Kami pada akhirnya berakhir di meja makan dan menikmati makan malam bersama. Sayangnya aku benar-benar merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Desti dan Dewi, pasangan Ibu dan anak itu membuatku muak karena mereka terus-terusan mencoba merebut perhatian Papa walaupun aku juga tidak menginginkan hal itu. Deringan ponselku membuat semua mata menoleh. Itu panggilan dari Sabda yang menanyakan keberadaanku, karena sudah terlanjur malas aku pun beralasan jika Sabda memintaku pulang dan otomatis mereka semua sudah tidak bisa menahanku untuk lebih lama tinggal di sini. Aku sengaja menarik Satria karena aku tidak rela kakakku itu emosi juga melihat mereka. Kami berpisah di pintu masuk karena Sabda sudah mengirimkan sopir dan mobil sendiri untukku. Perjalanan pulang aku habiskan untuk melihat kem

