Adi PoV Suara sapaan masuk seseorang terdengar, ia mengenakan jas putih, lengkap dengan stetoskop di lehernya, yang jelas memperlihatkan bahwa dia adalah seorang dokter. Andai bukan orang itu yang mengenakan jas putih itu. Tentu aku tidak akan sekaget ini Aku memicingkan mataku, menerka-nerka untuk meyakinkan bahwa dokter yang saat ini di depanku adalah Devan, teman satu bangku saat di sekolah menengah dulu. Dokter itu masih belum menyadari aku sebagai Adi, dia fokus kepada box bayi di mana tempat bayi Ayu sedang tertidur pulas. Atau mungkin penampilanku yang kini terlihat berbeda sehingga tidak menyadari siapa aku sebenarnya. Aku memanggil namanya,meyakinkan bahwa benar dia adalah Devan. Dokter ini mendongakkan kepala dan terperanjat saat melihatku. Ketika dia menyahut, aku menga

