Chapter. 21

1208 Words
Happy Reading ....... Di dalam mobil James dan Ayana sama-sama terdiam setelah beberapa menit mobil itu meninggalkan kosan Ayana. Raut wajah Ayana sangat bisa James lihat gadis itu menahan amarahnya. baru kali ini James melihat raut wajah itu tapi bodo amat siapa suruh dia terlalu dekat dengan pria seperti Gio. Harusnya tadi James usir juga pria itu, pagi-pagi sudah merusak mood nya saja. "James aku tidak suka kamu seperti itu, kasian Zo. Dia masih kecil dan ingin bersama ku!" Ayana membuka suara mengeluarkan uneg-uneg yang membuat hatinya dongkol setengah mati dengan sikap James. "Kamu tidak sopan James, aku tidak suka walaupun kita sebagai sepasang kekasih tapi sikap kamu yang seperti itu membuat ku harus berfikir beberapa kali untuk menerima mu sebagai kekasih ku!" James menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi, dia menghadap Ayana. Di dalam hatinya dia senang karena Ayana juga menganggap nya sebagai kekasih tapi di satu sisi dia juga tidak suka karena Ayana membela pria itu dengan alasan Zo, heh harusnya dia tahu kelemahan Ayana kekasih nya ini tidak bisa mengabaikan anak kecil lucu seperti Zo. "Sayang..... dengar, Aku bukannya tidak sopan tapi aku hanya cemburu. Kamu tahu cemburu?! rasanya aku benar-benar ingin membunuh pria manapun yang mendekatimu!" Mendengar kata membunuh membuat mata Ayana membelak kenapa pria ini semakin keterlaluan saja. Plak! Ayana memukul paha James menggunakan tangan mungil nya membuat James mengaduh kesakitan."Kenapa Sayang?! Ah ini sakit sekali!" Ucap James sembari menggosok pahanya yang seperti terkena sengatan. "Masih bertanya? aku tidak suka James, aku hanya ingin membuat Zo bahagia kamu tahu kan dia tidak memiliki ibu dan hanya memiliki Gio sebagai orang tuanya." "Aku tahu Sayang tapi itu tidak akan membuat anak itu kurang kasih sayang bukan?" "Aku tidak ingin kamu di panggil Mam sama anak orang lain, kamu adalah ibu dari anak-anak ku. ingat itu!" Setelah mengatakan hal itu James membawa Ayana ke dalam pelukannya, mencium gadis itu dengan lembut ini yang dia inginkan Ayana menjadi luluh karena nya. "Sekarang kamu ikut dengan ku, tidak perlu bekerja oke." Ayana melepas pelukan nya kemudian kembali mengatur duduknya. "Tidak mau! aku harus bekerja hari ini untuk bisa mendapatkan libur besok." James tersenyum, baiklah karena dia bahagia hari ini jadi dia tidak akan memaksa kekasihnya ini mengikutinya. "Baiklah baby girl, kalau begitu aku akan mengantarkan mu bekerja kemudian aku akan menjemput mu ketika sore hari nya. Aku ada beberapa hal yang harus di urus di sini. ingat jangan nakal!" Ayana mengangguk kemudian mobil langsung melaju ke tempat Ayana bekerja. ........ Rexa mempersiapkan diri untuk bertemu wanita yang bisa membuat James melupakan keberadaannya, Rexa ingin melihat secantik apa wanita itu sehingga dengan percaya dirinya dia ingin menjadi bagian dari keluarga Alexander Smith. Rexa dengan pakaian yang mewah dan dandan yang cantik merasa sangat puas. Dia akan membuat wanita itu menyadari posisinya sendiri. Beberapa Jam yang lalu Rexa mendapatkan informasi dari detektif yang ia sewa bahwa gadis itu bernama Ayana dan bekerja di sebuah cafe. Sungguh sangat salah dia merasa tersaingi, gadis itu bahkan tidak selevel dengannya yang seorang model ternama. Rexa keluar dari kamar hotelnya, beberapa orang yang mengenal nya menyapa dengan ramah namun Rexa tidak perduli dia mengabaikan semua orang itu. Rexa masuk ke dalam Taxi yang sudah ia pesan, dia sudah tidak sabar untuk pergi menemui wanita yang sok kecantikan itu. Dia sungguh tidak habis pikir bagaimana bisa James menolak pesonanya secara mereka sudah lama mengenal dan juga dia adalah seorang model terkenal dari swiss. Harus nya Rexa mewanti-wanti ini sejak lama namun apalah daya dia sibuk dengan kegiatannya. "Iya berhenti disitu pak." Rexa menginterupsi sopir taxi tersebut karena dia sudah tiba di cafe tempat perempuan gatal itu bekerja. Saat Rexa hendak turun dari dalam taxi dia melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di samping taksinya, Rexa menghentikan niatnya dia melihat seorang pria yang sangat ia kenali turun dari dalam mobil dan langsung membuka pintu penumpang bagian depan. Di Sana turunlah seorang perempuan yang membuat kedua Tangan Rexa mengepal, dia tidak menyangka jika James mencintai wanita yang begitu tidak level nya dengan keluarga mereka bahkan dengan diri nya sekalipun. Rexa melihat jika James mencium perempuan itu bahkan di tempat umum James tidak merasa malu, Rexa menatap sekeliling dan melihat beberapa orang mengambil gambar kedua orang yang tengah dimabuk asmara. Kemudian tidak lama James pergi dari cafe tersebut, Rexa langsung keluar dari dalam taxi, Rexa melihat hanya ada beberapa pelanggan Cafe dengan kasar Rexa menarik tangan Ayana. "Heh perempuan tidak tahu diri!" Maki Rexa sembari menarik tangan Ayana dengan keras membuat Ayana terkejut. Ayana menatap sekeliling nya, beberapa pasang mata menatap mereka dengan penuh tanda tanya."Mbak maaf...apa yang anda maksud?" Tanya Ayana dengan suara pelan dia berusaha untuk melepaskan genggaman erat di tangannya. Rexa menghempas tangan Ayana dengan kasar, sehingga tehantuk pada bagian pinggir meja membuat Ayana meringis kesakitan. "Masih bertanya hah?! Perempuan murahan apa kau tidak tahu jika James sudah memiliki tunangan! Bagaimana bisa seorang pelayan rendahan seperti kamu mendekati tunangan saya!" Maki Rexa dia sangat puas ketika seluruh uneg-uneg nya keluar untuk Ayana. Sedangkan Ayana terkejut atas perkataan tersebut. Baru saja dia merasa sangat bahagia karena dia sudah menyatakan perasaannya terhadap James dan begitupun sebaliknya. "Ta--tapi James mengatakan jika dia tidak memiliki orang spesial." "Apa kau percaya?! Wanita bodoh , tidak tahu diri. James adalah pria kaya dan banyak gadis yang ia tiduri tak terkecuali kau! James hanya bosan karena menungguku kembali dari swiss oleh sebab itu dia mencari jalang rendahan seperti mu." Makian terus Rexa layangkan untuk Ayana membuat gadis itu tanpa sadar meneteskan air matanya. "Jalang?!" Ayana bergumam, dia baru saja sadar bagaimana jauhnya antara dirinya dan James. James adalah pria kaya yang memiliki segalanya sedangkan dia hanyalah pelayan cafe yang tidak mempunyai apa-apa. Plak! Rexa menampar wajah Ayana dengan keras membuat lena seorang pelayan cafe menghampiri keduanya. "Ada apa ini! Kita bisa selesaikan secara baik-baik jika pelayanan kami tidak memuaskan ibu!" Ucap Lena dia membawa Ayana ke belakang tubuhnya. Rexa dengan malas menatap perempuan yang ada di hadapannya. "Jangan ikut campur!" Rexa mendorong tubuh Lena sehingga Lena tanpa sengaja menabrak tubuh Ayana yang ada di belakangnya. "Hentikan atau saya akan memanggil polisi sekarang!!" Teriak Lena dengan keras membuat Rexa malu. Sial harunya dia lebih menyiksa perempuan gatal itu tapi peringatan ini sudah cukup untuk menjauhkannya dari James. "Ingat kata-kata ku b***h! Jauhi James." Rexa keluar dari cafe membuat cafe kembali tenang, Lena membawa Ayana ke dapur. Ayana masih menangis dia memegang pipinya yang berdarah di sebab kan oleh tamparan keras yang ia terima dari perempuan misterius itu. "Siapa perempuan itu Ay?" Tanya Lena dengan penasaran sembari mengambil es batu untuk mengobati bibir Ayana, bibir gadis itu membengkak dengan darah mengalir. "Hiks...ak--aku tidak mengenalnya." Ucap Ayana dengan terbata-bata sembari menatap tangannya yang juga memar. "Tapi kenapa dia bersikap seperti itu? Seakan-akan wanita itu sangat membencimu." Ayana terdiam, dia mengingat nama pria itu. Pria yang berbohong kepadanya, pria yang membuatnya jatuh ke dalam jurang. "Aku tidak tahu." Ayana memilih untuk memendamkan perasaannya dan juga rahasia itu. Dia sangat kecewa terhadap James karena telah membohongi nya dengan begitu kejam. Tak seharusnya Ayana jatuh cinta kepada orang kaya karena ia tahu akan seperti ini kejadiannya sungguh Ayana sangat membenci dirinya sendiri. "Baiklah jika kamu tidak mau bercerita, kamu istirahat saja. Aku akan kembali ke depan." Lena meninggalkan Ayana sendirian. ....... Thank you guys dah mampir.....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD