Balas Dendam Terencana

1158 Words

Tatapan Satria yang awalnya mengeras perlahan berubah menjadi lembut. Dia mengangguk dan menghela nafas pelan, "Gue percaya sama lo." Aku akhirnya dapat menghela nafas lega dan membalas senyumannya, "Gue udah dewasa Satria jadi lo bisa ngandelin gue buat bantu lo." Ekspresi wajah Satria melembutkan dan dia mengangguk setuju. "Terus sekarang gimana? Apa kita jadi pulang ke rumah?" tanyaku. Aku memang ada keinginan untuk melihat mereka tapi aku masih takut belum bisa mengendalikan emosiku ketika aku bertemu dengan Dewi dan Desti. "Gue harus tetap pulang. Papa sakit dan gue nggak mau semua urusan keluarga dan perusahaan diambil alih sama mereka. Tapi lo..." Dia tidak melanjutkan kalimatnya dan malah terdiam sambil menatapku. "Gue juga bakalan ikut sama lo," jawabku cepat. Aku dan dia memi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD