EPISODE EMPAT BELAS

1121 Words
Daniel selaku Direktur Utama, para direktur lain dan kepala departemen tengah menunggu kedatangan Dr. Lee Soo Hyuk dari RS Dae Han. Sangat jarang sekali Dr. RS lain datang menolong pasien dari RS saingannya, apalagi Dokter jenius seperti Dr. Lee Soo Hyuk. Saat ini RS Kang Han dan RS Dae Han sedang bersaing mendapat gelar RS bertaraf Internasional terbaik di Korea. Siapa yang tidak mengenal Dr. Lee Soo Hyuk, dokter tampan dan jenius bagian kardiologi yang sering muncul dalam berbagai acara medis di TV.  Dr. Lee Soo Hyuk menjadi Direktur paling muda dalam sejarah medis Korea, yang juga dijuluki sebagai "Tangan Ajaib" karena selalu berhasil dan tidak pernah gagal dalam operasinya. Semua orang tersenyum saat melihat pria tampan dan gagah yang baru keluar dari mobil sedan hitamnya. Pria tampan yang sudah ditunggu oleh semua orang itu sedang berjalan dengan sedikit berlari kearah Daniel dan Direktur lain. "Selamat Datang Dr. Lee. Terima kasih karena sudah ingin membantu kami." Ujar Direktur Kim sambil tersenyum lalu menjulurkan tangan ke arah Dr. Lee. "Tidak usah terlalu formal Direktur Kim. Ini bukan apa-apa dibandingkan dengan permintaan saya pada Dr. Yuni." Ujar Dr. Lee sambil tersenyum penuh kemenangan lalu menjabat tangan Direktur Kim. "Ahh benarkah? Kalau boleh saya tau, apa permintaan Anda pada Dr. Yuni?" Tanya Daniel tiba-tiba sambil menjulurkan tangan untuk menjabat tangan Dr. Lee Dr. Lee langsung menyambut tangan Daniel dengan segera dan melepaskan tangannya lalu tersenyum penuh arti. Daniel terlihat bingung dengan maksud dari senyuman Dr. Lee padanya. "Dr. Lee, Ini Kang Daniel, Direktur Utama RS Kang Han sekaligus cucu Chairman Kang Han." Ujar Direktur Kim memperkenalkan Daniel pada Dr. Lee Soo Hyuk "Tentu saja saya tau Kang Daniel. Siapa yang tidak mengenal Kang Daniel, pebisnis paling sukses sebelum menghilang satu setengah tahun lalu, Pewaris Han Sung Corp. sekaligus Cucu Chairman Kang Han." Ujar Dr. Lee pada Direktur Kim sambil tersenyum "Mohon maaf Direktur Kang tapi itu adalah urusan saya dengan Dr. Yuni dan saya tidak ingin memberitahukan dengan siapapun permintaan saya kecuali Yuni sendiri yang mengatakannya." Ujar Dr. Lee pada Daniel sambil tersenyum tak suka. "Mengapa dia terlihat tak suka padaku saat kami saja baru pertama kali bertemu? Apakah ada sesuatu yang tidak kuketahui yang membuatnya tak suka padaku?" Batin Daniel tak mengerti dengan sikap Dr. Lee yang sedikit sinis padanya. Tak jauh dari sana, Yuni tengah sedikit berlari menghampiri Dr. Lee, Daniel serta yang lainnya. Yuni pun tersenyum manis pada Dr. Lee yang tanpa Yuni sadari membuat raut wajah Daniel terlihat kesal dan cemburu melihat interaksi keduanya. Yuni lalu pamit pergi bersama Dr. Lee sambil menjelaskan lagi lebih rinci kondisi pasiennya pada Dr. Lee. Sebelum pergi Yuni membungkukkan kepala sedikit untuk memberi hormat pada semua Direktur yang ada termasuk Daniel. Namun Yuni tidak menatap mata Daniel karena masih malu mengingat kejadian di ruangan Daniel beberapa jam yang lalu. Saat ini Dr. Lee sedang berada di depan ruang operasi untuk bersiap melakukan operasi Putra Bu So Min. "Berusahalah yang terbaik untuk operasinya, Oppa." Ujar Yuni sambil tersenyum "Tentu saja aku akan melakukan yang terbaik agar kamu mengabulkan permintaanku jadi bersiaplah Yun." Ucap Soo Hyuk penuh kemenangan sambil mengelus singkat puncak kepala Yuni. Sementara itu di sisi lain ada seseorang yang melihat hal itu, merasa terbakar dan ingin langsung mematahkan tangan Dr. Lee kalau saja Dr. Lee tidak mempunyai operasi penting.  "Berani sekali kamu menyentuh kepalanya sambil tersenyum hangat seperti itu saat kamu terlihat sinis padaku tadi." Batin Daniel merasa cemburu melihat interaksi Dr. Lee Soo Hyuk dengan Yuni Dr. Lee Soo Hyuk termasuk Dr. paling berpengaruh di RS Kang Han sebelum menjadi Direktur Departemen Kardiologi RS Dae Han. Kepergian Dr. Lee dari RS Kang Han masih menjadi misteri karena pengunduran diri Dr. Lee yang tiba-tiba dari RS Kang Han. Sementara saat Dr. Lee sedang mengoperasi Putra Bu So Min, hasil tes biopsi untuk Bu Ae Sin sudah keluar. Suster Min Seo segera memberikannya pada Yuni yang langsung Yuni buka dengan terburu-buru. Yuni pun tersenyum setelah membaca hasil dari tes biopsi Bu Ae Sin. Tak lama setelah itu Yuni mendapat telepon dari Dr. Lee kalau operasinya sudah selesai dan berhasil dengan baik. "Bukankah Oppa yang mengoperasinya? Oppa saja yang mengatakannya." Ujar Yuni pada Soo Hyuk. "Bukankah kamu yang membuatku mengoperasinya dan akan memenuhi permintaanku?" Balas Soo Hyuk. "Bahkan jika aku tidak memenuhinya, aku yakin Oppa akan tetap datang mengoperasinya karena Oppa bukanlah dokter yang akan diam saja melihat pasien sedang sekarat." Ujar Yuni sambil tersenyum "Hmmm tentu saja kamu benar Yun. Aku hanya ingin kamu membantuku agar rencanaku 100% berhasil Yun. Lebih baik kamu yang memberitahunya karena kamu mengenal wali pasien. Sudah cepatlah kasih tau keluarga pasien. Mereka pasti sudah menunggu lama Yun." Ujar Soo Hyuk sambil membalikkan tubuh Yuni dan mendorongnya pergi. "Baiklah Oppa. Terima kasih Oppa. Aku pasti akan melakukan yang terbaik agar rencana Oppa berhasil." Ujar Yuni sambil tersenyum riang. Saat Yuni hendak pergi, Soo Hyuk tiba-tiba menarik tangan Yuni, yang membuat Yuni menghentikan langkahnya. "Bisakah kamu merahasiakan ini dari Ji Min Yun?" Tanya Soo Hyuk sendu pada Yuni. Yuni yang mengerti maksud Soo Hyuk langsung mengangguk pelan dan mengelus pundak Soo Hyuk sebelum Yuni meninggalkan Soo Hyuk di ruangannya. Yuni pun segera menghampiri Bu So Min dan suaminya yang sedang gelisah menunggu di ruang tunggu operasi. Melihat Yuni keluar dari ruang operasi membuat Bu So Min dan Suaminya langsung berdiri menghampiri Yuni. "Bu, operasinya berjalan dengan lancar. Sekarang putra Ibu sedang di pindahkan ke Unit Perawatan Intensif." Ujar Yuni sambil tersenyum. "Terima kasih Dokter Yuni. Sungguh terima kasih banyak Dokter" Balas Bu So Min sambil tersenyum bahagia. "Hasil tes ibu Anda juga sudah keluar, dan syukurlah itu masih stadium satu. Setelah radioterapi, Bu Ae Sin akan sehat selama sepuluh tahun kedepan Bu." Ujar Yuni lagi  Tubuh Bu So Min melemah dan langsung menangis mendengar perkataan Yuni. "Kenapa Ibu menangis padahal ini kabar yang sangat baik Bu?" "Ini adalah tangisan bahagia Dokter Yuni, terima kasih. Sungguh terima kasih untuk semuanya Dokter. Dokter Yuni, saya adalah wanita paling beruntung di dunia ini. Saya merasa sangat beruntung. Benar apa yang Dokter katakan, kalau akan ada pelangi setelah hujan. Saya merasa sangat bahagia saat ini karena bisa bertemu dokter yang sangat baik seperti anda, operasi anak saya berjalan lancar dan ibu saya bisa sehat kembali. Saya sangat beruntung Dokter." Ujar Bu So Min memeluk Yuni sambil menangis terisak. Bu So Min lalu memeluk suaminya yang berada di sampingnya. Tak lama setelah itu Bu So Min kembali memeluk Yuni erat. Daniel yang sedang melihat Yuni dari kejauhan terlihat bahagia melihat wanita yang dicintainya merasa bahagia. Sementara itu tanpa Daniel ketahui ada seseorang yang sedang melihat Daniel dengan tatapan tak suka saat Daniel tersenyum sumringah melihat Yuni. "Berani sekali kamu tersenyum seperti itu pada wanitaku setelah menyakitinya dulu Kang Daniel." Ujar pria tersebut. "Kamu tidak akan bisa bersamanya sekarang Kang Daniel karena Yuni hanya milikku. Milikku seorang." Ujar kembali pria itu sambil tersenyum sinis dibalik masker hitam yang menutupi wajahnya. Pria yang selama beberapa bulan terakhir ini, yang tanpa Yuni sadari selalu mengikuti Yuni kemanapun Yuni pergi dan bahkan mungkin saja tau segala hal tentang Yuni termasuk perasaan cinta Yuni yang begitu besar pada Daniel.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD