Sembilan Belas

1216 Words

Malam ini setelah menidurkan baby Shahia, Siska menghampiri Devan yang sedang santai di depan layar TV. Siska membawakan secangkir kopi dan cemilan untuk Devan. “Ini mas diminum dulu.” “Terima kasih.” “Mas?” Panggil Siska. “Iya?” Jawab Devan tanpa menatap ke arah Siska. “Apa aku boleh menanyakan sesuatu?” “Tanyakan saja?” “Apa tadi mas Devan pergi dengan Risa?” “Tidak.” “Lalu kemana mas Devan pergi tadi?” “Aku ada urusan.” “Mas, apa mas Devan memiliki hubungan dengan Risa?” “Bisa dibilang iya, bisa dibilang tidak.” “Mas Devan menyukai Risa?” “Tidak.” “Benarkah?” “Terserah kamu mau percaya atau tidak, udah ah aku ngantuk. Aku mau ke kamar dulu.” Devan beranjak dan pergi ke kamar meninggalkan Siska yang hanya bisa terdiam dan berlinang air mata. Siska POV Hati gue rasanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD