Malam di pusat kota Zurich terasa jauh lebih dingin dari biasanya, namun ketegangan yang menyelimuti interior Hotel D’Angleterre sanggup membuat siapapun merasa gerah karena gelisah. Lantai marmer yang mengilap di aula utama memantulkan cahaya lampu kristal yang menggantung megah di langit-langit, menciptakan pendaran yang menyilaukan mata. Di balik pintu-pintu kayu ek yang tebal, sebuah perhelatan rahasia sedang berlangsung, sebuah lelang eksklusif yang hanya dihadiri oleh orang-orang dengan pengaruh besar dan kantong yang tak terbatas. Sienna Baumann berdiri di depan cermin besar di ruang tunggu pribadi, merapikan gaun malam hitamnya yang elegan. Wajahnya tampak pucat, namun matanya memancarkan ketegasan yang tak tergoyahkan. Di belakangnya, Marc Fischer berdiri dengan tenang. Ia mengen

