Kamu Bisa Mengundurkan Diri

1061 Words

Arini menghampiri Baskara yang ada di kamarnya sambil membawa secangkir teh yang dibuatnya di dapur. "Tuan, silahkan diminum dulu tehnya." Arini meletakkan cangkir itu di atas meja yang berada dekat tempat tidur. Ia sama sekali tidak berani menatap Baskara karena merasa sudah dua kali kecolongan menjaga tuannya. "Terima kasih, Arini. Oh ya, setelah ini kau rapikan saja semua barang-barangku karena Papa meminta kita untuk pulang dalam satu jam lagi," titahnya. "Baik, Tuan." Untuk kesekian kalinya Arini benar-benar tidak menatap wajah Baskara hingga suasana pun berubah menjadi canggung di antara mereka. Wanita itu berbalik karena ingin merapikan semua barang-barang milik Baskara yang ada di kamar itu. Sementara Baskara mengambil napas panjang lalu membuangnya. “Arini.” Arini berbali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD