BAB 15

1342 Words

            “Ma’af, ya, aku sudah merepotkanmu.” ujar Alena seraya meletakkan dua cangkir teh di atas meja.             “Tidak apa. Aku suka direpotkan.” Ranne menyesap tehnya perlahan.             “Aku juga minta ma’af karena telah menuduhmu menyuruh Mandy mengawasi rumahku.” Alena tampak menyesal karena telah merugikan Ranne. Padahal pria itu—bahkan tidak perlu pikir panjang saat dia meminta agar kebunnya di pasang CCTV di setiap sudut.             “Dimana kucing hitammu?” tanya Ranne mengalihkan topik pembicaraan.             “Dia tidur.” Alena menyesap tehnya. “Oh ya, soal keranjang penuh hadiah itu aku rasa kau berlebihan.”             Sebelah alis Ranne terangkat. “Berlebihan bagaimana?”             “Iya, kau tidak perlu repot-repot membelikan aku hadiah-hadiah itu. Kau tahu Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD