Chapter. 19

1031 Words
Happy Reading ........ James menolak untuk satu mobil lagi bersama Gio, dia membawa Ayana untuk naik taxi. Mau tidak mau Ayana mengikuti pria tersebut dia berpamitan kepada Zo, anak itu merengek ingin ikut bersama Ayana namun James menghalangi nya. "Dia milik ku, ingat dia bukan Mam kamu!" Tekan James membuat Zo cemberut dan memeluk leher Gio dengan erat. "James! kamu terlalu kasar dia masih anak-anak!" Tegur Ayana kemudian dia menatap ke arah Gio dan meminta maaf atas perkataan tak sopan James. "Zo.... jika ada waktu Mam akan temenin kamu bermain lagi ya, sekarang Mam harus pulang karena ada beruang yang sedang marah!" Hibur Ayana membuat Gio hampir tertawa karena mengetahui jika julukan yang di berikan Ayana kepada James. "Be---beruang?" Tanya Zo dengan lucu membuat Ayana mengangguk pelan kemudian dia mengalihkan tatap nya ke arah James. "Baby apakah main-mainnya sudah selesai? bisa kita pulang sekarang!" Itu bukan ajakan tapi itu perintah, lalu Ayana mencium pipi Zo di sana mereka berpisah dengan cepat James menarik tangan Ayana menuju ke arah taxi mereka. Dalam perjalanan Ayana hanya diam tak berani membuka suara, supir taxi yang bersama dengan mereka merasa jika atmosfer di antara kedua sejoli itu sungguh sangat dingin, berbeda dengan pasangan lain yang pernah ia antar. "Fokuslah menyetir atau kamu akan menabrak motor di depan!" Tegur James ketika mata supir itu selalu mencuri-curi pandang ke arah nya dan juga Ayana. Di dalam hatinya Ayana sangat meminta maaf kepada sopir tersebut, dia tidak bisa berkata-kata kepada pria tampan yang ada di sampingnya ini. "Jadi siapa beruang yang kamu maksud?!" Tanya James sambil menekankan kata Beruang membuat Ayana ciut. Ayana memutar otak agar bisa menjawab pertanyaan James. "Eh anu itu..... Beruang itu maksudnya pria yang banyak uang, ah iya itu!" Jawab Ayana dengan gugup sembari menggigit bibi bawahnya. "Lelaki banyak uang? Jadi siapa dia, apakah ada pria lain yang mendekati mu lagi?!" "TIDAK!" Spontan Ayana menjawabnya dengan teriakan yang membuat sangat sopir terkaget. "Ma---maaf, aku tidak ada dekat dengan pria lain lagi. Pria banyak uang itu adalah kamu!" Jawab Ayana dengan malu, oh Tuhan jangan sampai James menuduhnya sebagai wanita gila uang. Ayana tidak bermaksud dia hanya tidak tahu harus menjawab seperti apa. Tidak mungkin dia jujur dan mengatakan jika Beruang itu adalah James, hewan buas yang bisa mencabik-cabik tubuh mangsanya. "Awww..... jadi itu julukan untuk ku sayang?!" Jawab Tersenyum merasa jika Ayana begitu manis, apakah ini pertanda ia dan Ayana bisa saling mengenal lebih dekat? jika benar James tidak akan menyia-nyiakan nya lagi. Ayana kebingungan mendengar nya, Aduh kenapa jadi begini padahal ia hanya ingin mencari alasan agar pria itu tidak tahu bahwa beruang itu adalah panggilan untuk nya. "Permisi maaf menganggu obrolan kalian Nona, tapi ini sudah sampai!" Suara Sopir menginterupsi keduanya, Ayana mengucap syukur akhirnya dia tidak perlu susah-susah menjawab pertanyaan James. "Ah iya.... Terima Kasih Pak." Ayana dengan cepat keluar dari dalam taxi tidak lupa ia membayar yang membuat James tidak enak hati karena baru kali ini seorang wanita membayar taxi nya. Setelah itu Ayana kebingungan saat melihat James mengikuti nya masuk ke dalam kosan. "Kamu tidak ada niat untuk pulang?" Tanya Ayana memastikan, bingung juga padahal mereka tidak memiliki hubungan. "Tidak! Aku ingin mengajak mu ke apartemen ku malam ini." Jawab James dengan santai membuat Ayana terdiam. "Ayana!" Teriakan itu membuat Ayana tersadarkan. "Aaaa..... Aku merindukan mu!" Zara gadis itu memeluk Ayana dengan erat, Ayana membalas pelukan sahabatnya tersebut semenjak lulus SMA mereka tidak pernah bertemu lagi karena Zara harus melanjutkan studinya. "Aku juga merindukan mu, kapan kamu tiba di sini?" Tanya Ayana, perubahan Zara cukup mencolok gadis itu yang dulu nya hanya mengepang rambutnya kini rambut itu terurai dengan indah. Ayana kagum dengan penampilan Zara yang sekarang mungkin itu semua karena pergaulan nya di jakarta. Mata Zara menatap James dengan penuh tanya, dia bertanya-tanya apakah ini kekasih sahabatnya? Melihat mata Zara yang tertuju ke arah James, mau tidak mau Ayana harus mengenal kan keduanya. "Ehmm..... James, ini sahabat ku Adiknya Mbak Elva namanya Zara." James menjabat tangan Zara yang terulur. "Kekasih Sahabat kamu." Simple itu lah kata yang keluar dari mulu James. Mata Zara seperti tidak percaya, dia tidak menyangka Ayana akan mendapatkan pria bule seperti James. "Omg.... omg.... kamu gak kasih tau aku soal ini Ayana?!" "Sahabat macam apa kamu ini huh!" Zara merajuk dia tidak tahu jika Ayana begitu beruntung mendapatkan pria seperti James. "Ceritanya panjang Zara, sekarang kita masuk!" James mengekori keduanya, sudah satu bulan dia tidak ke kosan Ayana dan ternyata di dalamnya ada beberapa barang yang di tambah. Zara dan Ayana sibuk bercerita di dapur sedangkan James duduk menunggu dia entah kenapa bisa seperti ini, dia adalah seorang CEO di perusahaan terkenal harusnya dia berada di kantor dan masih sibuk-sibuknya dengan tumpukan kertas di atas mejanya. "Maaf ya sudah membuat mu menunggu." Ayana membawa secangkir kopi untuk James, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa namun Ayana tidak ingin membuat pria ini merasa tidak nyaman di tempatnya. "Tidak apa-apa sayang." Zara yang mengintip dari dapur menatap keduanya dengan kagum. Dia mengenal pria ini dari beberapa majalah dan juga internet ia tidak menyangka jika sahabatnya begitu sangat beruntung karena bisa bertemu dengan salah satu dari anak Roy Alexander Smith. Ayana malu, dia masih belum terbiasa dengan panggilan sayang dari James. Ayana membalas panggilan sayang itu hanya dengan senyum sekilas kemudian dia kembali ke dapur. James meresapi bau kopi yang Ayana buat, apapun yang gadis itu berikan untuknya sungguh James sangat merasa candu. Dia tidak perlu lagi menunda waktunya untuk menjadikan Ayana sebagai miliknya, dia tidak ingin Gio mendahului nya dengan alasan anak kecil itu. Toh James juga bisa membuat anak untuk Ayana jika gadis itu mau, bahkan anaknya akan lebih ganteng dan lucu dari pada bocah yang selalu memanggil Ayana nya dengan sebutan Mam. Jika dia dan Ayana memiliki Anak maka James yakin dia tidak akan kesepian lagi dan Ayana akan berada di mansion nya untuk menjaga Anak mereka, menghayal memang sangat enak dan itu tidak hanya sekedar khayalan untuk James karena sebentar lagi ia akan menikahi Ayana, umurnya sudah 25 tahun ini adalah saatnya dia memiliki keluarga sendiri tanpa harus membuat Ayahnya cemburu lagi. ........ Tetap Happy kiyowooo walaupun kontrak di tolak terus, jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain Terima kasih ?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD