Istri ABG 8

964 Words
Hubungan Nila dan Ardi kini sudah berjalan sebulan lamanya dan selama itu pula Prilly belum mengetahui daddynya sedang menjalin kasih dengan sahabatnya itu. Malam hari Ardi menghempaskan tubuhnya di ranjang kamarnya, ia merogoh kantong celananya mengambil iphonenya. Ditekannya kontak yang tertulis my love. "Sayang lagi apa" ucap Ardi setelah telponnya tersambung. "Lagi makan, kamu udah makan" ucap Nila diujung telponnya. "Udah barusan sama Prilly" ucap Ardi. Obrolan keduanya terus berlanjut hingga sebuah ketukan pintu mengharuskan Ardi mengakhiri pembicaraannya dengan kekasih abgnya itu. "Ya masuk" ucap Ardi. "Dad ganggu ya..." ucap Prilly yang berdiri didepan pintu kamar daddynya. "Gak ko masuk princess" ucap Ardi. "Daddy tadi ngobrol sama siapa" tanya Prilly yang kini sudah duduk ditepi ranjang daddynya. "Oh tadi ngobrol sama rekan bisnis daddy" ucap Ardi. "Oh gitu ya tapi muka daddy kenapa ko senang banget gitu" ucap Prilly curiga. "Masa sih perasaan biasa aja" ucap Ardi yang memang sangat bahagia saat ini. "Dad..." ucap Prilly. "Emm.. uang bulanan Prilly belum di transfer" ucap Prilly dengan bibirnya yang mengerucut. "Yang kemaren daddy transfer emang gak cukup" ucap Ardi. "Udah habis dad" ucap Prilly. "Heh Prill belajar berhemat dong nak, ya sudah besok daddy transfer" ucap Ardi. "Emm... dad" ucap Prilly ragu. "Apalagi Prill" ucap Ardi yang kini sedang memainkan iphonenya membalas chat dari Nila. "Daddy punya pacar ya" ucap Prilly. "Enggak" ucap Ardi menatap Prilly. "Sukurlah, aku gak mau ya dad punya ibu tiri" ucap Prilly dengan ketus. "Ko kamu bisa berpikiran seperti itu" tanya Ardi. "Prilly perhatikan akhir-akhir ini daddy suka telponan, main iphone sambil senyum sendiri dan itu seperti orang yang lagi jatuh cinta" ucap Prilly. "Kalau daddy punya pacar pasti daddy kenalin sama kamu" ucap Ardi. "Gak, aku gak mau ya dad aku gak setuju kalau daddy punya pacar apalagi sampai kawin lagi" ucap Prilly lalu keluar dari kamar Ardi dengan marah. "Heh.... susah memang punya anak abg" ucap Ardi menghela nafasnya. --- "Pagi princess" ucap Ardi mencium puncak kepala putrinya yang sedang sarapan. "Hmm pagi" ucap Prilly yang masih kesal. "Kenapa masih ngambek juga" ucap Ardi sambil mengoles rotinya dengan selai. Prilly hanya diam sambil terus memakan sarapannya. "Daddy janji gak bakalan punya pacar, gak bakalan main cewek" ucap Ardi merayu putrinya itu. "Maaf nak daddy bohong saat ini daddy sedang berhubungan dengan sahabat baik kamu" ucap batin Ardi. "Janji ya dad awas ya kalau sampai ingkar, ya sudah" ancam Prilly sambil mengenakan tas punggungnya dan berlalu pergi ke sekolahnya. Ardi menyesap kopinya setelahnya ia pun segera berangkat menuju rumah Nila. --- Nila, Prilly, Dinda dan Ule duduk di kantin sekolahnya saat ini sedang jam istirahat. "Lo kenapa sih dari tadi ditekuk aja tuh muka" ucap Nila yang melihat Prilly cemberut. "Tadi malam gue berantem kecil sama bokap" ucap Prilly. "Masalah apa sih" tanya Dinda. "Gue curiga kalau daddy gue itu punya pacar" ucap Prilly sambil mengaduk minumannya. "Gak baik Prill curigaan gitu" ucap Dinda lagi. "Gimana gue gak curiga akhir-akhir ini bokap gue itu sering melakukan kegiatan yang gak pernah dia lakukan sebelumnya" ucap Prilly. "Kegiatan kaya gimana sih Prill" ucap Nila menutupi kegugupannya. "Ya itu dia suka main iphone, chat'an,suka keluar malam dan lebih bikin gue curiga lagi bokap gue itu sekarang gaya pakaiannya itu lebih modis gaya anak muda gitu" ucap Prilly. Ya akhir-akhir ini Ardi memang sangat sering berkunjung ke rumah Nila ia juga sudah berkenalan dengan Gunawan ayahnya Nila, Ardi juga merubah sedikit penampilannya dengan berpakaian ala anak remaja dewasa katanya sih biar mengimbangi Nila. "Puber kedua kali bokap lo" celetuk Ule. "Heh bokap gue belum tua-tua amat ya jadi gak mungkinlah puber kedua" ucap Prilly tak terima. "Ya bisa ajakan, lagian apa salahnya sih Prill kalo bokap lo punya pacar mungkin bokap lo kesepian butuh seseorang yang menyemangati dia" ucap Ule. "Emang gue anaknya gak bikin semangat" ucap Prilly. "Ya bedalah Prill, mungkin daddy lo butuh sosok perempuan yang mendampingi dia" ucap Dinda menambahkan. "Pokoknya gue gak mau" ucap Prilly tegas, Nila hanya diam mendengarkan keluhan Prilly. "Lo kenapa Nil ko diam aja" ucap Ule. "Gak papa ko" ucap Nila tersenyum. Bell tanda bubar sekolah telah berbunyi Nila dan Prilly juga siswa lainnya berhamburan keluar sekolah. "Prill gue nebeng ya, ayah gue gak bisa jemput" ucap Nila dengan puppy eyesnya. "Iya apasih yang enggak buat sahabat terbaik gue ini" ucap Prilly merangkul Nila dan mencium pipinya. Nila merebahkan dirinya di ranjang melepaskan seragam sekolahnya mengganti dengan pakaian rumah. Handphone Nila berdering tanda panggilan masuk. "Ya sayang..." ucap Nila mengangkat telponnya yang ternyata dari Ardi. "sudah pulang" tanya Ardi. "Hhmmm ya sudah diantar Prilly tadi" ucap Nila sambil menghela nafasnya. "Kenapa sayang ada masalah" tanya Ardi yang menangkap ada yang tidak beres dengan kekasihnya itu. "Kamu ribut sama Prilly" tanya Nila. "Prilly cerita" tanya Ardi diujung telponnya. "Dia cuma bilang curiga sama daddynya yang menurut dia akhir-akhir inj berubah" ucap Nila. "Udah gak usah dipikirin nanti aku ajak dia bicara dan secepatnya aku akan memberitahu dia hubungan kita" ucap Ardi. "Aku harap dia bisa menerimaku" ucap Nila. "Amin" ucap Ardi diseberang sana. "Oh ya sayang nanti malam aku jemput ya, aku ada undangan makan malam dengan relasiku" ucap Ardi. "Oke aku tunggu" ucap Nila. "Ya sudah aku ada meeting lima menit lagi, i love you sayang.." ucap Ardi. "I love you to" ucap Nila dan sambungan pun dimatikan. --- "Daddy mau kemana" tanya Prilly yang melihat daddynya turun dari kamarnya dengan pakaian rapi. "Daddy ada undangan makan malam Prill" ucap Ardi sambil memakai jam tangan mahalnya. "Beneran makan malam kan dan gak yang aneh-aneh kan" ucap Prilly. "Iya beneran makan malam kamu kira daddy mau ngapain" tanya Ardi. "Kali aja daddy mau kencan" ucap Prilly curiga. "Kamu ada-ada aja udah daddy pergi dulu" ucap Ardi lalu mengecup kening Prilly. "Maaf nak, belum saatnya kamu tau semuanya" ucap batin Ardi. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD