Part 17

1105 Words

‍‍‍‍"Gak bisa batalin aja perginya, La?" Desah Nathan pelan. Merasa berat melepaskan Nola pergi berlibur bersama teman sekelas gadis itu meskipun hanya sehari. Nola mengembungkan pipinya sebal mendengar perkataan Nathan. "Gak bisa, kak. Nola udah janji ikut sama mereka dari jauh-jauh hari. Nola gak mau dicap sebagai pembohong." Nathan memijit keningnya pelan melihat tatapan sedih sang tunangan. "Ya udah. Kamu boleh pergi tapi janji dulu satu hal dulu ke aku." Gadis cantik itu mengerjap pelan. "Janji apa, kak?" Nathan menangkup wajah Nola dan menatapnya intens. "Janji jauh-jauh dari pria lain dan gak bersentuhan dengan mereka, apapun alasannya." Tatapannya begitu dalam, seakan menuntut Nola untuk mengiyakan ucapannya. Sedangkan Nola yang polos tentu saja mengiyakan saja ucapan pria i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD