Bab 18: Dermaga Air Mata Istri Bercadar​

1491 Words

​Lampu sorot aula hotel bintang lima di Jakarta Pusat itu tertuju pada satu titik. Setelah beberapa tokoh penting dan atlet legendaris memberikan sambutan, kini giliran sosok pria tegap dengan rahang tegas itu melangkah ke podium. Arslan Karataev, bagian dari tim elit Khabib & co., berdiri dengan wibawa yang sanggup membungkam riuh rendah ribuan hadirin di acara Self Defense Seminar & Charity Event tersebut. ​Ia tidak mengenakan jas formal yang kaku. Arslan memakai kemeja taktis berwarna gelap yang lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan lengan yang kokoh—hasil dari disiplin bertahun-tahun di sasana Dagestan. Namun, bukan teknik bela diri yang pertama kali ia sampaikan ​"Self defense... bela diri," suara Arslan berat, menggema lewat pengeras suara dengan artikulasi yang tenang, na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD