Kecewa

1698 Words

“Astaga, Pandu!” Rendra memekik kaget sembari menahan tubuh Heksa yang mendadak ambruk di hadapannya begitu ia membuka pintu. Dengan susah payah, pemuda itu memapah Heksa—yang kondisinya setengah sadar—masuk ke dalam indekosnya Rendra tidak tahu kalau Heksa akan datang ke sini dalam keadaan seperti ini. Pemuda itu bahkan datang bertamu tanpa menggunakan alas kaki. Masih lengkap pula mengenakan pakaian pasien rumah sakit berbalut jaket kebesaran yang entah milik siapa. “Lo kenapa sih?” Lagi, Rendra bersuara. “Jangan telepon siapa pun.” Heksa berujar lirih saat melihat Rendra mengeluarkan ponsel, seperti berniat menghubungi seseorang. Dan ia tahu siapa yang paling mungkin untuk dihubungi. Miki. “Keadaan lo kayak gini. Gue harus gimana? Lagian kenapa lo sampai kabur dari rumah sakit coba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD