Perjuangan Mia

2467 Words

Sabda menatap geli ke arah Mia lalu mencubit pelan hidung wanita itu. "Sekarang itu, prioritas aku adalah kamu dan anak kita. Jadi, kalau sampai kalian berdua kenapa-napa. Aku pasti bakalan hancur lagi." Mia tersenyum. Apalagi sih yang bisa dia perbuat ketika sikap Sabda semanis ini. Mereka melanjutkan banyak obrolan siang itu. Sabda sendiri langsung memberikan Mia dan Dean waktu bagi keduanya untuk berbincang. Ketika Mia disibukkan dengan kehadiran Dean, Sabda sendiri langsung memeriksa kondisi Satria. Karena keadaanya masih sama, tidak ada lagi yang bisa dia perbuat selain mengajak ngobrol pria itu meski tidak ada respon. *** Perubahan yang signifikan dari Sabda ternyata tidak hanya disadari oleh bi Susi. Pria itu masih sama-sama dingin dan mengintimidasi, hanya saja ada satu sisi l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD