EPISODE LIMA BELAS

1185 Words
Yuni berada di Lobby RS hendak pulang kerumah. Akhir-akhir ini Yuni tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya karena adanya Ass. Kepala Departemen Bedah yang baru ditunjuk oleh RS.  Padahal selama ini Yuni terus mengajukan agar Ass. Kep. Dep. Bedah segera ditunjuk namun tidak ada yang menggubrisnya. Yuni pun sedikit bingung karena pengajuannya untuk dipekerjakan Ass. Kep. Dep. Bedah yang selama ini selalu ditolak, tiba" saja diterima bahkan langsung dipekerjakan keesokan harinya. "YunYun." Yuni pun berbalik dan terlihat Ji Min yang sedang berlari kecil kearahnya. "Apa yang Soo Hyuk Oppa minta padamu sampai langsung datang kemari Yun?." Tanya Ji Min langsung dengan rasa penuh penasaran. "Aku tidak bisa memberitahukanmu MinMin, karena tadi Oppa baru saja memintaku untuk tidak mengatakannya pada siapapun." Jawab Yuni pelan sambil mengelus pundak Ji Min. "Katakanlah padaku Yun, aku gak akan bilang sama siapapun Yun. Bahkan Soo Hyuk Oppa juga gak akan tau kalau aku sudah mengetahui apa permintannya padamu Yun." Ujar Ji Min  "Maaf MinMin, aku gak bisa ngasih tau hal itu karena aku sudah janji sama Oppa." Jawab Yuni sedih pada Ji Min "Maaf Min, Aku rasa itu yang terbaik untukmu dengan tidak mengetahui apa yang Soo Hyuk Oppa minta padaku Min." Batin Yuni sambil menatap sedih sahabatnya itu. Ji Min pun mengerti apa maksud Yuni lalu mencoba untuk mengubah percakapan. "Aku lapar YunYun." Ujar Ji Min manja sambil merangkul Yuni dan menyandarkan kepalanya di bahu Yuni. "Apa ada sesuatu yang terjadi MinMin?" Tebak Yuni setelah melihat tingkah Ji Min. "Enggak terjadi apa-apa Yun." Ujar Ji Min sambil menghela napas panjang. "Panjang amat napasnya Min kayak jalan tol aja. Ada apa MinMin?." Tanya Yuni khawatir. "Haha, enggak lucu Yun. Ayo kita makan Yun." Ujar Ji Min salah tingkah setelah Yuni mengetahui bahwa memang ada sesuatu yang terjadi padanya. Yuni bagaikan hantu yang selalu bisa menebak apa yang terjadi pada Ji Min. Yuni seperti bisa melihat hati Ji Min karena selalu mengetahui bagaimana perasaan Ji Min baik itu saat sedih atau senang. Ji Min pun seperti itu pada Yuni. Karena itulah mereka saling mengandalkan dan mendukung satu sama lain. "Kasih tau sekarang MinMin, apa yang terjadi?." Tekan Yuni pada Ji Min "Oke Yun. Nanti setelah makan baru aku cerita Yun. Aku laper banget Yun." Balas Ji Min ceria karena tau Yuni mengkhawatirkannya. "Oke kita makan dulu abis itu cerita." Ujar Yuni tersenyum sambil menggandeng lengan Ji Min. Saat hendak pergi, langkah Yuni pun terhenti karena seseorang menahan lengan Yuni yang satunya. Yuni terkejut bukan main melihat seseorang yang menahan lengan kirinya, orang yang selalu dihindari Yuni beberapa jam terakhir. Ya tentu saja Daniel.  Kejadian di ruangan Daniel tadi membuat wajah Yuni selalu memerah saat mengingatnya, yang membuat Yuni berusaha keras menghindari Daniel. "Saya Ka...." Ucapan Daniel terpotong oleh Ji Min saat hendak memperkenalkan dirinya. "Kang Daniel." Ujar Ji Min "Apa kamu mengenalku?" Tanya Daniel pada Ji Min "Hmm tentu saja, Dirur RS Kang Han dan CEO Hansung Corp. Benarkan?" Ujar Ji Min pada Daniel sambil tersenyum kecut. "Juga pria b******k yang selalu membuat Yuni-ku menangis pilu karena terlalu merindukanmu" Batin Ji Min kesal pada Daniel. Sejak awal melihat Daniel saat berkeliling RS di hari pertama Daniel menginjakkan kakinya di RS Kang Han sebagai Dirut, Ji Min sudah tidak menyukai Daniel karena menyadari bahwa Daniel lah yang selalu menjadi alasan di balik jatuhnya air mata Yuni selama setahun terakhir. Ji Min yang sangat menyayangi Yuni seperti saudara kandungnya sendiri berharap agar hubungannya dengan Kento berjalan lancar karena Ji Min sudah melihat cinta Kento yang begitu dalam pada Yuni. Namun Ji Min pun menyadari bahwa Daniel masih memegang kendali penuh pada hati Yuni walaupun selama ini Yuni selalu menyangkal hal itu. Terlihat jelas raut wajah kecewa Daniel mendengar jawaban Ji Min. Daniel berpikir Ji Min akan mengenalnya secara pribadi. Karena mungkin Yuni sesekali akan menceritakan tentangnya dan masa lalu mereka pada Ji Min yang notabennya adalah sababat terdekat Yuni.  Padahal tanpa Daniel ketahui, Ji Min mengetahui semua kisah masa lalu Yuni dengan Daniel dan Tae Sung, yang beberapa hal mungkin tidak diketahui Daniel. Kisah persahabatan dari dua orang pria dan seorang wanita dengan begitu banyak perbedaan yang bisa terbilang sangat indah namun juga menyedihkan. "Kamu belum memberitahuku apa permintaan Dr. Lee Soo Hyuk tadi Yun." Ujar Daniel pada Yuni. "Apapun permintaannya itu bukan urusanmu Niel jadi jangan bertanya lagi padaku Niel." Ujar Yuni sedikit jutek pada Daniel. "Tapi aku ingin tau Yun. Apapun yang terjadi padamu sekarang itu adalah urusanku Yun. Jadi beritahu aku Yun." Balas Daniel lembut pada Yuni. "Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak bisa mengatakannya Niel?. Apakah kamu tau sudah berapa kali kamu menanyakannya Niel? Sudah hampir 10 kali Niel. Berhentilah menanyakannya Niel." Ujar Yuni frustasi. Yahh selama beberapa jam terakhir, Daniel selalu mengawasi Yuni dari kejauhan dan mendekati Yuni saat Yuni sedang sendiri atau memiliki waktu luang untuk menanyakan tentang permintaan Soo Hyuk pada Yuni. Daniel yang selalu menanyakan hal yang sama dan Yuni yang juga selalu menjawabnya dengan kata yang sama. Ji Min yang melihat interaksi keduanya langsung memotong pembicaraan mereka. "Soo Hyuk Oppa sudah meminta Yuni berjanji untuk tidak memberitahukan pada siapapun apa permintannya jadi percuma saja kamu bertanya Dirut Kang karena Yuni tidak akan mengatakannya." Ujar Ji Min pada Daniel. "Apakah kamu juga tidak mengetahuinya Dr. Seo?" Tanya Daniel pada Ji Min "Ya Dirut Kang. Bahkan saya pun tidak mengetahuinya jadi berhentilah menanyakannya pada Yuni." Jawab Ji Min. "Baiklah Yun kalau begitu aku akan berhenti bertanya asalkan kamu mengijinkanku dan Young Jin ikut makan malam bersama kalian." Ujar Daniel sambil tersenyum. Yuni pun memikirkan tawaran Daniel dan menanyakannya pada Ji Min dengan tatapan matanya. Ji Min pun membalas dengan anggukan pelan yang mengatakan bahwa dia tidak keberatan sama sekali kalau harus makan malam bersama Daniel. "Tapi dimana Young Jin?" Tanya Yuni  "Lagi ngambil mobil. Bentar lagi juga sampai Yun. Jadi gimana Yun?" Tanya Daniel "Okee Niel. Tapi kamu bener akan berhenti menanyakannya padaku kan Niel?" Tanya Yuni pada Daniel. "Iyaa Yun, aku tidak akan menanyakannya lagi Yun." Ujar Daniel sambil tersenyum. Yuni yang mendengarnya pun langsung tersenyum lega, namun senyuman itu langsung menghilang saat mendengar lanjutan dari perkataan Daniel. "Untuk hari ini aku akan berhenti bertanya karena aku ingin makan dengan tenang bersamamu Yun. Tapi besok aku akan menanyakannya lagi Yun. Jadi kita akan makan dimana Yun?" Ujar Daniel berjalan pergi sambil tersenyum puas. "Apa? Jadi kamu hanya akan berhenti bertanya untuk hari ini dan besok akan menggangguku lagi untuk menanyakannya Niel?" Tanya Yuni kesal yang menahan tangan Daniel setelah mengejar Daniel yang berjalan di depannya. "Hm hmm. Bukankah kamu tidak memintaku untuk tidak bertanya selamanya Yun? Hari ini aku akan berhenti dan besok akan melanjutkannya lagi Yun." Jawab Daniel sambil masih tersenyum puas. "Apa? Apa kamu menipuku Niel?" Tanya Yuni lagi. "Bukankah aku benar Yun? Kamu tidak memintaku untuk tidak bertanya selamanya." Ujar Daniel lagi. "Apa aku salah Dr. Seo?" Tanya Daniel pada Ji Min. "Tidak, kamu tidak salah Dirut Kang." Jawab Ji Min yang langsung mendapat sinar laser mematikan dari kedua mata garang Yuni. "Sejak kapan kamu berpihak pada Daniel MinMin?" Tanya Yuni kesal. "Aku selalu berpihak padamu Yun tapi apa yang dikatakan Dirutkan Kang benar Yun." Jawab Ji Min. Mendengar jawaban Ji Min, membuat Daniel tersenyum puas dan langsung melepaskan genggaman tangan Yuni. Namun sebelum Daniel melepaskan genggaman tangan Yuni yang menahannya, Daniel terlebih dahulu mengelus lembut punggung tangan Yuni dan menggenggamnya sekilas. Yuni yang merasakannya pun langsung merona dan kembali mengingat kejadian di ruangan Daniel tadi. Daniel yang melihat wajah Yuni kembali merah merona seperti tomat pun merasa sangat bahagia karena apa yang dikatakan Noona nya itu benar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD