Chapter. 20

1017 Words
Happy Reading ........ James baru saja pulang dari kosan Ayana, pria itu tidak rela jika berjauhan dengan wanita pujaannya tapi mau bagaimana lagi tidak mungkin James menginap di sana karena teman Ayana baru saja datang. James harus memikirkan cara agar dia dan Ayana bisa satu rumah, dia tidak ingin berlama-lama jauh dari wanita itu karena James yakin tidak hanya dirinya yang ingin memiliki Ayana untuk menjadi bagian dari hidup mereka. Jika memikirkan Ayana hidup bersama orang lain James sangat amat tidak rela contohnya saja pria b******n bernama Gio itu. Bagaimana bisa dia mengambil hati Ayana dengan menggunakan anak kecil sungguh Jame sangat tidak rela dan benci terhadap pria itu. Tidak lama James mendapatkan telepon dari Roni yang mengatakan jika dia sudah menemukan keberadaan ibu Ayana. James senang akhirnya dia bisa meminta restu agar dia bisa menikahi Ayana wanita yang ia cintai. “Cepat berikan Alamatnya.” Setelah mengatakan hal itu James mematikan teleponnya. “Jika begini maka rencana ku akan segera terlaksanakan.” Ucap James pada dirinya sendiri ia masuk ke dalam apartemen nya. Malam ini dia bisa tidur dengan nyenyak dan besok ia akan menjalankan rencananya. Di tempat lain di kediaman keluarga Atmaja, Gio sibuk diruang kerjanya setelah menemani Zo bermain sebentar tadi sebelum anak itu tidur terlelap. Gio menguap, tidak terasa dia sudah duduk berhadapan dengan laptopnya selama 3 jam. Rasa lelahnya membuat Gio kadang-kadang ingin menyerah namun jika mengingat anak kakaknya membuat Gio mengutuk niat nya tersebut. Jika dia tidak bekerja lalu siapa yang akan membuat Zo bahagia? Gio menutup laptopnya tidak lama ibunya masuk ke dalam ruang kerjanya. “Gio, Mamah ingin mengobrol bersama kamu sejenak.” Gio menatap ibunya, tumben sekali wanita cantik ini mengajaknya mengobrol biasanya ibunya ini sudah berada di dalam kamar bersama dengan sang ayah. “Ada apa Mah?” Tanya Gio kemudian dia duduk di samping ibunya. “Mamah hanya ingin bertanya saja.” “Beberapa hari ini Mamah perhatikan, kamu dan Zo sering keluar bersama?” Gio terdiam jujur saja dia dan Zo tak sedekat sekarang namun semenjak ia bertemu dengan Ayana dia merasa sangat membutuhkan Zo dan dia merasa Ayana salah satu alasannya mulai dekat dengan keponakan nya tersebut. “Iya Mah, aku hanya ingin mengajak Zo berjalan-jalan agar dia tidak anti sosial.” Jawaban itu membuat ibunya seperti tidak puas. “ Gio juga menemukan seorang gadis yang begitu cepatnya akrab dengan Zo Mah.” Lanjut Gio membuat sang ibu menatapnya dengan penasaran. “Siapa gadis itu Gio?” Tanya ibunya dengan nada yang sangat ingin tahu membuat Gio tersenyum. “Gio beberapa kali bertemu dengan nya Mah, dia sangat mirip dengan kakak oleh sebab itu Zo memanggilnya Mam.” Ibunya seakan tidak percaya jika cucu nya bisa memanggil orang lain dengan sebutan Mam bahkan Zo tak seakrab itu dengan bibi nya yang lain. “Siapa nama gadis itu Gio, Mamah ingin bertemu dengannya.” “Dia gadis pelayan Mah, namanya Ayana.” “Kamu harus mengantar Mamah untuk bertemu dengan gadis itu, Mamah yakin dia cocok untuk mu.” Gio terkejut mendengarnya tidak menyangka jika ibunya sangat antusias. “Tapi dia gadis pelayan Mah, apakah tidak apa-apa dia masuk ke keluarga Atmaja?” Tanya Gio memastikan ibunya tersenyum. “Mamah tidak memandang harta atau dari mana dia Gio, Mamah yakin dia wanita baik oleh sebab itu Zo menyukai nya. Kalau begitu Mamah ke kamar dulu ya.” Gio terdiam sesaat, dia tidak yakin jika Ayana ingin bersamanya. Karena ia yakin hal itu tidak akan terjadi karena James, ya pria itu tidak akan membiarkan Gio merebut Ayana. Tapi apa salahnya dia mencoba untuk mendapatkan Ayana? Toh Ayana sangat menyukai Zo, jadi Zo adalah senjata ampuhnya untuk mendekati Ayana. ....... Keesokan paginya mobil James sudah terparkir rapi di depan kosan Ayana, dia sejak malam tidak bisa tidur dengan nyenyak karena Ayana tidak membalas satupun pesan yang ia kirim oleh sebab itu James sudah berada di sini. "Pak James? bapak mencari Ayana?" James menoleh entah dari mana perempuan satu ini mengetahui namanya. James mengangguk, sembari menatap jam di pergelangan tangannya. "Dia ada di dalam Pak, saya lihat tadi ada seorang pria dan anak kecil datang lebih pagi dari pada bapak." James terperanjat kaget, pria dan anak kecil? tidak salah lagi ini pasti pria tak tahu diri itu yang dengan seenaknya mendekati Ayana nya. James langsung berjalan ke arah kosan Ayana, sangat terdengar jelas suara gelak tawa Ayana nya dan beberapa orang di sana. James tanpa permisi langsung masuk ke dalam kosan itu membuat semua orang kaget. Elva yang menyadari kedatangan James langsung menyambut pria tersebut dengan ramah, dia menatap Ayana penuh tanya namun Ayana tidak memberikan kode yang cukup untuk ia pahami. "Pak James silahkan duduk, Ay bawa kopi untuk Pak James!" Ayana mendengus, namun tetap mengambil kopi untuk pria itu. Baru beberapa langkah James menghentikan nya dan menarik tangan Ayana agar menjauh dari semua orang. "Kami akan pergi terlebih dahulu!" Ucap James dengan nada dingin, Zo anak kecil itu menatap Ayana dengan mata berkaca-kaca. "James, Aku harus mengantarkan Zo pergi membeli kue kesukaannya dan setelah itu aku akan pergi bekerja." Ayana melepas genggaman tangan James yang ada di pergelangan tangannya. Mata James melotot, ini lah yang ia takutkan. Sial apakah dia harus bersaing dengan bocah ini, ini semua salah Gio jika saja pria itu tahu malu makan tidak mungkin sepagi ini dia bertamu ke rumah kekasih nya. "Tidak! Biarkan pria itu mengantarkan nya kamu temenin aku sarapan di luar. Ambil tas mu sekarang!" Ucap James dengan nada penekanan di akhir kalimat nya membuat semua orang tidak enak dengan keberadaan mereka di sana. "James Ayana tidak ingin pergi dengan mu, apa kau tidak mengerti?!" Akhirnya Gio membuka suaranya setelah sekian lama dia hanya diam saja dan menatap perbuatan pria itu. "Tutup mulut mu! Kau tidak berhak disini jadi jangan coba-coba untuk ikut campur!" James menarik tangan Ayana menuju luar dia tidak ingin lebih lama satu atap dengan pria sok itu. Jika bisa James akan membuat pria itu tidak memiliki muka lagi di dunia ini sungguh rasanya hati James sangat terbakar rasa cemburu dan amarah sebab tingkah Gio yang seakan-akan sangat kasihan karena menjaga anak kecil itu sendiri. ..........
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD