Nola membuntuti Nathan dari belakang seraya mencengkram ujung pakaian pria itu tanpa berani menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia menunduk dalam karena merasa terintimidasi oleh tatapan semua orang dalam ruangan. Seakan-akan mereka akan menelannya. Sungguh mengerikan tatapan mereka di mata Nola. Kala sampai di luar ruangan, baru lah Nola bisa menghela nafas lega sembari melepaskan cengkramannya dari pakaian Nathan. Gadis cantik itu mengelus dadanya yang sedari tadi berdegup kencang. "Orang-orang di dalam ruangan tadi sangat aneh, kak." Adunya. Nathan terbahak mendengarnya. Lantas menghentikan langkahnya dan berbalik. Menatap wajah lesu Nola dengan tatapan gemas. Kemudian, mencubit pipi Nola sekilas. "Aneh kenapa, Hm?" Nola bergidik ngeri membayangkan tatapan mereka tadi. "Pokoknya mereka

