Adi PoV Bugh. Satu tinjuan mendarat tepat di rahang kiriku. Entah siapa yang melakukan ini. Tinjuan itu terlalu cepat sampai aku tidak sempat melihat pelakunya. Aku mencoba kembali mengagahkan tubuhku. Belum sempat aku berdiri tegak, seseorang sudah terlebih dahulu mengeluarkan suara baritonnya. “Orang tua macam apa kamu, tega-teganya mengatakan bahwa bayi itu bukan anakmu.” Baik, kali ini aku tau siapa orang ini. Sambil terkekeh, aku mencoba membangunkan tubuhku yang sempat ambruk di lantai. Laki-laki itu terlalu banyak ikut campur dalam urusanku “Nyatanya dia bukan anakku,” tegasku sambil kuseka sudut bibir yang bedarah. Lengkap sudah. Kemarin yang sebelah kanan, sekarang sebelah kiri. Sial! Apa dia pemain tinju. Keras sekali tinjuannya. Kulihat rahangnya semakin mengeras, tangann

