"Nila... sejak pertemuan pertama kita om merasa senang bisa berkenalan dengan kamu, kamu selalu memberikan perhatian-perhatian kecil pada om dan itu membuat om mempunyai perasaan terhadap kamu, om sadar usia kita memang terpaut sangat jauh, kamu lebih pantas menjadi anak om. Tapi om sudah tidak kuat menahannya, om tidak kuat menyimpan perasaan ini, dan om tau ini terlalu cepat kita berkenalan baru beberapa hari yang lalu. Nila maukah kamu menjadi kekasih om" ucap Ardi penuh harap ia menatap Nila dan menggenggam jemari tangannya.
"Om... Nila..." ucap Nila.
"Tidak perlu dijawab sekarang pikirkan saja dulu" ucap Ardi tersenyum.
"Gak romantis banget sih om masa nembak cewe dalam mobil" ucap Nila manja.
"Maksud kamu..." ucap Ardi, ia mengerutkan keningnya.
"Nila maunya ditembak itu yang romantis om dan gak didalam mobil juga" ucap Nila manja.
"Jadi kamu..." ucap Ardi dengan senyum bahagianya.
"Iya... iya Nila mau... Nila mau jadi kekasih om" ucap Nila menunduk malu.
"Terima kasih sayang terima kasih sudah mau menerima om dan maaf om bukan tipe orang yang romantis" ucap Ardi memeluk Nila.
"Iya gapapa ko om, buat Nila om ada didekat Nila juga udah cukup" ucap Nila sambil membalas pelukan Ardi.
"I love you sayang..." ucap Ardi lalu mendaratkan bibirnya di bibir Nila, hanya mengecupnya.
Nila terperanjat kaget atas ciuman Ardi setelahnya ia tersenyum kembali. Indahnya cinta melupakan perbedaan usia diantara keduanya.
"I love you to om... emm om bagaimana kalau Prilly tau dia pasti gak akan suka" ucap Nila yang tiba-tiba teringat Prilly.
"Iya sayang om sudah memikirkan itu dan maaf untuk sekarang hubungan kita backstreet dulu ya sampai nanti om siap untuk memberi tahu Prilly" ucap Ardi.
"Iya gapapa Nila ngerti ko asal om jangan macam-macam aja" ucap Nila.
"Iya macam-macamnya nanti sama kamu aja sayang" ucap Ardi menggoda kekasih barunya itu.
"Apaan sih om" ucap Nila memukul manja d**a Ardi.
"Ko manggilnya masih om" ucap Ardi.
"Terus maunya Nila panggil apa" ucap Nila.
"Sayang, cinta, honey, my love terserahlah sesuka kamu" ucap Ardi.
"Sayang aja kali ya..." ucap Nila.
"Boleh juga, udah ah pulang yuk" ucap Ardi, ia melepaskan pelukannya pada Nila dan kembali menjalankan mobilnya.
Nila dan Ardi memasuki rumahnya terlihat Prilly sudah duduk dengan cemilan ditangannya sambil nonton tv.
"Prill belum tidur" tanya Nila.
"Belum ngantuk, ko baru pulang dari mana aja" tanya Prilly.
"Tadi daddy keasikan ngobrol sama teman daddy" ucap Ardi menyahut.
"Oh gitu, udah sana pada ganti baju" ucap Prilly.
Ardi berjalan menuju kamarnya dan di ikuti Nila dibelakangnya.
"Sini aku bantu" Nila membantu Ardi melepaskan jas dan dasinya.
"Mau aku buatkan teh" tanya Nila.
"Gak usah sayang aku mau langsung tidur aja cape banget" ucap Ardi sambil melepas kemejanya.
"Ya sudah aku tinggal ya" ucap Nila.
"Sayang..." ucap Ardi.
"Apalagi" ucap Nila menatap pria yang baru menjadi kekasihnya tersebut.
"Cium dulu" ucap Ardi manja.
"Ih manja banget sih gak cocok tauuuu, ingat umur" tawa Nila namun dengan cepat Ardi menariknya dan menindih kekasihnya tersebut di ranjangnya dilumatnya bibir Nila perlahan dan perempuan itu pu. mengerjap kaget namun akhirnya ia pun membalas ciuman Ardi.
Ardi menggigit bibir bawah Nila dan saat bibir itu terbuka lidahnya menerobos masuk ke dalam mulut Nila dan membelit lidahnya. Keduanya saling melumat dan memagut terdengar decapan dan desahan lolos keluar dari bibir Nila. Keduanya baru melepaskan ciuman setelah merasa kehabisan pasokan oksigen.
"Terima kasih sayang udah lama banget gak gini" ucap Ardi sambil membantu Nila bangun dan membersihkan bibir Nila yang terdapat basah bekas ciumannya.
"Iya om..." ucap Nila.
"Ko om lagi sih" ucap Ardi.
"Eh lupa maaf sayang" ucap Nila yang agak sungkan memanggil sayang pada Kevin.
"Nah gitu dong, udah sana kalau kamu kelamaan disini bisa bablas aku" tawa Ardi.
"Iya ini juga mau pergi, eh sini dulu sayang" ucap Nila, ia membersihkan bekas lipstiknya yang menempel di bibir Ardi.
"Udah, aku tinggal ya" ucap Nila lalu ia segera menuju kamar Prilly.
Nila memasuki kamar Prilly dilihatnya Prilly sedang duduk di sofa kamarnya sambil tersenyum memainkan iphonenya.
Nila melangkah memasuki kamar mandi dan membawa baju ganti.
"Lama banget di kamar daddy ngapain aja tadi" tanya Prilly saat Nila baru keluar dari kamar mandi.
"Biasa daddy lo ngajak ngobrol" ucap Nila berbohong.
"Maaf Prill gue bohong" ucap batin Nila.
"Daddy sama gue aja jarang banget ngobrolnya" omel Prilly.
"Udah ah gue ngantuk" ucap Nila, ia merangkak naik ke tempar tidur.
---
"Ya ayah Nila lagi di sekolah" ucap Nila saat menerima telpon dari ayahnya.
"Ayah cuma memberi tahu nak ayah sedang dalam perjalanan pulang kira-kira jam dua ayah sudah ada di rumah" ucap Gunawan ayah Nila ditelpon.
"Oh iya kalau gitu hari ini Nila pulang gak nginap di rumah Prilly lagi" ucap Nila.
"Ya sudah ayah cuma mengabarkan itu nak" ucap Gunawan.
"Hati-hati dijalan ayah" ucap Nila lalu telepon ditutup.
Prilly menghampiri sahabatnya.
"Kenapa Nila" tanya Prilly.
"Hari ini bokap gue pulang" ucap Nila.
"Yah... lo gak nginap di rumah gue lagi dong" ucap Prilly.
"Lain kali gue nginep lagi kok gue harap lo gak bosan" ucap Nila.
"Apaan sih lo siapa juga yang bosan sama lo" ucap Prilly.
Jam menunjukkan pukul tiga siang sekolah Nila dan Prilly bubar.
"Lo dijemput bokap lo apa ikut gue" tanya Prilly.
"lo duluan aja ayah gue lagi di jalan" ucap Nila.
"Maaf Prill gue bohongin lo lagi" ucap batin Nila.
"Ya sudah gue duluan ya" ucap Prilly lalu masuk kedalam mobil yang telah menjemputnya.
"Ya hati-hati" ucap Nila.
Tak lama setelah mobil Prilly menjauh sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Nila. Nila pun segera masuk ke mobil tersebut.
"Gak pernah mimpi deh aku punya pacar abg kayak kamu, backstreet pula dari anakku" ucap Ardi terkekeh sambil menjalankan mobilnya.
"Kenapa nyesel" ucap Nila mengerucutkan bibirnya.
"Siapa yang nyesel sih sayang, itu bibir minta dicium" ucap Ardi dan sontak membuat Nila menutup bibirnya dengan tangan.
"Mau langsung pulang apa kita makan dulu" tanya Ardi.
"Sayang hari ini aku mau pulang ayahku udah pulang dari dinasnya" ucap Nila.
"Ko kamu gak bilang sih" ucap Ardi.
"Ini aku bilang" ucap Nila.
"Ya sudahlah kita cari makan dulu ya" ucap Ardi.
"Ya terserahlah" ucap Nila.
Ardi memacu mobilnya menuju restauran lesehan langganannya. Ia menggenggam tangan Nila memasuki restauran itu, Ardi memesan tempat privasi untuk dirinya dan Nila.
"Buang-buang duit aja mesan tempat begini, makan di tempat biasakan juga bisa sayang" omel Nila.
"Demi kenyamanan kita sayang" ucap Ardi lalu ia mengecup bibir Nila.
"Bukan demi kita tapi demi kamu biar kamu bisa manja-manjaan iyakan" ucap Nila.
"Kamu juga menikmatinya" ucap Ardi yang kini kembali mengecup bibir Nila.
"Udah ah pesan dulu" ucap Nila.
Tak lama pelayan yang mereka panggil melalui bell yang ada diruangan itu datang.
Nila memberitahukan pesanannya dan pelayan tersebut segera beranjak pergi.
Ardi menarik Nila ke pangkuannya dan mengecup bibir kekasihnya tersebut.
"Sayang nanti ada yang lihat" ucap Nila.
"Ayolah sayang kangen nih" ucap Ardi.
"Kangen apaan sih baru tadi pagi ketemu" ucap Nila.
"Ih gak pengertian banget sih" ucap Ardi.
Nila dan Ardi segera menghabiskan makanannya.
"Selfi yuk sayang" ucap Nila, ia mengarahkan kamera hpnya dan mengambil beberapa foto.
"Sudah kan foto-fotonya sekarang aku mau dimanjain" ucap Ardi ia menarik tengkuk Nila dan bibirnya dengan sangat lembut menyapu bibir tipis Nila.
Nila pun mengalungkan tangannya di leher kekasihnya ia membalas lumatan dan kecupan bibir Ardi. Satu tangan Ardi dengan berani masuk ke dalam seragam Nila dan meremas bukit kembarnya.
Desahan lolos keluar dari bibir Nila.
"Cukup, terima kasih sayang i love you" ucap Ardi lalu mengecup kening Nila menyalurkan rasa sayangnya.
"I love you to sayang" ucap Nila.
"Ayo aku antar pulang" ucap Ardi.
"Ayo..." ucap Nila.
Bersambung