Siang ini cuaca sangat panas sehingga Nola mengeluh kepanasan meskipun di dalam kelas ada kipas angin. Rambutnya yang tergerai semakin membuatnya kegerahan. Bibirnya mencebik kesal kala tak menemukan ikat rambut di dalam tasnya. Terpaksa menahan panas selama beberapa jam ke depan. "Bu Ina mana sih? Niat masuk ke kelas kita gak sih? Kalau gak masuk, aku mau pulang aja. Dikira aku gak sibuk apa." Gerutu Virlia. Kesal pada tingkah tidak disiplin dosen matkul Perkembangan Peserta Didik (PPD). Nola menepuk bahu Virlia pelan. "Sabar, Lia. Jangan marah-marah." Virlia mengubah posisi duduknya menjadi menghadap ke belakang. Menopang dagunya di kursi dan menghela nafas kasar. "Habisnya ibu itu menguji kesabaran banget. Kita udah nungguin sejak sejam lalu, tapi batang hidung ibu belum nongol sedi

