Pagi hari terdengar bunyi suara bergemuruh para prajurit Kerajaan Sarkuella berlari ke arah gerbang Kerajaan sambil terus berteriak.
"Kita di serang, kita serang!" seru Para Prajurit itu.
Titan Madannsi langsung terbangun saat mendengar suara para prajuritnya yang berteriak.
"Mayka, cepat lindungi anak kita. Aku akan ikut berperang!” perintah Titan.
Mayka menganggukkan kepalanya lalu berlari cepat ke kamar anak-anaknya. Sedangkan Titan bergegas memakai baju perangnya yang terbuat dari besi dan baja dan membantu para prajuritnya melawan musuh.
Titan berlari ke luar menuju halaman istana di sana terlihat Robert dan Viktor sudah terlebih dulu berperang melawan ribuan pasukan yang datang dari kerajaan sekutu Hiltar.
Robert mengendalikan kekuatan airnya untuk menyerang para prajurit lawan, ia mengayunkan tangannya ke atas seketika air itu bergerak ke atas mengikuti arahan tangan Robert lalu Robert menjatuhkan air itu menghantam para pasukan kerajaan sekutu Hiltar.
Sementara Viktor menggunakan kekuatan anginnya membuat prajurit sekutu Hiltar melayang di udara lalu menghempaskan ke tanah kemudian seketika mereka tewas.
Titan lalu segera masuk ke dalam peperangan itu, Titan bertarung melawan Pangeran dari Kerajaan sekutu Hiltar yang menjadi pemimpin p*********n itu, pertarungan itu sangat sengit.
"Bugh, Bugh, Bugh,".
pukulan Titan berhasil tepat mengenai wajah dan perut pangeran itu.
Pangeran itu langsung jatuh tersungkur, ia lalu berusaha bangkit dan membalas pukulan Titan, tetapi serangan dari Pangeran itu berhasil di halau Titan.
"Sudah cukup hentikan peperangan ini atau aku akan menghabisimu!" ancam Titan.
"Kau pikir aku takut dengan ancamanmu, aku yang akan menghabisimu terlebih dulu," ucap Pangeran itu sedikit terluka.
Pangeran Sekutu Hiltar lalu mengeluarkan semua kekuatannya ia membuat seluruh tanah dan Kerajaan Sarkuella bergetar, tidak lama keluarlah cahaya merah dari kedua tangannya.
"Hiiiiyyaaa!" teriak Pangeran itu.
Mengerahkan seluruh kekuatannya lalu mengarahkan serangannya ke arah Titan Madannsi, Titan terpaksa mengeluarkan kekuatan pedang petirnya untuk melumpuhkan kekuatan pangeran kerajaan sekutu Hiltar.
Titan mengangkat tinggi pedang petirnya ke atas seketika langit berubah menjadi gelap tampak cahaya kilat menjulur dari langit ke arah pedang Titan Madannsi.
Titan dan pangeran itu kemudian saling menyerang, terjadi adu kekuatan antara cahaya merah milik pangeran itu dan cahaya kilat dari pedang petir milik Titan Madannsi.
Tetapi kekuatan Pedang petir milik Titan Madannsi sangatlah kuat sehingga Pangeran itu tidak mampu menahan serangan Titan, cahaya pedang petir itu lalu menembus jantung Pangeran itu dan seketika ia tewas dalam peperangan.
Melihat pemimpinnya tewas para pasukan dari Kerajaan sekutu Hiltar kembali ke Kerajaan mereka sambil membawa mayat Pangeran Kerajaan sekutu Hiltar.
Titan, Robert, dan Viktor kembali masuk ke dalam Kerajaan Sarkuella untuk beristirahat setelah mengeluarkan kekuatan mereka bertarung melawan pasukan Sekutu Hiltar.
"Titan, aku yakin Pasukan Sekutu Hiltar akan kembali lagi menyerang Kerajaan kita," ucap Viktor.
"Iya Ayah, aku yakin Raja Namrud tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan membalas kita," ucap Titan.
"Kau tidak perlu khawatir Kak, aku sudah membuat rencana baru taktik perang untuk menghadapi serangan pasukan lawan," sahut Robert.
"Bagus Robert, aku yakin kita pasti bisa mengalahkan musuh," ucap Titan.
Ya.. Robert Madannsi terkenal akan kecerdasannya dalam berperang banyak wilayah baru yang berhasil di kuasai oleh Kerajaan Sarkuella berkat kemampuan Robert Madannsi.
Tidak lama setelah peperangan itu berakhir Cleo Dayypen datang ke kerajaan Sarkuella.
"Ada apa ini, apa yang sudah terjadi disini?" tanya Cleo.
Saat melihat keadaan halaman Kerajaan Sarkuella yang porak-poranda akibat peperangan yang baru saja terjadi.
"Cleo, Kerajaan Sarkuella baru saja di serang oleh Kerajaan sekutu Hiltar," jawab Titan.
"Apa!" ucap Cleo berpura-pura terkejut.
Sebenarnya Cleo sangat senang mendengarnya, rencananya perlahan akan berhasil, kini dua Kerajaan mulai mengibarkan bendera perang.
"Kau tidak perlu khawatir Cleo, kami sudah berhasil memukul mundur pasukan kerajaan sekutu Hiltar," ucap Titan.
"Baguslah Titan, kalau sampai mereka kembali menyerang, aku akan membantumu menghadapi mereka," ucap Cleo.
"Terima kasih Cleo, Robert juga sudah menyiapkan strategi baru berperang," sahut Titan.
Cleo Dayypen Menganggukkan kepalanya, mereka lalu bersama-sama menuju Ruang Rahasia untuk menjelaskan langkah-langkah selanjutnya untuk menghadapi serangan pasukan sekutu Hiltar.
**********
Disisi lain Pasukan prajurit perang sekutu Hiltar tiba di Kerajaan sambil membawa mayat Pangeran, Raja Namrud sangat marah melihat putranya pulang dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
"Siapa yang melakukan semua ini kepada putraku!" teriak Raja Namrud marah.
"Maaf yang mulia, Raja Sarkuella yang sudah menghabisi Pangeran, saat Pangeran menyerah Raja Sarkuella langsung menghabisinya," ucap salah satu prajurit itu berbohong.
"Apa, Titan Madannsi aku tidak akan mengampunimu!" teriak Raja Namrud murka.
Raja Namrud mengepalkan kedua tangannya ia lalu memerintahkan prajuritnya untuk menyiapkan kereta kuda, Raja Namrud berniat akan pergi ke kerajaan Hiltar bersama beberapa prajuritnya, untuk meminta bantuan Raja Hiltar menyerang Kerajaan Sarkuella.
Perjalanan ke kerajaan Hiltar cukup jauh, memakan waktu selama Dua hari untuk Raja Namrud bisa sampai di sana.
*****
Kembali ke Kerajaan Sarkuella
Di Ruang rahasia Robert Madannsi membuka peta wilayah kerajaan sarkuella dan mulai menjelaskan rencana strategi berperangnya kepada Titan Madannsi, Cleo Dayypen, dan juga Viktor Madannsi.
"Begini semua, Kita harus membagi para prajurit kita untuk menjaga di perbatasan wilayah kerajaan sarkuella dan sisanya berjaga di istana, kita akan membuat banyak jebakan di sepanjang jalan menuju istana terutama di dalam hutan aku yakin pasukan sekutu Hiltar akan lebih memilih melewati hutan karena itu satu-satunya jalan agar lebih cepat sampai ke kerajaan sarkuella," ucap Robert Madannsi menjelaskan.
"Ow bagus juga rencana Robert," guman hati Cleo Dayypen.
"Aku setuju dengan rencanamu Robert," ucap Titan menepuk bahu Robert.
Sedangkan Viktor dan Cleo menganggukkan kepalanya menyetujui rencana Robert.
"Baiklah, mulai besok aku akan memimpin para prajurit kita untuk pergi ke perbatasan dan membuat jebakan," ucap Robert.
Setelah berdiskusi mereka lalu keluar dari ruang rahasia, Viktor kembali ke kamarnya untuk beristirahat di usianya yang tidak lagi muda. Sedangkan Cleo Dayypen dan Robert pergi untuk melatih prajurit perang kerajaan sarkuella.
Sementara Titan ingin melihat anak-anaknya, tetapi saat Titan melewati bagian ruang makan Titan mendengar suara teriakkan para pelayan, Titan lalu melangkahkan kakinya kesana untuk melihatnya.
"Ada apa ini!" teriak Titan Madannsi.
"Putri Reya....Putri Reya, Yang mulia," jawab para pelayan itu gugup.
"Iya ada apa dengan putriku?" tanya Titan Madannsi.
"Putri Reya yang menghancurkan semua ini, Raja," ucap para pelayan itu.
Titan melihat semua piring, mangkuk dan cangkir yang terbuat dari gerabah itu pecah, semua makanan yang ada di atas meja berserakan di mana-mana karena semua tempat wadah makanan itu hancur berkeping-keping.
"Itu tidak mungkin, bagaimana mungkin Reya bisa melakukan semua ini," ucap Titan tidak percaya.
"Benar Raja, kami tidak berbohong tadi Putri Reya tidak mau makan dan kami memaksanya untuk makan tapi Putri Reya marah, ia menatap tajam sebuah piring lalu tiba-tiba piring itu dan semua lainnya hancur seketika," ucap salah satu pelayan menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Jika benar ini perbuatan Reya, dimana ia sekarang?" tanya Titan Madannsi.
"Putri Reya baru saja berlari keluar sepertinya menuju kamar Ratu Mayka," jawab pelayan itu lagi.
"Baiklah kalian bersihkan semua ini, aku akan bertanya langsung kepada Reya," ucap Titan Madannsi.
Titan Lalu berjalan menuju kamarnya dan Mayka untuk mencari Reya, tapi saat sampai di sana Reya tidak ada. Titan lalu bertanya kepada salah satu pengawal yang biasa menjaga di luar kamar Reya.
"Pengawal apa kau melihat Reya?" tanya Titan.
"Iya Yang Mulia Raja, Saya melihat Putri Reya berlari ke kamar pangeran," jawab Pengawal itu.
Titan menganggukkan kepalanya, Lalu kembali melangkahkan kakinya menuju kamar Pangeran.
"Ya ampun, apa yang sudah terjadi di sini!" ucap Titan terkejut.
Melihat keadaan kamar pangeran yang sangat berantakan semua benda-benda yang terbuat dari gerabah dan kayu hancur di mana-mana, dan melihat Mayka sedang memeluk Reya berusaha untuk menenangkannya.
"Mayka ada apa ini? Apa yang terjadi dengan putri kita?" tanya Titan.
"Suamiku nanti aku jelaskan, sekarang bantu aku menenangkan Reya," jawab Mayka.
Titan menganggukkan kepalanya lalu menggendong Reya mencoba untuk menenangkannya.
"Reya Sayang, tenanglah Ayah disini, Reya sayang ayahkan," ucap Titan mengelus puncak kepala Reya.
Reya perlahan mulai tenang, ia menatap wajah ayahnya yang tersenyum padanya.
"Reya ada apa? kenapa Reya seperti ini?" tanya Titan setelah melihat Reya tenang.
"Reya tidak mau makan Ayah, tapi Bibi pelayan memaksaku makan," jawab Reya polos.
"Jadi Reya tidak mau makan, Ow ya.. tadi Ayah melihat bibi Helena membuat kue enak sekali," ucap Titan mencoba membujuk Reya.
"Kue apa Ayah?" tanya Reya.
"Ayah tidak tahu coba Reya lihat sendiri di dapur kerajaan ada Bibi Helena di sana," jawab Titan.
Reya menganggukkan kepalanya, Titan menurunkan gendongannya dan Reya langsung berlari ke dapur kerajaan, setelah Reya tidak terlihat lagi Titan lalu meminta penjelasan kepada istrinya.
"Mayka, apa yang sebenarnya terjadi dengan Reya, bagaimana Reya bisa melakukan semua ini?" tanya Titan heran.
"Suamiku, sepertinya Reya mendapat anugerah dari Dewa kekuatan yang sangat besar dan kuat," jawab Mayka.
"Tapi Reya masih berumur 5 tahun, seharusnya di usianya sekarang kekuatan Reya tidak sebesar itu," ucap Titan tidak menyangka.
"Entahlah suamiku, kita harus segera mengirim Reya kepada Michel untuk belajar mengendalikan kekuatannya, kalau tidak setiap kali Reya marah maka semua yang ia lihat akan hancur," ucap Mayka.
"Kau benar Mayka, kekuatan Reya harus bisa di kendalikan kalau tidak ia bisa menyakiti banyak orang," ucap Titan sambil menganggukkan kepalanya.
"Aku akan bicarakan ini dengan Reya, tapi tolong rahasiakan ini suamiku, aku tidak ingin ada orang lain yang tahu kekuatan Reya sebenarnya," pinta Mayka.
"Baiklah Mayka, kalau begitu aku pergi menyusul Reya," sahut Titan.
Titan lalu pergi ke dapur kerajaan, sementara Mayka membersihkan benda-benda di kamar pangeran yang hancur berantakan, beruntung pangeran sedang di gendong oleh Demina neneknya.