti dulu lagi, Ayana hanya fokus dengan pekerjaannya dia tak ingin lagi memikirkan James karena mungkin saja pria itu hanya penasaran kepadanya. "Ayana tolong berikan ini kepada pak Adam di ruang atas ya." Lena memberikan sebuah catatan kepada Ayana. Lena adalah salah satu teman Ayana di cafe, dia mulai akrab dengan beberapa pekerja disini dan Ayana merasa nyaman dengan mereka. "Siap kak!" Ucap Ayana dengan semangat lalu ia naik ke lantai atas untuk menuju ke ruang Adam. Saat di depan pintu bos nya Ayana tak sengaja mendengar percakapan pria tersebut bersama seseorang di telepon. "Mau bagaimana lagi, aku juga sibuk James!!" Terdengar bahwa Adam cukup emosi terhadap teman nya tersebut, Ayana yang berada di depan pintu merasa jantung nya berdetak kencang saat mendengar nama pria yang selama satu bulan ini tak memiliki kabar. Tok! Tok! Ayana mengetuk dua kali pintu tersebut, dia tak ingin lebih jauh mendengar perdebatan antara Adam dan juga James. Adam menyuruh Ayana masuk sambungan telepon tak ia matikan karena ia tahu James merindukan gadis yang ada di hadapannya ini sekarang. "Ada perlu apa Ayana?!" Tanya Adam dengan suara yang sengaja ia lembutkan agar James merasa cemburu di sana. Ayana mengerutkan keningnya tak seperti biasa Bos nya seperti ini namun Ayana memilih untuk mengabaikannya. "Lena menyuruh saya untuk memberikan catatan ini kepada anda." James yang berada di seberang memejamkan matanya ketika mendengar suara gadis yang amat sangat ia rindukan selama satu bulan ini dia menahan diri untuk tak pergi ke bandung. "Ah ini catatan barang-barang yang kosong!" Ucap Adam setelah ia membuka catatan yang Ayana berikan, dia menatap ponselnya kemudian kepalanya memiliki ide cemerlang agar pria yang ada di sana merasa cemburu dan kesal. "Ayana!" Panggil Adam "Iya pak?!" "Bisa bantu saya sebentar, saya membutuhkan kamu agar mengetik ini di laptop saya." Ayana merasa aneh ketika Adam memerintahkan hal yang tak pernah pria itu perintah. Tak ada satu orang pun yang bisa memegang barang miliknya namun sekarang? pria itu malah menyuruhnya. "Apa kamu bisa membantu saya?!" Tanya Adam lagi ketika ia melihat Ayana terdiam, Adam sudah tahu apa yang Ayana pikirkan karena memang dia tak pernah sekalipun menyuruh orang lain menyentuh barang pribadi miliknya termasuk laptop karena di dalamnya banyak hal-hal mengenai pekerjaan kantornya dan tentang cafe. "Tentu saja pak, saya bisa membantu anda." Kemudian Adam berdiri dari kursi nya dan menyuruh Ayana duduk di sana. James di seberang semakin berang, dia merasa jika Adam tengah memanasi nya sial jika bisa sekarang James akan ke Bandung namun pekerjaan disini masih menunggunya. Kemudian Adam mengambil ponselnya lalu kembali berbicara kepada James, sementara Ayana sibuk dengan pekerjaan yang Adam serahkan kepadanya. "Sial jangan menikung ku Adam, kau tahu aku bisa mematahkan leher mu itu jika kamu berani mendekati Ayana ku!! " Kemarahan James membuat Adam semakin tertawa puas, tak menyangka jika James akan seperti ini. "Nye nye nye..... bukan kah kamu dan Ayana tidak memiliki hubungan, jadi aku bebas kan?!" Tanya Adam dengan suara mengejek, walaupun dia tahu Ayana akan mendengar obrolan nya bersama James namun Adam memilih untuk tak peduli karena ia sangat suka membuat James marah seperti ini, hahaha jarang-jarang membuat pria itu marah bahkan memaki dengan penuh penghayatan terhadap nya. "Aku benar-benar akan mematahkan lehermu jika kau berani mendekati Ayana! Aku tidak main-main Adam!" "Ughhhh takut, bagaimana ya.... gadis itu cantik apa lagi selama satu bulan ini dia begitu manis. " Memikirkan ucapan Adam membuat James semakin naik pitam. Adam tahu bagaimana cara membuat dirinya cemburu seperti ini. "Hentikan Adam, atau aku akan mengatakan jika kamu adalah gay kepada orang tua mu!" Kata James membuat Adam hampir melemparkan ponsel nya ke lantai. "Bodoh! Aku bukan Gay!" Teriak James membuat Ayana terkejut dan tanpa sengaja menjatuhkan cangkir kopi milik Adam. Adam berbalik melihat apa yang terjatuh. "ma---maaaf Pak.... saya tidak sengaja!" Ucap Ayana dengan gugup, tangannya bergetar saat hendak mengambil beling gelas dari lantai. "Ayana.... tidak apa-apa, maaf telah mengejutkan mu. Nanti aku akan suruh orang lain membersihkan nya, lanjutkan saja pekerjaan mu!" Setelah mengatakan hal itu Adam kembali memaki James. "Dengar?! kau mendengar nya, gadis mu itu terkejut dan menjatuhkan gelas ku. Aku benar-benar akan meminta ganti rugi atas gelas kesayangan ku yang pecah!" "Aku akan menggantikan nya seribu gelas..... tapi kau harus ingat Ayana milik ku dan tugas mu adalah menjaganya selama aku berada di Bali. Ah lupa... satu hal lagi, jangan menyuruh Ayana bekerja pekerjaan berat aku tidak suka jika dia kelelahan!" Setelah mengatakan hal itu semua James dengan kasar mematikan sambungan telepon nya. "Memangnya dia siapa? aku bos nya bagaimana bisa pria itu dengan seenaknya memerintah ku!" Gumam Adam lalu ia menghampiri Ayana. "Ayana, kamu bisa pulang sekarang." Kening Ayana mengerut, pulang? jam satu siang ia pulang? Apakah Adam mabuk, hari ini shift nya sampai jam 7 malam. "Ta---tapi kenapa pak? Apakah bapak marah atas kejadian barusan?" Tanya Ayana saat ia menyadari apa kesalahan yang baru saja ia lakukan. "Tidak, bukan itu.... hari ini saya ingin menutup cafe karena ada hal yang mendadak." Ucap Adam, padahal ia hanya berbohong saja. Dia hanya ingin menghargai James yah walaupun beberapa menit yang lalu ia menggoda pria itu. "Oh iya jangan lupa bawa ini, saya bawa untuk kamu dan karyawan lain nya tolong berikan untuk mereka juga." "Baik Pak, Terima kasih!" Ucap Ayana kemudian dia keluar dari ruangan Adam dan memberitahu kan kepada karyawan lain bahwa hari ini mereka cepat pulang. Tidak lupa ia memberikan kotak yang Adam titipkan tadi kepada para karyawan di sana. Semua karyawan mengerutkan kening mereka saat mendengar bahwa Adam lah yang memberikan kotak tersebut kepada mereka. "Apakah hari ini pak Adam sedang jatuh cinta?" "Aku pikir juga begitu, karena selama ini dia tidak pernah memberikan semacam ini untuk kita." Sahut karyawan yang lainnya. "Lena kenapa kamu terdiam?" Tanya Becca salah satu karyawan di sana yang membuat Lena merasa terkejut. "Sudah, sudah ayok kita bersiap-siap. Aku senang hari ini cepat pulang karna aku sangat merindukan kasur ku!” Ucap Karyawan yang lainnya dengan sorak bahagia. Ayana terdiam sejenak setelah ia menatap Lena, dia tidak ingin menuduh atau cemburu. Namun selama ini Lena terlalu sering ke ruangan Adam dan itu sampai lima belas menit baru ia keluar, beberapa karyawan curiga jika Lena memiliki hubungan dengan atasan mereka tersebut. Namun Ayana selalu membantah dan mengatakan jika dirinya tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan Adam. dia dan Adam hanya atasan dan Karyawan, akan tetapi hari ini Ayana meragukannya karna sejak tadi saat mereka membahas Adam wajah Lena nampak tak suka dan seakan-akan cemburu. Ayana mengambil ponselnya, dan melihat jam ternyata ia pulang cukup cepat hari ini. Untuk mengisi waktu luangnya Ayana memilih untuk pergi berbelanja untuk dirinya dan Mbak Elva di kos. ...... Terima kasih masih nungguin cerita ini^^
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD