Hantu Manusia

1759 Words
"Aku tidak mungkin mati ... Aku tidak mungkin mati ...!" teriak Andita sembari memeluk jasad anaknya yang sudah mati, wanita malang itu hanya bisa menangisi nasibnya. Mereka bukan hanya memperkosa Andita, tapi juga membunuh wanita itu beserta kandungannya, lalu mengubur jasadnya tak jauh dari tempat di mana Andita dibunuh. Setelah sebulan berlalu mereka datang untuk mengambil jasad wanita itu, mereka terkejut karena jasad Andita masih nampak segar dan mengeluarkan aroma yang wangi. Jasad Andita berada ditengah-tengah mereka, lalu dengan mantra nya menancapkan sebilah paku ke kepala Andita. Suasana yang hening membuat jasad yang tadinya mati itu hidup kembali meski hanya sesaat. Ki Laruh mencoba menghidupkan kembali jasad Andita yang sudah mati. Dengan menangkap dan mengendalikan jiwa Andita untuk kepentingan pribadinya. Tak sia-sia dia membayar mahal tiga orang suruhannya yang salah satu dari mereka adalah kerabat dari perempuan yang gagal di jodohkan dengan almarhum Bayu, suami Andita. Sekarang ki Laruh bisa menggunakan Andita untuk melampiaskan dendamnya untuk meneror dan membunuh siapa saja yang akan jadi targetnya. Salah satunya untuk membalaskan dendamnya pada seseorang yang pernah menjadi pesaing beratnya di dunia spiritual. Sejak Andita menjadi tawanannya ki Laruh beberapa kali dia mengirim Andita untuk menyerang dan meneror Ki Rekso, tapi pertahanan lelaki tua itu lebih kuat dan ilmunya lebih hebat dari Ki Laruh, itu yang menyebabkan Ki Rekso akhirnya bisa membuat Andita malah milih jadi pengikutnya, sementara Ki Laruh hanya bisa menerima kekalahannya dalam dendam kesumat. Andita tidak salah berpaling dan mengikuti Ki Agung Rekso karena ternyata lelaki tua itu bukan orang yang jahat, dia bahkan bersedia mengembalikan Andita ke asalnya dan akan menguburnya dengan layak. Tapi Andita malah menolak ...i "Aku mohon ki, biarkan aku tetap seperti ini, menjadi hantu manusia, aku janji, aku tidak akan membuat masalah." Setelah mendengar semua cerita Andita di masa lalu, Ki Rekso mengizinkannya. "Baiklah, tapi ingat kamu harus tetap hati-hati karena itu berbahaya untuk kamu juga aku jadi jangan pernah buat masalah." ucap Ki Rekso dengan tegas. *** Setelah peristiwa itu Andita memulai hidupnya yang baru dia kembali ke kedai dimana dulu dia bertemu dengan Almarhum suaminya Bayu, tapi suasana kedai itu sudah berubah, kedai tua itu sudah tak di huni. Andita akhirnya berinisiatif untuk tinggal di kedai itu dan membuka usaha yang dulu yaitu berjualan kopi dan lain-lain. Kedai kopi miliknya mulai di kenal sebagian warga kampung dan bukan hanya itu. kecantikan sang pemilik kedai pun sudah tersebar luas hingga ke sebuah Pabrik yang berada tak jauh dari kedai miliknya. Perempuan cantik tinggi semampai berkulit putih ini, memiliki rambut hitam panjang yang lebih suka dia gelung dari pada dia biarkan jatuh terurai, dia memang mempesona. Andita memiliki kecantikan fisik yang luar biasa dan dia tak pernah menyadari itu. Warga sekitar dan para pekerja mulai berdatangan dan menjadi pelanggan setianya. Salah satunya adalah Romi dan Ahmadi. Romi adalah salah satu pria yang tidak pernah absen untuk mampir ke kedai Andita. Meski cuma memesan kopi, Romi selalu menyempatkan diri untuk bisa melihat senyum manis perempuan itu. Sayangnya Romi bukan pria lajang seperti Ahmadi, Romi sudah berkeluarga, tapi saat melihat Andita dia tidak peduli lagi kalo dirinya sudah menikah dan memiliki dua orang anak yang masih kecil-kecil. Romi selalu memberi perhatian khusus ke Andita, bahkan Romi sesekali curhat soal diri dan kehidupannya yang sedang mengalami masalah dengan istrinya. Berawal dari itulah akhirnya mereka memiliki hubungan khusus, yaitu cinta terlarang. Tidak dengan Ahmadi, pria ini begitu tidak menyukai pemandangan yang kerap kali dilihatnya seperti sekarang ini. Ahmadi memperhatikan dengan baik, bagaimana Andita tersipu malu menatap Romi saat Pria itu melontarkan beberapa kalimat yang memuji wajah ayu Andita. Terlihat jelas wajah cemburu pada raut muka Ahmadi, hati nya serasa tersayat sayat tiap kali melihat kemesraan yang di tampakkan oleh sepasang kekasih itu. Romi memang gagah, postur tubuh tinggi dan atletis membuat Andita lebih memilih jatuh hati pada pria itu ketimbang pada yang lain termasuk Ahmadi yang hanya terlihat biasa saja, walaupun tampangnya gak terlalu buruk. "Kalo kamu mau kita bisa tinggal bersama neng," Ucap Romi yang menawarkan Andita untuk tinggal dengannya. "Aku mau Bang, tapi bagaimana dengan istri Abang." Balas Andita dengan tatapan lembut. "Kita bisa menikah aja dulu kalo kamu mau, nanti kan aku juga akan menceraikan istriku, tapi itu perlu waktu yang gak sebentar." ucap Romi, terlihat seperti sudah gak sabaran untuk segera menikahi wanita itu agar bisa secepatnya tinggal bersama. Sambil mengaduk segelas kopi untuk Romi, Andita hanya tersenyum mendengar apa yang di ucapkan pria idamannya itu padanya. Sementara di tempat lain ... Rini istri Romi sedang memandangi layar ponsel miliknya. Dia memandang sinis sebuah foto seorang laki-laki bersama wanita yang ternyata adalah suaminya, terlihat bahagia bersama dengan seorang perempuan yang tak lain adalah Andita. Ini adalah foto yang kesekian kalinya yang di kirim oleh seseorang kepadanya. “Dasar perempuan jalang. Berani-beraninya kau dekati Suamiku!” ucap Rini dalam hati begitu bencinya setiap kali menyaksikan satu persatu foto-foto yang sengaja masih dia simpan di ponselnya. “Aku tidak akan membiarkan mas Romi menikahi mu, liat saja nanti.” Lagi-lagi wanita itu melontarkan setiap kalimat-kalimat kasar yang terlintas di pikirannya. Kebenciannya pada Andita sudah dia tahan sejak dia tahu Romi suaminya berubah dan memilih mendekati perempuan itu. Hari ini Andita sengaja membuka kedainya agak lambat, karena dia harus mengantarkan pesanan ke salah satu warga di kampung sebelah untuk acara selamatan. Sengaja dia melewati jalan pintas agar cepat sampai di rumah yang dia tuju. Memang agak sepi karena kawasan tempat dia tinggal masih dikelilingi hutan yang lebat. Meski begitu dia gak merasa takut karena sudah terbiasa melewati jalan itu, lagian diakan hantu, masa iya dia takut. Andita tidak pernah curiga jika ada sepasang mata yang mengawasinya, dia asik saja berjalan menyusuri jalan pintas tersebut hingga sampai di rumah warga yang memesan nasi campur buatannya. "Asyik hari ini nasi campur ku ludes terjual" ucap Andita begitu gembiranya seperti Anak kecil yang terlihat begitu bahagia berlari kecil di tengah hutan. Kesedihan dimasa lalu saat dia jadi manusia bisa terlupakan begitu saja, itu karena dia berusaha keras untuk melupakannya. Dia ingin memulai semuanya dengan hal yang baru tanpa benci ataupun dendam. Andita masih tidak menyadari, jika gerak geriknya ternyata ada yang mengawasi saat dia pulang menuju kedai kopinya. ••• Seharian ini Romi kekasihnya tak muncul. Dan saat dia bertanya pada Ahmadi, pria itu mengatakan bahwa Romi tidak bekerja hari ini karena ada urusan dengan keluarganya di Kota. Tentu saja itu membuat Andita kesal, semestinya Romi mengabarinya dulu sebelum berangkat. Tapi ini tidak ada kabar sama sekali. Malah tahunya dari Ahmadi. Dua mingguan lebih Romi gak ada kabar dan hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Ahmadi. Untuk menarik perhatian perempuan itu dengan berbagai macam cara. Bukan cuman itu Ahmadi juga sudah meracuni pikiran Andita dengan cerita-cerita yang gak jelas tentang Romi. "Romi itu sudah menikah neng, kenapa neng mau dengan dia, mending sama Abang aja." ucap Ahmadi spontan tanpa ada basa-basi. Andita yang mendengar ucapan Ahmadi, hanya diam dengan senyum yang sedikit di paksakan, terlihat jelas separuh pikirannya ada di Romi. "Udah gak usah di pikirin, paling juga dia lagi senang-senang dengan anak dan istrinya." Ahmadi berusaha untuk terus meyakinkan Andita bahwa Romi gak layak untuk dia cintai. "Abang mau kopi atau makan?" tanya Andita mencoba mengalihkan pikirannya dari apa yang baru saja di katakan oleh Ahmadi. "Kopi neng!" Untuk hari ini Andita berusaha tak terpengaruh. Tapi karena Romi gak ada kabar sama sekali, dan Ahmadi trus mendekatinya, Akhirnya Andita ke pancing juga bahkan malah jadi Akrab dengan Ahmadi. Tapi itu gak bertahan lama karena saat Romi muncul kembali, Andita malah balik mesra lagi ke Romi. "Kenapa Abang gak ngasih kabar sih, kalo mau pulang?" tanya Andita mesra saat pujaan hatinya itu datang menemuinya. "Maaf neng Abang buru-buru lagian ada hal penting yang mesti Abang urus, maafin abang ya," ucap Romi sambil mengelus mesra kepala Andita Gadis itu hanya diam saja, sambil membiarkan Romi mengusap kepalanya dengan lembut. Jika sudah di perlakuan seperti itu, Andita hanya diam dan menikmatinya. Dari kejauhan Ahmadi benar-benar geram melihat mereka berdua. Ingin sekali, laki-laki itu menghajar Romi, orang yang jadi penghalang kedekatannya pada Andita. Ahmadi merasa dirinya dipermainkan oleh Andita. Tapi kekesalannya masih bisa dia tahan karena begitu besarnya rasa cintanya pada wanita itu. ••• Lagi-lagi Istri Romi menerima pesan singkat yang ternyata isinya adalah foto Romi dan Andita yang bermesraan. Kekesalannya memuncak terlampiaskan dengan terlemparnya ponsel miliknya, untung saja tidak pecah. Beberapa saat kemudian setelah tenang Istri Romi mengambil kembali gawai nya yang tergolek di lantai, kemudian dia menulis pesan singkat pada orang yang mengiriminya foto-foto tadi. [Terserah!! Mau kalian apakan, mau melakukan apa pun, yang penting perempuan itu gak boleh dekat-dekat suamiku apalagi sampai nikah dengannya, okey!!] [Okey!] Itu balasan singkat dari pesan singkat yang di tulis olehnya. ••• Beberapa bulan kemudian .... Romi dan Andita sudah merencanakan untuk menikah. Ahmadi yang mengetahui itu tentu saja sakit hati Dia sudah berencana akan menggunakan keris semar yang sudah diritualkan oleh kerabatnya yang kebetulan seorang paranormal. Ahmadi hanya tinggal merapal mantra saja seperti yang sudah diarahkan untuknya. Mudah bagi Ahmadi untuk mendapatkan foto Andita, saat Andita sibuk melayani kopi para pembeli yang lain saat itulah dia gunakan kamera ponsel miliknya. Malamnya Ahmadi sudah bersiap-siap melaksanakan ritualnya, fokus, menggunakan foto, Ahmadi membayangkan wajah cantik wanita itu . Ahmadi yakin Ajian ini pasti akan berhasil membuat Andita jatuh hati padanya. Berapa hari kemudian setelah ritual .... Ahmadi sengaja datang lebih awal ke kedai Andita. Dia begitu bersemangat menemui wanita pujaan hatinya itu, padahal wanita itu masih belum membuka kedainya. Dia berharap saat Andita melihat dirinya wanita itu langsung menunjukkan sikap bahwa ilmu pengasihan yang dia tujukan ke pada perempuan itu berhasil. Berjam-jam Ahmadi menunggu tapi perempuan itu tak kunjung keluar. Dengan perasaan kecewa, akhirnya Ahmadi meninggalkan kedai itu dengan pikiran yang dipenuhi tanda tanya. Kemana Andita ..??!! *** Sementara jauh di dalam hutan .... Saat terbangun Andita menyadari bahwa seseorang telah menculiknya. Dia teringat saat terbangun di tengah malam seseorang menyekapnya dari arah belakang saat hendak menuju ke kamar kecil. Hingga dia tak sadarkan diri tapi dia sempat melihat ada satu orang lagi, selain orang yang menyekapnya dari belakang. Tapi kenapa, siapa mereka, apa ini ada hubungannya dengan masalah percintaan dia dengan Romi. Apa mereka orang suruhan dari istri Romi. Andita masih saja terus berpikir kenapa orang-orang selalu ingin mencelakai dirinya. [Siapa mereka??!!] Andita berusaha melepaskan lakban yang menjadi tali pengikat ke dua tangannya. Sebenarnya mudah baginya untuk mengetahui dan melepaskan diri dari semua ini, tapi Andita masih ingin melanjutkan apa yang sudah dia rencanakan. Terdengar langkah kaki, dia hanya menggunakan pendengarannya karena kedua matanya dan mulutnya ditutup lakban oleh orang yang menyekapnya. Suara langkah itu jelas sedang menuju kearahnya ....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD