"Heh, Cimory!" Heksa berteriak dengan tangan melambai-lambai ke arah gadis berkuncir kuda yang baru saja melintas di koridor. Aurora menutup wajah. Dengan kepala tertunduk, gadis itu berjalan ke sumber suara. Ia meliarkan pandang melihat selingkar. Ramai sekali, pikirnya. Macan jadi-jadian yang mengincar Heksa bisa langsung semangat memangsa andai melihat adegan ini. "Ada apa, Kak?" Heksa mengangkat sebelah alisnya, kemudian menurunkan tangan yang menutupi wajah imut gadisnya. Tubuh pemuda itu sedikit membungkuk, ingin melihat Aurora lebih dekat. "Kenapa sih? Kok ditutupin segala? Lo malu ketemu gue?" Gadis itu menggerutu dalam hati, astaga ini orang enggak sadar, ya, pesonanya tumpah-tumpah sampai semua cewek kayaknya pengin dapetin dia? Bisa tamat Milea kalau Dilannya SMA PB sok polos

