On.
Saat Aluna berbicara kepada dirinya jika dia kedatangan tamu yang tak di undang, Noah segera bergegas mencarikan pembalut di toko market terdekat, dia menyuruh kasir untuk memilihnya. Setelah membayar belanjaan, Noah hampir lupa jika Aluna belum makan. Sehingga Noah memutuskan untuk membeli pizza saja, menurutnya itu sangat praktis dan gampang untuk mengganjal perut, lagi pula nanti malam akan ada acara makan malam dirinya dan juga rekan kerjanya- Edward.
Di perjalanan pulang ke hotel, Noah tak sengaja melihat sebuah dress hitam dan memarkirkan mobilnya di depan toko tersebut.
"Selamat datang Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai itu ramah kepada Noah.
Noah menganggukkan kepalanya, "Saya ingin membeli dress itu." jawab Noah sembari menunjuk ke dress hitam yang sangat cantik tak jauh di depan nya.
Pegawai itu menganggukkan kepalanya. "Tapi ini dress dengan harga termahal di toko ini, pak. Apa anda masih berminat untuk membelinya?" tanya pegawai itu, membuat Noah berdecak. Dalam hati berkata memang nya saya semiskin itu apa.
"Apa toko ini juga kau jual? Aku ingin membelinya." ucap Noah membuat pegawai wanita itu terlihat kikuk.
"Ah baiklah pak, maafkan saya kalau begitu mari." pegawai itu membawa dress ke hadapan Noah. Awalnya Noah tak akan memberi ampun pada pegawai itu, tetapi niat untuk membunuh nya urung akibat mengingat Aluna.
"Kalau boleh saya tahu, dress ini untuk siapa ya?" tanya pegawai itu.
"Untuk kekasihku," jawab Noah.
"Tingginya segini," sambungnya sembari menunjuk pada leher Noah. Wanita itu terkejut, dirinya saja hanya sebatas d**a Noah mungkin di bawah d**a Noah, ini ada sampai seleher?
"Ah baiklah, ini adalah dress dengan kualitas terbaik disini dan di desain langsung oleh designer fashion ternama. Apakah bapak ingin merombaknya dalam ukuran?" tanya pegawai itu.
"Tidak! Sepertinya akan pas." jawab Noah membuat pegawai itu menganggukkan kepala. Kalau tidak tampan dan kaya mungkin pegawai itu akan menyumpah serapahi Noah akibat ucapan nya yang terlampau dingin.
"Apa ada yang kau butuhkan selain dress?" tanya pegawai itu.
Noah menganggukkan kepalanya. "Ya ada, saya ingin membeli heels yang tidak terlalu formal tetapi cocok untuk dress ini." jawab Noah.
Pegawai itu tersenyum, lalu mengajak Noah untuk melihat heels toko nya.
Lama memilih, pandangan Noah jatuh pada heels berwarna silver dengan aksen gliter sedikit.
"Sepertinya aku mau ini," ucap Noah membuat pegawai itu tersenyum.
"Kau mempunyai selera yang tinggi, Tuan."
"Lalu apa lagi yang kau butuhkan?" tanya nya kembali.
"Tas dan juga aksesoris serta dalaman wanita."
pegawai itu tersenyum. "Mari saya tunjukkan, kau memilih toko yang lengkap, Tuan."
***
Menemukan pasangan yang baik, merupakan idaman setiap orang. Tetapi apakah Noah benar-benar baik. Sejauh ini Noah adalah pasangan yang baik untuk Aluna. Aluna merasa mempunyai teman untuk berbagi dan juga rumah untuk pulang.
Mereka berdua sekarang sedang berjalan dengan beberapa orang yang mengikuti mereka berdua di belakang. Orang-orang itu juga memakai baju serba hitam persis seperti dirinya dan juga Noah. Ini seperti agen rahasia saja. Sangat keren. Aluna kira hal seperti ini hanya akan di ditemukannya cerita novel dan film saja ternyata itu salah. Ini adalah nyata, dan dirinya sendiri yang mengalami ini. Fantastis sekali bukan?
"Kau hanya mengikuti arahan ku saja." ucap Noah yang segera di angguki oleh Aluna.
Mereka sudah menaiki lift, dan beberapa orang menaiki lift yang satu nya lagi karena jumlah nya cukup banyak.
"Noah, kita akan pergi ke mana?" tanya Aluna yang penasaran sekali, mereka akan pergi ke mana sekarang ini.
"Lantai paling atas." jawab Noah dingin. Tak berniat menjawab ucapan Noah dan lebih memilih bergelut dengan pikiran nya sendiri.
Banyak sesuatu hal yang ingin Aluna tanyakan kepada Noah, tetapi ini semua hanya bisa Aluna pendam sendiri saja..Bukan waktu yang pas seperti nya untuk bertanya.
Banyak sekali yang ingin Aluna tahu, tetapi sekali lagi. Orang seperti Noah bukan orang sembarangan yang akan dengan mudah memberi tahu dirinya.
*
Mereka semua kini sudah sampai di rooftop, dimana ini adalah lantai paling atas hotel NOU. Hotel termahal dan tentunya ini adalah hotel yang di kelola oleh Noah beserta keluarga nya.
Di atas rooftop ini, sudah di sediakan pasilitas yang sangat nyaman dan juga mewah. Mungkin siapa saja akan betah, jika berada di sini. Orang yang berada di sini pun harus orang yang mempunyai uang banyak karena menyewa nya membutuhkan harga yang mahal sekali.
"Silahkan duduk." ucap seorang pelayan kepada mereka berdua, dari atas sini kota dapat terlihat dengan jelas karena untuk pagar nya mereka menggunakan kaca yang bening transparan. sehingga kelap-kelip lampu kota terlihat.
"Kenapa hanya kita berdua?" tanya Aluna. Pasalnya beberapa jam yang lalu Noah memberitahukan jika ada makan malam dengan rekan Noah. Tapi sekarang ini mereka hanya berdua saja dengan beberapa orang yang mengenakan seragam serba hitam, persis seperti dirinya dan juga Noah.
"Sebentar lagi pasti akan datang." ucap Noah membuat Aluna menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan ucapan Noah.
Sembari menunggu sesuatu hal yang pasti, Aluna menghentak-hentakkan kaki nya karena kesal, padahal jujur saja perutnya sudah sangat lapar. Hal itu membuat Noah terkekeh pelan.
"Apakah kau kesal?" tanya Noah.
Aluna menganggukkan kepala nya. "Sebenarnya, iya." jawab Aluna sembari menarik nafas nya. "Tapi tidak apa-apa, aku sudah terbiasa dengan ini." sambung nya kembali, tetapi itu membuat Noah tertawa.
Noah beranjak dari duduk nya, pria tampan itu segera memutari meja dan sekarang berada di samping Aluna yang tengah kesal menunggu.
Noah menyodorkan tangan nya, membuat Aluna mengerutkan kening bingung.
"Kenapa?" tanya Aluna. Tetapi tak di jawab melainkan menyuruh Aluna agar menerima sodoran tangan nya dengan gerakan mata.
Aluna pun menerima sodoran tangan Noah, Noah tersenyum dan membawa nya ke pinggir Rooftop.
"Ini sangat indah." ucap Aluna membuat Noah mengangguk.
"Apa kau kedinginan?" tanya Noah.
Aluna menggelengkan kepala nya pelan. "Tidak.. aku tidak ingin merusak jas mu, kau tampan menggunakan itu." perkataan Aluna membuat Noah terkekeh. Perlahan, pria itu berjalan ke belakang Aluna. Satu tangan nya ia kaitkan pada leher Aluna yang putih mulus.
"Diam lah, ini dapat membuat mu hangat." ucap Noah, Aluna merasa sangat nyaman berada di pelukan Noah. Pelukan pria itu sangat menenangkan dan juga mampu membuat dirinya terbang melayang.
Noah sangat manis pada nya berbanding balik dengan Jacob yang selalu kasar kepada nya. Apakah kali ini memang benar, jika takdir sedang berpihak pada nya?
"Aku mencintaimu, Aluna." bisik Noah, membuat Aluna refleks memejamkan mata indah nya.
"Aku juga, Noah."
*
Sudah lama mereka berada di posisi seperti ini, akhirnya sebuah helikopter dari atas sana terlihat.
"Mereka datang." ucap Noah, menunjuk ke arah helikopter yang tak jauh dari pandangan mereka.
"Wow, ini sangat keren." jawab Aluna dengan mata berbinar.
"Memang keren, tapi keluarga mu juga dulu sangat keren."
Membawa nama keluarga sebenernya membuat Aluna tersinggung. Apa itu keluarga? Dia benar-benar tak punya keluarga akibat mafia b******k itu. Siapapun yang telah membunuh keluarga nya, akan Aluna pastikan orang itu juga terbunuh oleh tangan nya sendiri.
"Ayo Aluna, kita harus siap-siap untuk menyambut mereka."
Aluna tersenyum kecil, dan menganggukkan kepalanya. Wanita itu menggandeng sebelah tangan Noah dan beranjak dari kenyamanan nya. Tamu yang di tunggu-tunggu sudah datang.