"Sin, aku kepikiran Ettan terus dari semalam. Aku enggak bisa tidur. Kenapa, ya?" tanya Indira sembari mendudukkan tubuhnya di kasur. Dia menatap Sinta yang masih memasang wajah bantalnya. Sinta yang mendengar hal itu pun menguap pelan. Dia menatap Indira heran. "Itu tandanya udah saling cinta," ucap Sinta enteng. Dia bangkit dari tidurnya dan duduk di sebelah Indira. Indira menggeleng tak setuju. Bukan itu yang dia rasakan. Dia merasakan perasan takut dan khawatir secara bersamaan. Entahlah, Indira sendiri tidak bisa memahaminya. "Kalau itu beda lagi. Aku ngerasa enggak bisa tenang. Entah kenapa aku selalu khawatir sama Ettan!" elak Indira. Sinta mengusap wajahnya pelan. Matanya menelisik ke wajah Indira. Mata Indira cukup merah dengan kantung mata yang menghiasinya. "Kok, kamu bisa

