4. Hotel NOU

1230 Words
Hotel NOU. Kening Aluna mengerut bingung, iya sangat tahu ini adalah Hotel yang sangat terkenal di kota ini. Selain view langsung pada laut hotel ini juga fasilitas nya sangat nyaman dan banyak sekali. Ini adalah hotel berbintang untuk kalangan para pejabat. Beberapa kali Aluna pernah ikut dengan kakeknya saat dia masih hidup untuk bertemu dengan rekan kerja nya. "Mengapa kau membawa ku kemari?" tanya Aluna. Apakah mereka akan masuk ke dalam kamar atau hanya bersenang-senang melihat pemandangan di lantai saja. "Ah.. aku ingin." ucap Noah. Lagi, perkataan Noah sangat misterius sekali membuat Aluna bergidik ngeri. Apa maksudnya dengan kata ingin? Ingin menginap? Liburan atau hanya sebatas bertemu orang atau rekan kerja? Noah memang sulit untuk di tebak. Tetapi, dugaan Aluna ternyata salah. Noah malah memesan satu buah kamar, hal itu membuat Aluna terkejut bukan main. Logikanya untuk apa memesan kamar, dan di dalam nya hanya ada mereka berdua. "Kau.. mengapa kau memesan sebuah kam-" belum sempat Aluna meneruskan bicaranya, Noah sudah memotongnya terlebih dahulu dengan menggandeng paksa tangan wanita itu. "Jangan membantah! Ikuti saja aku." Ah benar-benar tak bisa di tebak, pria itu berubah menjadi kasar. Apakah tabiat semua pria memang seperti itu? Aluna jadi berpikir kembali, takut jika dirinya hanya dijadikan bahan mainan saja oleh Noah, seperti Jacob mempermainkan kehidupan nya. Noah membuka pintu, segera masuk dengan tangan yang masih menggenggam tangan Aluna cukup kuat. "Kau boleh melakukan apa saja di ruangan ini." ucap Noah, "Termasuk bersenang-senang dengan seorang pria." Mata Aluna terbuka lebar, melihat ke arah Noah dengan tatapan tak percaya. Bisa-bisanya Noah berkata seperti itu. Apakah dirinya benar-benar menjijikkan di mata Noah dan juga Jacob. Hei! Lihatlah. Dia berasal dari keluarga baik-baik, pendidikan nya juga sangat cemerlang mengapa selalu di ragukan hanya oleh seorang pria. "Kau!" Alisa menunjuk wajah Noah dengan jari telunjuknya. Tak habis pikir ternyata Noah sama bajingannya seperti Jacob. "Calm down, honey." ucap Noah sembari mendekat ke arah Aluna yang wajah nya sudah terlihat memerah akibat menahan amarah. "Aku hanya bercanda, maksudku kau dan aku yang akan bersenang-senang." Noah menarik tangan Aluna sehingga badan Aluna terhuyung ke depan; menubruk d**a Noah yang bidang, hangat tubuhnya dapat di rasakan oleh Aluna. "Tidak! Kita jangan melakukan ini." Aluna menolaknya. "Kenapa? Bahkan sekarang kau tak berhak untuk menolaknya sama sekali!" ucap Noah membuat Aluna menelan ludah nya secara paksa. "Benar-benar b******n!" Wajah Noah mendekat ke wajah Aluna bahkan hanya menyisakan beberapa centimeter saja. "b******n? Mengapa kau berani memanggilku b******n?" tanya Noah dengan senyum devil nya. "Ah.. maaf Noah, aku benar-benar tidak sengaja mengucapkan itu." "Ketidaksengajaan mu adalah kata-kata yang nyata. Biasanya yang pertama kali keluar itu adalah perkataan yang jujur ." Aluna menggelengkan kepala. "Ku mohon, ya benar aku salah.. tetapi percayalah aku bohong mengucapkan kata b******n pada mu, Noah." "Atas dasar apa aku harus memaafkan mu, aku harus menghukum mu Aluna." Mata Aluna sudah berkaca-kaca, Aluna memang kuat tetapi dalam kuatnya menjalani hidup Aluna tak pernah bisa membendung air matanya. Air mata tak selamanya menggambarkan kelemahan, bukan? Dan ini adalah sesuatu hal yang paling di benci oleh Aluna. Di saat dirinya harus tersenyum hanya untuk menghentikan air mata yang akan jatuh. "Aku benci air mata." ucap Noah tepat di depan wajah Aluna. "Aku juga membencinya, tetapi dia datang tanpa aku minta." ucap Aluna membuat Noah mengerang lantas membersihkan air mata yang keluar dari wajah Aluna dengan perlahan. "Jangan nangis, aku hanya bercanda mengatakan itu." ucap Noah, satu tangannya membawa tangan Aluna agar berada di genggaman tangan nya. "syuttt.." Aluna bahkan tidak menyangka jika Noah akan melakukan ini semua, perlakuan nya yang lembut membuat Aluna lebih yakin jika dirinya memang harus meninggalkan Jacob untuk Noah. Berbeda jauh di banding Jacob, Noah nampak lebih menyayangi nya. Dan sekarang lihatlah! Kebahagian dirinya sudah berada di depan mata ini adalah kesempatan dari Tuhan yang tak akan pernah datang dua kali. "Hmm ya, maafkan aku juga karena aku terlalu baperan." Noah tersenyum kecil, dia menangkup wajah Aluna dengan tangannya yang besar. "Tidak apa-apa, dear." Noah mendekatkan bibir nya pada bibir Aluna. "Kau sangat menggemaskan." Cup Satu kecupan hangat mendarat di bibir Aluna, hanya sebuah kecupan kecil tetepi mampu membuat Aluna tersipu. Jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya. Pipi nya sudah pasti merona sekarang ini. "Hmm.. Noah." "Aku menyukainya, jangan menolak." Cup Bibir Noah yang tebal di tempelkan pada bibir Aluna. Sekarang bukan sebuah kecupan lagi tetapi ini adalah sebuah lumatan lembut. Awalnya Aluna menolak, dia berusaha berontak. Tetapi ia tak bisa menolak pesona Jacob, kelembutan nya dalam bermain bibir dan lidah yang di berikan oleh Jacob sangat membuat Aluna nyaman. Ini adalah rasa yang tak pernah Aluna bayangkan dan rasakan sebelum nya. "Buka bibirmu dear." ucap Noah dengan suara yang parau, Aluna tersenyum malu malu ia mulai membuka bibir seperti apa yang di perintahkan oleh Noah. Noah mulai mencecap nya dan memainkan lidah Aluna dengan lembut. Beberapa menit kemudian, Noah mengangkat tubuh Aluna dan membawa nya pada king size yang empuk. Noah berada di atas Aluna, dia juga menahan berat badan nya karena tidak ingin Aluna merasakan berat dan engap dengan badan nya. Sudah puas dengan bibir kecil Aluna, bibir Noah pindah ke bawah dan mengecup leher Aluna beberapa kali sampai suara desahan kecil lolos dari Aluna. "Noah. kau!" Noah tak menggubris ucapan Aluna, satu tangan nya ke bawah dan memegang d**a Aluna dari balik baju, satu kancing baju Aluna bisa lepas hanya karena satu tangan Noah. Noah hanya membuka dua kancing saja. "Noah.. kau melewati batas!" ucap Aluna membuat Noah terkekeh pelan, bukan nya berhenti pria itu malah menggila. "Noah.. kau-" sebelum dapat melanjutkan ucapan nya, terlebih dahulu Noah membungkam bibir Aluna dengan bibir nya. Biarlah kenikmatan ini mereka rasakan Noah tahu mana batas kewajaran nya. Beberapa menit dalam posisi seperti itu, Aluna mulai nyaman akan perlakukan Noah, terbuai dengan ucapan-ucapan romantis serta sentuhan lembut yang di ciptakan oleh Noah. Apa sekarang ini dirinya harus melakukan hubungan terlarang bersama dengan Noah? Sedangkan dirinya masih berstatus istri dari Jacob Dominic. Ah persetan dengan semua ini, lagi pula mereka berdua sebentar lagi akan bercerai bukan? Aluna mulai merasakan kenyamanan, lantas mengalungkan kedua tangan nya pada leher Noah. "Aku sangat menyayangimu, Aluna." ucap Noah dengan suara parau. Aluna bersemu, apakah benar jika Noah dapat menyayangi dirinya dengan mudah. Lantas bagaimana dengan wanita wanita yang sebelumnya dekat dengan Noah, apakah mereka juga di perlakukan sama? Noah memandang Aluna cukup lama, "Apa ada yang kau pikirkan, Aluna?" tanya Noah sembari mengerutkan kening nya. Aluna menggeleng pelan. Lalu mendunduk. Noah mengangkat badan nya sedikit, celana nya mulai sesak. Apakah pengaruh Aluna sehebat ini bisa membuat adiknya bangkit hanya dengan ciuman saja. Noah kembali menindih tubuh Aluna, tetapi Aluna malah membulat kan matanya. "Ini sangat keras, Noah." Noah terkekeh pelan, Aluna sangat polos sekali. "Iya.. sudah tak sabar ingin memasukimu," "Ngeri sekali." Aluna bergidik ngeri. Noah kembali terkekeh, "Sebentar lagi, tidak untuk sekarang." Noah turun dari badan Aluna lantas merebahkan tubuh nya di samping Aluna. Jacob meraih handphone nya dan melihat saham perusahaan nya, meskipun seperti ini dirinya memang harus tetap bekerja. Aluna yang penasaran segera masuk ke dalam kungkungan tangan Noah untuk melihat apa yang sedang Noah kerjakan, mengapa Aluna jadi seberani ini? "Kau sangat ingin tahu ya" tanya Noah sembari terkekeh kecil, gemas karena melihat tingkah Aluna. Alun menggeleng, ia merubah tidur nya jadi miring dan satu tangannya ia simpan di d**a Noah. Lalu setelah itu, Aluna mulai memejamkan matanya. Sedangkan dalam posisi itu Noah merasa nyaman dan bisa bekerja dengan tenang dan fokus.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD