Mia mendudukkan dirinya di sofa sambil menghela nafas pelan. Dia baru mendapat kabar dari Juan kalau Sabda terlalu memforsir diri karena banyaknya pekerjaan yang ditinggalkan Putra. Mia fikir selama ini semua berjalan baik-baik saja karena pria itu yang tidak terlihat lelah ataupun mengeluh. Hanya saja, Juan yang tidak tahan dengan sikap keras kepala Sabda pada akhirnya menyerah dan melaporkan apa yang sedang terjadi pada wanita itu. “Jadi dia selalu ninggalin makan siang?“ tanya Mia lagi. Kali ini dia sampai mengurut keningnya karena pening yang tiba-tiba melanda. “Iya, Bu!“ Tanpa berpikir apapun lagi, Mia langsung meraih ponselnya. Dia langsung mendial nomer Sabda karena sudah tidak tahan jika hanya diam saja. Untungnya pria itu langsung sigap mengangkat panggilan darinya dan menjawab

