Pengkhianat

1547 Words

Suara ban yang berdecit dan bau karet yang tergores aspal mulai menguar ke udara. Mobil yang awalnya melaju kencang itu tiba-tiba berhenti hingga meninggalkan bekas baretan di aspal. Malam itu hujan turun dengan deras, jadi bau yang dihasilkan ban tidak terlalu ketara. Dimas yang tengah mengendarai mobil itu nampak termenung. Hanya sesaat sebelum kemudian dia kembali menyalakan mobilnya. Dia memundurkan mobilnya dan kini tatapan matanya sudah berubah dipenuhi dengan pandangan haus akan dendam dan niat untuk membunuh. Dimas tiba-tiba saja mulai menginjak pedal gas dan membuat mobil melaju dengan kecepatan luar biasa. Di depannya ada mobil Sabda yang melaju dengan. “Mati lo Sabda!“ Itu teriakan marah yang dilontarkan Dimas sebelum dia menghantam mobil Sabda dengan kecepatan penuh. Mia yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD