"Lho kok kamu udah rapi aja, Dek? Mau sekolah?" Heksa yang sudah berseragam lengkap, berlapis jaket langsung mengangguk semangat. "Kangen sekolah aku tuh, Ma. Masa bolos terus. Mama, kan, tahu aku enggak sepintar Abang." Aulia berjalan mendekat, kemudian meraba dahi juga leher Heksa. Sedikit hangat, pikirnya. "Tadinya Mama mau ngajak Adek ke rumah sakit buat konsultasi masalah jadwal kemoterapi mumpung dokternya praktek. Eh, malah udah mau sekolah aja. Padahal, kita bisa minta surat sakit lagi buat nyambung yang kemarin." Reksa yang sudah duduk lebih dulu di ruang makan, tak berniat melibatkan diri ke dalam pembicaraan. Toh ia tahu betul perangai sang adik. Semakin dilarang semakin berkeras hati. "Enggak bisa Mama Sayang. Dokternya aja yang suruh ngikutin jadwal sekolah aku." Aulia be

